Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 51


Ike yang saat itu melihat Deandra menggendong Anes kegirangan, dia langsung menghampiri tuan dan nona muda nya.


"Nona Anes kenapa tuan?" Tanya Ike.


"Anes kelelahan Ike." Jawab Deandra, membuat Ike semakin senang.


"Benarkah, ternyata tuan kuat juga ya tuan." Ucap Ike, Dean mengernyit kuat apa yang dimaksud oleh Ike.


"Ike ambilkan air untuk mengompres Anes ke." Ucap Deandra.


"Nona Anes sakit tuan?" Tanya Ike lagi.


"Iya badan Anes demam lagi." Ucap Deandra, ia tahu mungkin karena selama disana istirahat Anes kurang.


"Baik Ike ambilkan tuan." Ucap Ike, wanita itu berlari menuju dapur.


Di kamar Deandra merebahkan tubuh Anes di atas tempat tidur, saat Dean akan pergi tiba-tiba saja Anes memegang tangan nya.


"Nes." Panggil Dean.


"Daddy." Lirih Anes, Deandra mengernyit dan duduk di samping Anes.


"Nes kamu kenapa?" Tanya Dean.


"Daddy jangan tinggalin aku dad." Lirih nya lagi.


"Anes kenapa kok manggil-manggil Daddy nya." Gumam Dean.


"Nes ini aku Dean." Bisik Deandra.


"Daddy jangan tinggalin Anes hiks... Anes gak mau Daddy pergi." Lirih nya.


"Anes mimpi gak si." Gumam Dean, dia memegang kening Anes dan demam nya semakin tinggi.


Dalam mimpi Anes....


"*Daddy." Panggil Anes, saat melihat Daddy yang berjalan mendekati Anes.


"Girls bagaimana keadaan kamu nak, kamu baik-baik saja." Ucap dad Justin.


"Anes baik-baik saja dad." Ucap Anes.


"Daddy senang jika kamu baik-baik saja, itu artinya Daddy dan mommy tidak salah memilih Deandra untuk menjadi suami kamu." Ucap dad Justin.


"Daddy kenapa ngomong kaya gitu?" Tanya Anes.


"Daddy dan mommy gak bisa selamanya menjaga kamu sayang, ada saat nya Daddy dan mommy pergi." Ucap dad Justin.


"Daddy jangan pergi Daddy jangan tinggalin Anes." Lirih nya.


"No girls Daddy tidak pergi untuk sekarang, mungkin nanti ada saat nya Daddy pergi." Ucap dad Justin.


"Enggak Anes gak bisa tanpa Daddy." Lirih nya.


"Bisa kamu bisa tanpa Daddy sayang." Ucap nya.


"Enggak." Lirih Anes lagi.


"Ada Deandra yang akan menjaga kamu." Ucap Daddy, Anes menggelengkan kepalanya dan menangis tersedu-sedu.


"Anes gak mau sama Dean dad hiks, plis jangan tinggalin Anes. Daddy sudah menyerahkan putri Daddy kepada laki-laki yang tidak mencintai putri Daddy, dan sekarang Daddy ingin pergi meninggalkan Anes ini gak adil." Raung nya, dad Justin terlihat menitihkan air matanya dan itu membuat Anes semakin sedih.


"Tidak sayang Dean mencintai kamu." Ucap Daddy lagi.


"Dad Anes rela ninggalin Dean asal Anes bisa terus bersama mommy dan Daddy, gak apa-apa Anes gak sama Dean dad Anes gak mau hidup dengan laki-laki yang tidak mencintai Anes." Ucap Anes.


Dan dalam mimpi itu terlihat dad Justin yang tersenyum manis mendengar perkataan putrinya, dad Justin merentangkan kedua tangannya agar Anes masuk kedalam pelukannya*.


"Pulang ya nak kalau kamu tidak bahagia pulang, Daddy dan mommy akan selalu ada untuk kamu. Kebahagiaan kamu lebih penting dari apapun." Ucap dad Justin.


Deandra tertegun mendengar gumaman Anes dalam tidurnya, begitupun dengan Ike wanita itu mematung di ambang pintu mendengar gumaman Anes.


Dean melihat wajah Anes yang sudah basah oleh air matanya, Dean mengusap wajah Anes dan menatap wajah pucat Anes.


"Daddy Anes mau pulang." Lirih nya, Ike mendekati Dean dan memberikan kompresan kepada Dean.


"Tuan ini." Ucap Ike.


"Iya terimakasih ke." Ucap Deandra.


"Perlu Ike bantu untuk menggantikan pakaian nona tuan?" Tanya Ike lagi.


"Yasudah kalau begitu saya permisi tuan." Ucap Ike, Deandra mengangguk kepada Ike.


Dean mengompres kening Anes dan itu membuat Anes terbangun dari tidurnya, Anes menatap mata Dean yang kini sedang menatap nya.


"Istirahat ya." Ucap Dean tersenyum, Anes menitihkan air matanya.


"Dean aku ingin pulang." Ucap Anes.


Deeeggg... Deandra mematung mendengar perkataan Anes, ia menatap Anes dengan sendu. Dean tidak ingin berjauhan dengan Anes Dean ingin selalu ada di samping Anes, Dean menggelengkan kepalanya.


"Enggak aku gak akan biarin kamu pulang." Ucap Dean.


"Aku mau pulang Dean." Lirih nya, Anes sedang manja saat ini. Jika Anes sedang merasa tidak nyaman dan tidak enak hati maka Daddy dan mommy lah sumbeh ketenangan Anes.


"Anes ada aku disini aku gak akan ninggalin kamu." Ucap Deandra.


Anes menatap manik mata Deandra dan terdiam, apakah keputusan Anes untuk membuka hatinya itu sudah benar.


"Kamu lapar?" Tanya Dean.


"Tidak." Jawab Anes.


"Mau apa katakan saja." Ucap Deandra.


"Tidak mau apa-apa aku ingin istirahat, bisa kamu tinggalkan aku sendiri?" Ucap Anes, Deandra terdiam lalu mengangguk.


Dean keluar dari kamar nya dan memanggil Ike, Dean duduk di sofa depan pintu kamar nya.


"Ike." Panggil Dean.


"Iya tuan ada apa?" Tanya Ike.


"Tolong kamu jaga Anes, saya mau pergi dulu." Ucap Deandra.


"Baik tuan." Jawab Ike, Dean bangun dari duduknya dan pergi keluar rumah.


Dean sudah janjian dengan Joe dan Jordan, mereka akan berkumpul di restoran milik Jordan. Sementara itu dad Justin merasa tidak tenang dan tiba-tiba mengingat Anes.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya mom Dea.


"Aku tiba-tiba teringat Anes mom." Ucap dad Justin.


"Anes baik-baik saja kamu lupa jika ada Deandra yang menjaga nya." Ucap mom Dea.


"Bukankah Anes sedang pergi bersama dengan Aleta." Ucap dad Justin, yang belum tahu jika putrinya sudah kembali.


"Kata Aleta Deandra menyusul Anes kesana dad, jadi kamu tidak perlu khawatir jika putri kita berada di tangan laki-laki yang tepat." Ucap mom Dea.


"Dean sampai menyusul Anes?" Tanya dad Justin.


"Iya, Azka juga pergi karena Aleta meminta Azka untuk menjemput nya." Ucap mom Dea.


"Baiklah aku harap Anes memang baik-baik saja." Ucap dad Justin, ia teringat Anes yang masih tinggal di rumah.


Anes selalu memanggil nya Daddy, jika ada apa-apa Anes selalu bilang Daddy tidak perlu mengotori tangan Daddy ada aku kak ai dan Alexi yang akan melindungi Daddy.


Anes anak perempuan satu-satunya yang sangat disayangi oleh dad Justin, tapi bukan berarti Daddy tidak sayang kepada Alexi adik kembar Anes.


(Semoga kamu baik-baik saja girls, pulanglah jika kamu sedang tidak baik-baik saja seperti biasa kamu akan berlari dan memeluk Daddy. Kamu sama seperti wanita yang lainnya, kamu pantas untuk mengeluh dan menangis jangan terus-menerus menyembunyikan semua rasa sakit yang kamu rasakan.) Batin dad Justin, mom Dea menatap suaminya yang memikirkan Anes.


Sebenarnya mom Dea juga kepikiran tentang Anes, hanya saja mom Dea tubuh ingin membuat suaminya semakin kepikiran tentang putri nya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊