
Satu Minggu berlalu setelah pernikahan Jordan kini semua orang kembali di sibukkan dengan kegiatan nya masing-masing, sebelum berangkat ke kantor Deandra membiasakan untuk mengecup perut buncit istrinya.
"Sayang baik-baik di perut mommy ya nak Daddy kerja duku untuk baby twins kalau sudah lahir nanti." Ucap Deandra, lelaki itu berjongkok di hadapan Anes yang sedang duduk di samping tempat tidur.
"Iya Daddy cari uang yang banyak ya karena biaya hidup itu mahal gak murah." Ucap aneka, Deandra tertawa dan menepuk dari istrinya.
"Ini yang bicara twins apa mommy nya di, biaya hidup twins ga sebanyak biaya hidup mommy nya." Ucap Deandra, Anes terkikik geli melihat suaminya yang protes.
" Ya kan biaya hidup ketiganya biaya hidup twins dan biaya hidup aku jadi mahal." Ucap Anes.
"Oke tapi kamu gak usah kerja." Ucap Deandra, Anes mengernyit heran kenapa ia tidak usah bekerja.
"Kenapa gitu?" Tanya Anes.
"Iyalah kalau kamu tetap kerja percuma aku nyari uang banyak, toh gak pernah kamu pake jadi gak guna tau gak." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.
"Berguna lah sayang kita kan akan punya anak." Ucap Anes, Dean tersenyum dan mengusap kepala Anes dengan lembut.
"Yasudah kalau begitu aku pergi dulu kamu baik-baik dirumah." Ucap Deandra, Anes mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.
Di tempat lain terlihat Nana yang menatap suaminya yang sedang bersiap-siap, wanita itu merasa jenuh karena seminggu ini hanya berdiam diri di rumah.
"Kamu kenapa hmmm kok wajah nya di tekuk seperti itu." Ucap Jordan.
"Aku ingin ke rumah nona Anes boleh tidak? Aku merasa jenuh karena seharian diam di rumah." Ucap Nana, Jordan tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.
"Tentu saja boleh supir akan mengantar kamu oke." Ucap Jordan.
"Eh gak usah aku bisa bawa mobil sendiri kok." Ucap Nana.
"Gak kamu harus di antar oleh supir, aku khawatir kalau kamu pergi sendiri." Ucap Jordan lagi, akhirnya Nana pun hanya bisa pasrah saja dengan perkataan suaminya.
"Ya ya baiklah aku akan pergi bersama dengan supir." Balas Nana, Jordan tersenyum dan merangkul pinggang ramping Nana.
Setelah selesai sarapan Jordan pergi ke kantor nya sementara Nana pergi ke rumah Anes, ia sangat merindukan Ike, suster dan nona nya yang dulu selalu membuat Nana tertawa karena tingkah ketiganya.
Sesampainya di kantor Jordan berjalan dengan santai menuju ruang kerja nya, ia tidak melihat siapa orang yang sedang menunggu nya di ruang tunggu kantor.
"Tuan Jo." Panggil seorang karyawan wanita.
"Ada apa?" Tanya Jordan.
"Ada wanita yang mencari anda." Jawab nya.
"Wanita siapa?" Tanya Jordan lagi.
"Tidak tahu tuan dia menunggu anda di ruang tunggu." Ucap nya, Jordan mengerutkan keningnya berpikir siapa yang mencari Jordan sepagi ini? Karena penasaran akhirnya Jordan pun berjalan menuju ruang tunggu, saat membuka pintu ruangan itu orang yang ia lihat pertama kali adalah Yuna.
Yuna menatap Jordan dengan wajah datar, Jordan menoleh ke kiri dan kanan benar hanya Yuna yang ada disana.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya Jordan, Yuna tidak menjawab nya dan langsung berjalan mendekati Jordan.
Plaaakk.... Tamp*r*n mendarat dengan sempurna di pipi Jordan, Jordan mengeraskan rahangnya menatap Yuna.
"Kau g*la." Geram Jordan.
"Harusnya aku yang bertanya apa kau g*la? Kenapa kau menikahi gadis itu sementara waktu yang kau berikan kepadaku belum berakhir, bukankah kau memberikan kesempatan kepadaku selama satu bulan tapi apa ini belum satu bulan kau sudah menjadi suami orang lain." Teriak Yuna.
"Karena aku mencintainya aku tidak peduli dengan kesempatan yang kau miliki, yang aku inginkan hanya dia bukan kamu." Ucap Jordan.
"Kau telah melukai hati dan harga diriku Jordan." Ucap Yuna.
"Yuna sejak awal aku mengatakan jika aku sudah mencintai wanita lain, tapi kau yang keras kepala dan terus menginginkan aku." Ucap Jordan.
"Karena aku mencintaimu." Bentak Yuna.
"Kau bukan mencintaiku tapi mencintai uangku." Ucap Jordan.
"Perset*n soal uang aku bisa mendapatkan nya sendiri, tapi aku benar-benar mencintai kamu Jordan." Ucap Yuna.
"Cukup Yuna aku yakin kau bisa mendapatkan laki-laki yang lebih segalanya dari aku, dan aku mohon jangan pernah muncul lagi dalam kehidupan aku." Ucap Jordan, lelaki itu pergi meninggalkan Yuna yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
"Kau habis dari mana?" Tanya Joe.
"Menemui Yuna." Jawab Jordan.
"Hah Yuna ada disini?" Tanya Joe.
"Hmmm." Balas Jordan, Joe tertawa kecil mendengar jawaban Jordan.
"Aku tidak akan membiarkan Nana sendirian di rumah, aku akan menyuruh supir untuk mengantar Nana ke rumah Dean jika aku tidak ada di rumah." Ucap Jordan.
"Ide yang bagus tapi sebelum itu kamu harus membicarakan ini dengan Deandra terlebih dahulu." Ucap Joe, Jordan mengangguk paham dengan perkataan Joe.
Sementara itu Nana yang baru saja sampai di rumah Anes menatap sekeliling rumah yang terlihat sepi, dimana nona dan yang lain.
"Nana kau kembali." Sapa seorang pelayan wanita.
"Hmmm, dimana nona." Ucap Nana.
"Nona, Ike dan suster sedang berada di taman belakang." Ucap nya, Nana terdiam benar saja keadaan dirumah ini benar-benar tidak berubah.
"Nona." Panggil Nana, Anes dan yang lain menoleh menatap Nana.
"Nana." Pekik Ike berlari memeluk Nana.
"Apa kabar Ike." Ucap Nana.
"Kabar baik kamu sendiri apa kabar." Ucap Ike.
"Hmmm, kabarku juga baik." Ucap Nana, Anes tersenyum melihatnya.
"Sini na." Ucap Anes meminta Nana duduk di samping nya.
"Apa kabar nona." Ucap Nana.
"Seperti yang kamu lihat saya baik-baik saja." Jawab Anes.
"Na kita sedang tebak-tebakan anak nona laki-laki atau perempuan, terusan sepasang atau tidak." Ucap Ike, Nana tertawa kecil mendengar perkataan Ike.
"Apakah kita akan mendapatkan hadiah jika menebak nya?" Tanya Nana.
"Hmmm, nona akan memberikan tiket liburan selama satu Minggu." Ucap Ike, Nana tertawa menatap nona nya.
"Sebenarnya tiket itu tidak berlaku untuk Ike dan suster." Ucap Anes.
"Loh kenapa Ike juga kan Ingin berlibur nona." Ucap Ike.
"Kamu belum ada pasangan terus mau berlibur bersama siapa hmmm." Ucap Anes.
"Tentu saja dengan suster kita kan kawan sejati, kalau Ike liburan suster juga liburan begitupun sebaliknya." Ucap Ike.
"Ke kalau aku terjun kamu ikut gak?" Tanya suster.
"Ya enggak lah ngapain ikut." Ucap Ike.
"Loh katanya kita kawan sejati." Ucap suster.
"Ya sejati di sejati tapi masa celaka ngajak-ngajak kan gak lucu mbak." Ucap Ike, mereka semua tertawa mendengar perkataan Ike yang konyol.
Percayalah sepertinya hanya Anes ibu hamil yang hari-hari nya di penuhi dengan canda dan tawa, karena Anes memiliki teman yang humoris.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊