Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 218


Malam hari saat Anes dan Dean sedang duduk bersantai di ruang tamu bersama dengan twins A, Cya tiba-tiba datang dengan wajah yang seperti sedang menahan sesuatu.


"Kak." Rengek Cya manja, membuat Alexa dan Alden menoleh menatap kakak mereka.


"Hmmm." Sahut Anes, wanita itu masih fokus dengan ponselnya nya sementara Dean dengan cepat menoleh menatap Cya.


"Kenapa?" Tanya Dean, Cya takut jika harus berbicara dengan Deandra maka dari itu Cya berjalan dan duduk di samping Anes.


"Kak." Rengek nya lagi, ya tuhan Cya benar-benar seperti gadis kecil yang dulu selalu bermanja kepada Anes.


"Ada apa sayang." Sahut Anes, kali ini Anes menoleh menatap Cya.


"Perut Cya sakit kak begah kayaknya karena tadi makan terlalu banyak." Ucap Cya, membuat Deandra tersenyum tipis.


"Hah serius." Ucap Anes, Cya mengangguk dan menahan tangisnya.


"Kak gak nyaman banget." Lirih nya, Anes tertawa kecil melihat wajah merah Cya yang menahan tangis.


"Kakak harus gimana dong mau ke D


dokter?" Tanya Anes.


"Enggak gak mau." Ucap Cya, wanita cantik itu merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di pangkuan Anes.


Deandra mengernyit melihat sikap manja Cya, sementara Anes terlihat khawatir dan mengusap perut Cya ia benar-benar terlihat sangat cemas.


"Cya kita ke dokter ya." Ucap Anes.


"Gak mau kak seperti ini saja." Ucap Cya, Anes mengangguk tangan Anes yang lainnya mengusap kepala Cya lembut.


"Mom kakak kenapa?" Tanya Alden.


"Kakak nya sakit boy." Balas Anes, Alden menatap Cya yang memejamkan matanya.


"Kak are you ok?" Tanya Alden, Cya menggeleng Alden tahu jika kakak nya benar-benar merasa sakit.


Alden dan Alexa pun ikut mengusap tangan Cya, hal itu membuat Cya tertawa kecil karena sikap twins A yang menggemaskan.


Waktu sudah semakin larut dan Cya masih dalam posisi yang sama terlelap di sofa dengan kepala di atas pangkuan Anes, Deandra menghela nafasnya menatap adik sepupunya yang manja.


"Sayang pindahkan Cya ke kamar nya dulu." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan mengangkat tubuh Cya untuk di pindahkan ke kamar nya.


Sementara si kembar kedua bocah itu berjalan mengikuti Dean menuju kamar Cya, kedua bocah itu ingin tidur bersama dengan Cya di kamarnya.


Karena yang si kembar tahu Cya sedang sakit jadi mereka ingin menjaga dan menemani kakak nya, saat Dean merebahkan tubuh Cya di atas tempat tidur Alexa dan Alden pun ikut berbaring di samping kiri dan kanan Cya.


"Kalian ngapain?" Tanya Deandra.


"Tidur dad." Jawab Alden polos.


"Daddy tahu kalian tidur tapi kenapa disini kalian memiliki kamar masing-masing." Ucap Deandra.


"Aku ingin menemani kakak kasihan dia sedang sakit jadi aku dan Alexa ingin menemani nya." Ucap Alden.


"Alden kakak kamu baik-baik saja besok juga dia sembuh." Ucap Deandra.


"Dad keluar lah aku mengantuk jangan berisik lagi." Ucap Alexa, membuat Deandra menghela nafasnya Dean tidak bisa menolak keinginan anak-anaknya.


Jika keluarga Deandra sedang berlibur maka tidak dengan keluarga Joe, lelaki itu lebih memilih untuk pergi ke rumah orang tuanya bersama Ike. Tapi bukankah itu juga bisa di sebut berlibur? Entahlah Joe hanya mengatakan ia ingin mengunjungi orang tuanya.


"Ara." Panggil mami Joe.


"Iya Oma." Sahut Ara, mami Joe menghampiri Ara dan duduk di samping nya.


"Ini sudah malam kenapa Ara masih menonton televisi hmmm." Ucap mami Joe.


"Oma aku belum bisa tidur." Ucap Ara.


"Tapi mami dan papi Ara sepertinya sudah istirahat di kamar." Ucap mami Joe.


"Biarkan saja aku sudah biasa seperti ini." Ucap Ara, mami Joe tersenyum dan mengecup pipi gembul Arandita.


"Ara apakah jika di rumah Ara suka bermain?" Tanya mami Joe, Ara pun mengalihkan perhatian nya menatap sang oma mami dari papi nya itu.


"Sepertinya mereka begitu baik kepada Ara." Ucap mami Joe.


"Sangat baik kak Alden mengatakan jika aku juga adiknya sama seperti kak Alexa." Ucap Ara.


"Tapi bukankah Alden dan Alexa itu kembar." Ucap mami Joe.


"Hmm, wajah mereka mirip namun wajah kak Alden lebih mirip om Dean." Ucap Ara, mama Joe tertawa kecil mendengar celotehan cucu nya.


"CK, dasar tentu saja karena om Dean kamu itu Daddy dari Alden." Ucap mami Joe, Ara mengangguk dan tersenyum manis kepada Oma nya.


"Oma aku iri kenapa kak Alexa memiliki kakak dan kak Alden memiliki adik tapi aku tidak, ah Oma aku tidak ingin adik aku hanya ingin kakak." Ujar nya, mama Joe tertawa bagaimana bisa Ara memiliki kakak sementara dia saja menjadi anak pertama Joe dan Ike.


"Ara sayang kamu tidak bisa memiliki kakak karena kamu anak pertama, kalau kamu memiliki adik mungkin saja itu mudah." Ucap sang oma.


"Tapi aku tidak ingin memiliki adik Oma." Lirih Ara.


"Kenapa? Bukankah adik kecil itu menggemaskan." Ucap mami Joe mengelus kepala Ara.


"Ara takut jika mami dan papi nanti tidak sayang lagi kepada Ara, Ara tidak ingin mami lebih sayang adik." Ujar nya, mami Joe tersenyum tipis dan memangku tubuh Ara.


"Itu tidak akan terjadi Ara punya Oma kami sangat menyayangi Ara." Ucap mami Joe, Ara terdiam terlihat jika bocah kecil itu seperti sedang berpikir.


Dan di kediaman Jordan terlihat Ardan yang sedang bermain game di kamar nya, bocah itu sangat pintar ia berkata ingin tidur padahal ia ingin bermain game tanpa di ganggu oleh siapapun.


"Kau belum tidur Ardan." Ucap Nana menyalakan kembali lampu kamar Ardan.


"Mami." Ucap Ardan menyembunyikan iPad nya.


"Berikan kepada mami." Ucap Nana menadahkan tangan.


"Apa?" Ucap Ardan.


"Berikan iPad kamu kepada mami." Ucap Nana, Ardan menggelengkan kepalanya.


"Tidak." Balas Ardan.


"Ardan ini sudah malam berikan kepada mami, atau mami tidak akan membiarkan kamu main keluar!" Ancam Nana.


"Tidak aku bisa pergi bersama papi." Ucap Ardan menjadikan Jordan sebagai tameng nya.


"CK, kamu kira papi bisa mengajak kamu pergi tanpa seizin mami. Berikan atau_" Ucapan Nana terhenti saat Ardan menyerah dan memberikan iPad nya.


"Baiklah ini." Ucap Ardan, Nana mengambil nya dan menatap Ardan.


"Mami tidak pernah melarang kamu bermain game tapi ingat waktu ini sudah larut malam, ini sudah waktunya kamu tidur jangan macem-macem oke." Ucap Nana.


"Emmm." Balas Ardan, bocah itu merebahkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Good night mom." Ucap Ardan, Nana mengangguk dan mengecup kening Ardan lalu mematikan lampu kamar dan keluar dari kamar putranya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊