Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 139


Setelah selesai acara makan malam mereka menyalakan kembang api, Anes mendongak menatap indah percikan api di atas sana.


"Kamu suka?" Tanya Deandra, Anes menoleh menatap wajah tampan suaminya.


"Emmm sangat suka." Jawab nya, Dean menatap Anes yang sedang memandang keindahan kembang api yang di nyalakan oleh Joe, Ike dan suster.


Anes terlihat begitu bahagia dengan hal-hal yang sederhana, dan itu membuat Deandra ikut bahagia.


"Nona." Panggil Ike, wanita cantik itu berlari mendekati Anes.


"Ada apa?" Tanya Anes.


"Ini sudah terlalu malam sebaiknya nona kembali ke rumah." Ucap Ike yang begitu perhatian terhadap Anes.


"Ike benar ini sudah hampir jam sebelas malam sebaiknya kita pulang, biarkan saja mereka menikmati malam ini." Ucap Deandra, Anes menatap Nana yang di rangkul oleh Jordan.


"Emmm kalau begitu saya pulang duluan ya ke." Ucap Anes.


"Iya nona hati-hati dijalan." Balas Ike, Anes mengangguk Deandra merangkul pinggang Anes seperti biasa.


...


Keesokan harinya Anes dan Dean masih terlelap dalam tidurnya, Deandra sampai lupa jika hari ini ia ada meeting penting.


Sampai Joe menjemput nya kerumah, Joe berjalan memasuki rumah dengan berwibawa dan menatap ruang makan yang masih kosong dan rapi.


"Ke tuan belum bangun?" Tanya Joe, Ike menatap ke tangga ia tidak melihat tuan nya keluar dari kamar.


"Sepertinya belum tuan Ike juga belum melihat nona ke dapur." Ujar nya, Joe mendesis dan langsung menghubungi Deandra.


"Dean come on kamu menginginkan pertemuan dengan klien ini ayolah." Gumam Joe.


Di kamarnya Deandra mematikan panggilan Joe dan kembali memejamkan mata nya, Anes terbangun karena ponsel suaminya yang terus berdering sejak tadi.


"Kenapa tidak di jawab telepon nya?" Tanya Anes dengan lembut.


"Tidak hanya mengganggu saja." Balas Deandra, ia menyembunyikan wajahnya di dada Anes.


Anes yang peka meraih ponsel Deandra dan menjawab panggilan dari Joe, Anes menghela nafasnya baru berbicara.


***Panggilan telepon..


Joe**: Hallo Dean kamu kenapa jam segini belum bangun, kamu lupa jika jam 08:00 pagi ini kita ada meeting dengan pimpinan perusahaan Xx (Berbicara dengan cepat*).


Anes: Hallo Joe maaf ini saya Anes.


Joe: No_nona maaf nona saya tidak tahu jika yang menjawab telepon nya nona.


Anes: Tidak apa-apa saya akan membangunkan Deandra, kamu tunggu di bawah jangan lupa sarapan.


Setelah mengatakan itu Anes mematikan panggilan telepon nya, dan ia mengusap lembut pipi Deandra.


"Sayang tadi Joe menelpon katanya kamu ada pertemuan penting dengan pimpinan perusahaan Xx jam 08:00, Joe ada di bawah menunggu kamu." Ucap Anes, Deandra yang mendengar perkataan Anes langsung bangun dan melompat dari tempat tidur tanpa berbicara.


"Hei hati-hati." Ucap Anes terkejut, Deandra menggerutu dalam hatinya kenapa ia bisa bo*oh seperti ini.


Anes turun dari tempat tidur nya dan menyiapkan pakaian untuk suaminya,wanita itu tertawa kecil melihat Deandra yang ketar-ketir.


"Sayang dasi jam tangan sorry." Ujar Deandra, Anes mengangguk dan memberikan barang yang diminta oleh suaminya.


"Aku pergi dulu kalau kamu mau ke kantor jangan lupa ajak Nana." Ucap Deandra, Anes mengangguk wanita itu tertawa kecil melihat tingkah laku suaminya.


"Itu tuan muda." Ucap Ike menunjuk Dean.


"Ayok Joe sorry saya terlambat." Ucap Dean, Joe tertawa kecil.


"Tidak apa-apa saya paham ko." Balas Joe, Dean mendecih mendengar perkataan Joe.


"Tuan tidak sarapan dulu?" Tanya Ike.


"Tidak ke saya sudah terlambat kamu tolong siapkan sarapan untuk nona, jangan lupa susu hamil nya juga." Ucap Deandra.


"Siap tuan." Balas Ike, setelah kepergian Deandra muncullah Nana menghampiri Ike dan suster.


"Nona belum keluar dari kamar ke?" Tanya Nana.


"Oiya makasih untuk kejutan yang semalam itu sangat indah sekali." Ucap Nana.


"Wooo jelas itu kan ide nya Ike, nona dan suster, tapi kamu suka kan na." Ucap Ike.


"Aaaa kalian sudah seperti keluarga kedua untukku, aku tidak percaya kalian akan sepeduli ini terhadap aku." Ucap Nana, Ike dan suster memeluk Nana.


"Kita kan memang keluarga na kamu, aku dan Ike tinggal disini bersama dengan tuan dan nona." Ucap suster.


"Mbak kalian sangat baik bahkan nona juga sangat baik, bagaimana bisa aku membalas kebaikan kalian." Ucap Nana.


"Cukup dengan kamu berbahagia saja itu sudah cukup untuk kita na, kamu tidak lihat semalam nona menatap bahagia ke arah kamu dan tuan Jordan." Ucap Ike, Nana mengangguk jelas saja ia tahu itu namun sayang semalam Anes pulang lebih dulu padahal Nana belum sempat mengucapkan rasa terimakasih nya.


"Ada apa ini pagi-pagi sudah ramai." Ucap Anes, wanita itu duduk di meja makan.


"Selamat pagi nona." Ucap Ike, Nana dan suster.


"Pagi gadis-gadis cantik." Balas Anes, Ike tertawa Anes seperti Kaka untuk dirinya.


"Mau sarapan apa nona?" Tanya Ike, Anes sedikit berfikir tentang menu sarapan nya hari ini.


"Saya tidak mau ini tolong buatkan saya roti bakar selai kacang ya." Ucap Anes.


"Baik nona kalau begitu Ike siapkan dulu." Ucap Ike, Anes mengangguk sementara itu suster sedang membuatkan susu hamil untuk Anes.


"Nona." Panggil Nana.


"Ada apa na?" Tanya Anes.


"Nona mau ke kantor?" Tanya Nana.


"Sepertinya ia saya sudah lama tidak ke kantor, dan saya juga bosan diam di rumah." Balas Anes.


"Baiklah, eeee anu nona terimakasih untuk kejutan yang semalam nona berikan kepada saya." Ucap Nana, Anes tersenyum manis kepada Nana.


"Itu Ike dan suster yang mengerjakan saya hanya memperhatikan nya saja." Ucap Anes, Nana menggelengkan kepalanya.


"Nona kenapa nona melakukan ini kepada saya?" Tanya Nana.


"Karena saya sayang kamu, saya sayang Ike dan saya sayang suster. Saya menikah dengan Deandra dan pergi dari rumah seorang diri na, saat saya tinggal di rumah lama saya tidak memiliki teman hanya Ike dan suster yang dekat dengan saya karena kakak ipar saya tidak menyukai saya. Jadi saya berpikir kalau kamu, Ike dan suster itu adalah keluarga saya kalian yang selalu ada bersama saya dalam segala hal." Ucap Anes, Ike yang baru datang meletakkan piring berisi roti bakar pesanan nona nya.


"Silahkan nona." Balas Ike.


"Terimakasih." Ucap Anes, Ike mengangguk dan tersenyum manis.


"Nona ini susu nya." Ucap suster, kali ini Anes yang mengangguk dan tersenyum manis.


"Ike hari ini saya akan pergi ke kantor jadi kamu tidak perlu masak untuk makan siang, maksud saya kamu hanya memasak untuk makan kamu dan suster saja." Ucap Anes.


"Baik nona." Ucap Ike, Anes tersenyum ia bahagia memiliki teman di rumah seperti Ike, Nana dan suster.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊