
Sesampainya di rumah Alexa tak berhenti menertawakan Alden, hal itu hanya membuat Alden menghela nafasnya saja melihat kelakuan Alexa.
"Loh sayang kenapa kamu tertawa seperti itu?" Tanya Anes, Alexa langsung memeluk dan bergelayut manja kepada sang mommy.
"Mom apakah mommy tahu jika putra mommy baru saja menolak seorang gadis." Ucap Alexa, Anes mengernyit dan menatap Alden.
"Benarkah apa yang dikatakan Alexa Al?" Tanya Anes.
"Tidak, mommy jangan percaya apa yang dikatakan oleh Alexa." Ucap Alden, dan lagi-lagi Alexa tertawa kecil.
"Aku tidak berbohong Alden, jelas-jelas tadi kau di panggil honey oleh Ajeng." Ucap Alexa, Alden menggelengkan kepalanya.
"Tidak, itu tidak benar." Ucap Alden, Anes tersenyum manis kepada putranya.
"Baiklah kalau memang itu tidak benar, sebaiknya kalian pergi ke kamar dan beristirahat." Ucap Anes, Alexa dan Alden pun mengangguk lalu pergi ke kamar nya masing-masing.
...
Tiga hari berlalu hari ini terlihat Alexa yang sudah rapi, Anes dan Deandra mengernyit melihat penampilan Alexa yang mengenakan jaket.
"Sayang kamu baik-baik saja?" Tanya Dean.
"Hmmm, aku baik-baik saja dad." Jawab nya, Alexa duduk di meja makan dan menyantap makanan nya.
"Tumben kamu pake jaket?" Tanya Anes.
"Hmmm, aku hanya ingin memakai nya saja." Ucap Alexa, baiklah jika itu memang keinginan putrinya.
"Yasudah habiskan sarapannya." Ucap Anes, Alexa dan Alden pun mengangguk.
Sementara itu di kediaman Joe dan Ike terlihat Ara yang sedang duduk menyantap makanan nya, Jake menatap Ara yang fokus makan.
"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Ara, Jake langsung mengalihkan pandangan nya.
"Tidak apa-apa hanya ingin menatap saja, kenapa tidak boleh?" Ucap Jake, Ara mendengus mendengar jawaban sang adik.
"Jake ayolah jangan membuatku terlihat jahat karena sikap kamu yang menyebalkan." Ucap Ara, namun Jak tak peduli dan malah menggelengkan kepalanya.
"Cih, menyebalkan." Ucap Ara, Joe hanya bisa tersenyum saja dengan kelakuan kedua anaknya.
Dan setelah selesai sarapan Ara pun meminta Ardan untuk langsung menjemput nya, Ara dan Ardan benar-benar seperti adik kaka Joe dan Jordan saja sampai bingung dengan anak-anak mereka.
Sementara Alexa gadis cantik itu langsung bangun dari duduknya, Anes dan Deandra menatap Alden yang juga bangun lalu mengecup pipi Anes.
"Aku pergi dulu mom." Ucap Alden, Anes mengangguk dan menatap Alexa yang juga mengecup kedua pipi nya.
"Alexa juga mom." Ucap Alexa, Anes mengangguk kedua orang tua Alexa dan Alden terlihat bingung dengan sikap kedua anak nya yang tumben akur.
"Alexa cepat." Panggil Alden.
"Iya sabar apa." Ucap Alexa berlari kecil menghampiri Alden, Dean dan Anes yang kepo ikut meninggalkan ruang makan dan menatap Alden yang sedang memakaikan helm kepada Alexa.
"Nyaman tidak?" Tanya Alden.
"Hmmm, lumayan." Jawab nya, Alden pun berjalan dan menaiki motor nya begitupun dengan Alexa yang duduk dibelakang Alden.
"Sayang ada apa dengan mereka?" Tanya Deandra heran, Anes menggelengkan kepalanya.
"Tidak tahu sayang mungkin mereka sudah berdamai dengan kenyataan bahwa keduanya kakak adik." Ceplos Anes, Deandra menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Anes.
Alden pun melajukan motornya keluar dari pekarangan rumah, sementara itu Ardan dan Ara terlihat bingung dengan Alden yang membonceng Alexa.
"Itu kak Alden dan kak Alexa kan." Ucap Ara.
"Iya, kesambet apa itu anak mau barengan sama Alexa." Ucap Ardan, Ara menoleh menatap Ardan.
"Bukankah kak Alexa yang tumben ingin pergi bersama dengan kak Alden?" Tanya Ara, Ardan tertawa kecil dan melajukan mobilnya menuju sekolah.
"Sayang." Panggil Anes.
"Iya sayang." Sahut Dean yang sedang berjalan menuju teras rumah.
"Siang ini aku ada urusan ke perusahaan dad, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan." Ucap Anes.
"Tidak apa-apa kamu pergi saja." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum manis kepada sang suami.
"Baiklah, kamu hati-hati di jalan oke." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan mengecup setiap inci wajah cantik Anes.
"Hmmm, kamu juga honey." Balas Deandra, Anes tertawa kecil lalu melambaikan tangan kepada Dean.
"Alexa." Panggil Vani, gadis cantik itu berlari dan langsung memeluk Alexa.
"Aduh kenapa si hmmm." Ucap Alexa.
"Aduh gimana ya ngomong nya haha." Ucap Vani.
"Kenapa si Van?" Tanya Alexa.
"Ini kenapa nih bisa barengan gini." Ucap Vani, memanas-manasi Ajeng.
"Ya gak apa-apa Alden yang minta buat bareng." Ucap Alexa, hal itu membuat Ajeng langsung menyenggol Vani dan berdiri di samping Alden.
"Alden kenapa kamu sama Alexa lagi? Kamu kan tahu aku gak suka." Ucap Ajeng.
"Apaansi kalau gak suka ya gak usah di liat." Cetus Alden.
"Loh, kok kamu gitu si honey. Ini pasti gara-gara si gatel ini kan yang udah hasut kamu." Ucap Ajeng, Alden tak menghiraukan dan langsung pergi menuju kelas nya.
"Alden." Panggil Ajeng.
"Aduh kasian banget, udah di tolak mentah-mentah tapi masih kekeh aja ngejar Alden." Ucap Vani.
"Gak usah ikut campur, dan kamu aku minta kamu jauhin Alden!" Ucap Ajeng kepada Vani dan Alexa.
"Loh kenapa?" Ucap Alexa.
"Tau nih, lagian hak kamu nyuruh Alexa buat jauhin Alden apa? Inget ya jeng kamu itu bukan pacar nya Alden, kalaupun kamu pacarnya Alden kamu ga berhak larang Alden untuk berteman dengan siapa." Ucap Vani.
"Aku memang bukan pacar nya Alden sekarang, tapi liat aja aku bakal jadi pacar nya Alden nanti." Ucap Ajeng, Vani tertawa mendengar perkataan Ajeng.
"Silahkan si kalau kamu bisa meluluhkan hati Alden yang sekeras batu." Ucap Vani, Ajeng menatap kesal Vani dan Alexa.
"Udah Van biarin aja mending kita ke kelas." Ucap Alexa, Vani pun mengangguk dan menggandeng tangan Alexa.
"Alexa Vani awas kalian ya, liat aja aku pasti bisa dapetin Alden." Teriak Ajeng.
"Udah jeng udah jangan emosi, aku yakin kamu pasti bisa jadi pacar nya Alden." Ucap teman Ajeng.
"Iyalah gak ada yang bisa nolak pesona seorang Ajeng." Ujar nya dengan percaya diri.
"Waaah ada apa nih rame amat." Ucap Ara.
"Gausah kepo." Ucap Ajeng.
"Dih nanya doang ga bermaksud untuk kepo kali." Cibir Ara, tolong Ara gak usah judes-judes bisa gak.
"Ara masuk kelas." Ucap Ardan, Ara menoleh dan mengangguk mengiyakan.
"Ingat jangan terlalu percaya diri, takut kalau ga kesampaian nanti g*la." Ledeka Ara, membuat Ajeng dan teman-teman nya menganga.
"Ara." Teriak Ajeng, sementara Ardan hanya bisa menertawakan Ajeng dan Ara saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊