Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 132


Di mall xx terlihat Anes, Aleta dan Nana yang berjalan berkeliling di mall, Anes sudah membeli hadiah untuk Kenzie wanita itu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Jordan.


"Dimana Jordan kenapa dia tidak kelihatan, apakah Jordan sudah kembali ke kantor? Tapi sepertinya tidak mungkin, Jordan muncullah bukankah kau ingin mengetahui tentang prasaan Nana." Batin Anes, wanita itu terus melihat-lihat sampai akhirnya seorang wanita menabrak tubuh Anes tanpa sengaja.


"Asshh." Desisi Anes, Aleta dan Nana langsung menoleh menatap Anes. Nana berlari mendekati Anes dan memeluk tubuh nona muda nya.


"Nona." Panggil Nana yang langsung menahan tubuh Anes agar tidak terjatuh.


"Maaf saya tidak sengaja." Ucap wanita itu, Anes, Nana dan Aleta menatap wanita itu.


"Hmmm, tidak apa-apa." Balas Anes.


"Ada apa?" Tanya Jordan yang muncul di belakang wanita itu.


"Tidak apa-apa tadi aku tidak sengaja menabrak wanita itu." Ucap wanita yang di jodohkan dengan Jordan, sebut saja nona Yuna ya nama wanita itu Yuna.


"Jordan." Lirih Anes dan Aleta.


"Anes, kamu ngapain disini?" Tanya Jordan.


"Aku habis membeli hadiah untuk Kenzie, kamu sendiri ngapain disini." Ucap Anes, Nana menatap wajah tampan Jordan yang berada di samping Yuna.


"Aku habis makan bersama Yuna." Jawab Jordan.


"Yuna?" Tanya Anes.


"Iya wanita pilihan orang tuaku." Jawab nya, Anes mengangguk sementara Nana menunduk dalam.


"Oh, hai saya Anes." Ucap Anes.


"Saya Yuna, kamu mengenal Jordan?" Tanya nya, Anes mengangguk dan tersenyum tipis.


"Hmmm, Jordan sahabat suami saya." Jawab Anes, Yuna terlihat bingung dengan keadaan saat ini.


"Siapa suami dia apakah Joe?" Tanya Yuna.


"Bukan Anes ini istrinya Deandra." Ucap Jordan, Yuna terbelalak mendengar perkataan Jordan.


"Really?" Tanya nya.


"Ya saya istri Deandra." Balas Anes, sejak tadi Aleta memperhatikan wajah Nana yang terlihat datar.


"Nona." Panggil Nana.


"Emmm ada apa na?" Tanya Anes.


"Anda tidak boleh terlalu lama berdiri." Ucap Nana.


"Ah tidak apa-apa ini belum lama kok." Ucap Anes.


"Nes apa yang dikatakan oleh Nana benar bagaimana kalau kita mencari cafe saja." Ucap Jordan.


"Boleh." Balas Anes, sebenarnya Anes tidak tega melihat Nana.


Namun Anes lebih tidak tega lagi jika Nana menyadari perasaan saat Jordan sudah menjadi suami orang lain, maka dari itu dengan terpaksa Anes melakukan ini.


"Mau pesan apa nona?" Tanya Nana, ia benar-benar memperhatikan Anes dan Aleta.


"Apa saja na." Balas Anes, Yuna melihat kedekatan Anes dan Nana.


Setelah selesai memesan makanan dan minuman Nana menatap Jordan yang sedang menatap nya, Aleta bingung dengan keadaan ini.


"Nona saya permisi ke toilet dulu." Ucap Nana,Anes dan Aleta mengangguk.


"Hmmm." Balas Anes dan Aleta.


"Kamu sudah bilang kepada Dean kalau kamu akan pergi ke mall?" Tanya Jordan.


"Sudah." Balas Anes.


"Jordan bukankah kamu menyukai seseorang tapi kenapa kamu pergi dengan dia." Ucap Aleta, Yuna menoleh menatap Jordan yang duduk di sampingnya.


"Ini tidak seperti apa yang kalian pikirkan." Ucap Jordan, lelaki itu merasa Nana sangat lama dan tidak kembali.


"Nes aku permisi ke toilet." Ucap Jordan, Anes mengangguk dan tersenyum tipis.


"Silahkan." Balas Anes.


"Kau yakin ingin bersama Jordan?" Tanya Anes kepada Yuna setelah kepergian Jordan.


"Tentu saja dia pilihan orang tuaku." Jawab Yuna.


"Apakah kamu tahu jika Jordan menyukai Nana." Ucap Anes, Yuna mengernyit menatap Anes.


"Nana?" Tanya Yuna.


"Wanita yang tadi bersama dengan kami." Ucap Aleta ikut membantu Anes, setelah hanya diam seperti orang bo*oh akhirnya Aleta paham rencana Anes.


"CK, itu tidak mungkin aku tahu wanita seperti apa yang menjadi tipe Jordan." Ucap Yuna.


"Memangnya seperti apa?" Tanya Anes dan Aleta.


"Kau pikir aku tidak tomboi? Aku bahkan lebih tomboi dari Nana, aku seperti ini karena sudah menikah dengan Deandra saja." Ucap Anes, Yuna terdiam menatap Anes.


"Sebenarnya apa yang kalian inginkan?" Tanya Yuna, Anes tersenyum tipis.


"Kau pikirkan baik-baik sebelum merasa yakin jika kamu mampu bersama dengan Jordan, tapi jika kamu kekeh ingin bersamanya maka kamu harus menerima jika cintanya bukan untukmu." Ucap Anes, Yuna meremat tangan nya mendengar perkataan Anes.


"Harus nya kamu paham jika Jordan sampai pergi menyusul Nana yang tidak kembali dari toilet, bukankah ini terlalu lama." Ucap Aleta, Yuna menggebrak meja.


"Akan aku pastikan jika Jordan benar-benar ke toilet dan bukan untuk menemui asisten kamu." Ucap Yuna.


"Silahkan." Balas dua wanita hamil itu.


Sementara itu di toilet Nana berniat untuk kembali kepada Anes, namun tiba-tiba saja Jordan menarik tangan nya menuju lorong yang terlihat sepi.


"Tuan apa yang anda lakukan." Ucap Nana menepis tangan Jordan.


"Kamu nangis?" Tanya Jordan saat melihat wajah sembab Nana.


"Tidak." Balas Nana mengusap wajahnya.


"Jangan bohong kamu nangis kan na." Ucap Jordan.


"Tidak saya tidak menangis." Ucap Nana, Jordan menangkup wajah cantik Nana dan keduanya saling bertatapan.


"Na kamu masih berpikir kalau saya main-main dengan kamu? Na sungguh saya serius kepada kamu." Ucap Jordan, Nana menatap mata Jordan.


"Tuan anda sudah memiliki nona Yuna jadi untuk apa masih seperti ini kepada saya? Bukankah pilihan orang tua itu selalu baik." Ucap Nana.


"Tapi saya tidak mencintai Yuna Nana." Ucap Jordan.


"Tuan saya mohon jangan seperti ini." Ucap Nana, mata wanita itu mula berkaca-kaca.


"Saya mencintai kamu." Ucap Jordan.


"Tuan lepaskan saya." Ucap Nana.


"Terima saya na saya mohon, mami tidak memandang wanita seperti apa yang akan saya nikahi. Mami hanya ingin istri saya nanti menyayangi saya dengan tulus, na saya bahagia saat melihat kamu saya mohon terima saya." Ucap Jordan.


"Tu_tuan lepas." Ucap Nana.


"Gak saya dan akan lepasin kamu." Ucap Jordan dan malah memeluk tubuh Nana.


"Jordan." Teriak Yuna, wanita itu berjalan mendekati Jordan dan Nana.


"Yuna." Lirih Jordan.


"Lepasin dia." Ucap Yuna, wanita itu menarik tubuh Nana yang ada dalam pelukan Jordan.


"Yuna kamu apa-apaan si." Sengit Jordan.


"Jordan aku calon istri kamu dan kamu sudah janji akan memberikan kesempatan untuk aku, tapi apa ini hah apa?" Teriak nya, Yuna menatap Nana yang terdiam.


Plaaakk... Tangan Yuna mendarat mulus di pipi Nana.


"Nana." Teriak Anes,wanita itu langsung menarik Nana kedalam pelukannya.


"Jaga sikap kamu ya." Ucap Aleta.


"Harusnya dia yang menjaga sikap, bisa-bisanya dia memeluk calon suami orang." Teriak Yuna.


"Yuna aku yang memeluk Nana kamu kenapa malah marah kepada Nana, marahi aku karena aku yang memeluk nya." Ucap Jordan.


"Jordan cukup! Kamu jangan belain dia." Teriak Yuna.


"Jaga sikap kamu sebelum saya mengambil tindakan." Ucap Anes dengan datar dan dingin.


"Apa tindakan apa yang akan kamu ambil, mau membuat saya pergi dari sini. Atau mau mengadukan saya kepada suami kamu yang berkuasa itu." Teriak Yuna.


"Yuna cukup! Saya memang memberikan kamu kesempatan tapi bukan berarti kamu bisa ikut campur urusan pribadi saya, satu lagi jaga sikap kamu sebelum saya memutuskan jika kamu bukan wanita yang baik untuk saya!" Tegas Jordan, Yuna terdiam wanita itu bungkam mendengar perkataan Jordan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊