
Malam hari Deandra baru saja pulang dari kantor nya, dan tanpa banyak bicara Alexa langsung berlari dan memeluk tubuh sang daddy. Lihat saja Alexa akan mengadukan perbuatan orang-orang di rumah siang tadi kepada daddy nya,
"Aduh kenapa ini princess daddy hmmm, tumben sekali daddy nya baru pulang dari kantor langsung di peluk." Ucap Deandra mengecup puncak kepala putrinya.
"Emmmm, Alexa kangen daddy." Ujar gadis cantik itu.
"Tapi biasanya Alexa selalu meminta daddy untuk membersihkan diri dulu." Ucap Dean.
"Alah itumah alasan dad pasti ada maunya." Ucap Alden yang tib-tiba muncul, tolong kenapa hari ini Alden sangat menyebalkan dan selalu tiba-tiba muncul.
"Alden bisa diam gak? Gak uah ikut campur kamu gak di ajak." Ucap Alexa, lihatlah Alden hanya bisa tertawa di hadapan daddy nya.
"Dihh gak asik ah Alexa dendaman." Ejek Alden, membuat Deandra mengernyit bingung sebenarnya apa yang terjadi.
"Kalian ini kenapa? Alden kamu apakan Alexa." Tanya sang daddy.
"Alden nakal dad tadi siang dia sama mommy nyudutin aku, masa aku gk di ajak juli bareng." Ceplos Alexa membuat Deandra menghela nafas nya.
"Sayang come on, masa julid ajak-ajak si." Ucap Deandra tertawa kecil.
"Daddy tapi beneran siang tadi mommy bilang yang gak di ajak hanya Alexa saja." Rengek Alexa, Anes yang sedang menuruni anak tangga menatap suami dan kedua aanak nya.
Melihat kedatangan Anes, Deandra pun tersenyum smirk dan tatapan Deandra membuat bulu kuduk Anes berdiri.
"Kenapa liatin aku kayak gitu dad?" Ucap Anes.
"Gak apa-apa tadi anaknya ngadu katanya gak di ajak ngejulid bareng, kenapa kamu julidin anak aku?" Ucap Deandra, membuat Anes menelan saliva nya.
"Gak ada aku julidin anak kamu." Ucap Anes.
"Bohong dad mommy nakal." Adu Alexa seperti anak kecil.
"Xa udah besar yakali ngadu ke daddy sih." Lirih Anes.
"Gak apa-apa dong biar mommy di hukum sama daddy." Ucap Alexa, membuat Deandra tersenyum senang.
"Hmmm, hukum saja tidak apa-apa." Balas Alexa enteng.
"Alexa jahat banget sama mommy nya." Ucap Anes memelas.
"Gak dong princess nya daddy baik dan pengertian." Ucap Deandra.
"Iya dong aku kan anak nya daddy." Ucap Alexa dengan bangga.
Sementara itu di kediaman ike terlihat Joe yang sedang duduk dengan Ara, Joe menatap putrinya yang tumbuh remaja.
"Iya pi Ara tahu kok kalau Ara cantik, tapi gak usah gitu juga dong liatin nya." Ucap Ara, Joe yang semula tersenyum tipis langsung memasang wajah tanpa ekspresi.
"Kak kamu jadi orang kepedean banget, perasaan dulu mami kamu gak gitu." Ucap Joe.
"Kata siapa? Asal papi tahu ya pi kata tante nana mami tuh lebih parah dari Ara." Ucap Ara tidak mau kalah.
"Ada apa nih bawa-bawa mami?" Ucap Ike yang tiba-tiba muncul.
"Mami ngagetin aja si, permisi dulu apa mi." Ceplos Ara.
"Ngarang, ngapain di rumah sendiri permisi." Ucap Ike, wanita itu langsung duduk di samping joe membuat Ara memicingkan matanya.
"Kenapa tuh mata kelilipan apa gimana?" Ucap Iike.
"Awas ya mi ya kalau sampe kebablasan lagi." Ancam Ara, Ike dan Joe tertawa.
"Takut banget kayak nya kamu kalau nambah adik." Ucap Joe tertawa kecil.
"Iyalah jake saja cukup, cukup ngeselin." Ucap Ara, Ike dan Joe pun tertawa mendegar nya.
Bgaiamana tidak takut dulu saja Ara sudah menegaskan tidak ingin memiliki adik, namun kenyataan nya ike justru hamil lagi hingga lahir lah Jake yang menjadi saingan Ara.