
"Kak." Lirih gadis itu membuat Deandra yang masih menautkan kening nya dengan kening Anes menoleh, Dean menatap mata bulat gadis itu yang mengerjap lucu seperti mata bulat Kenzie yang akan mengerjap lucu saat menatap nya.
"Cya." Balas Deandra, lelaki itu menjauhkan kepalanya dari kepala Anes dan mengusap kening Anes yang basah karena air matanya.
"Mami meminta aku untuk memanggil kakak." Ujar nya, Deandra terdiam dan menatap Anes yang masih tak sadarkan diri.
"Untuk apa?" Tanya Deandra.
"Mungkin meminta kakak untuk makan, bukankah sejak tadi pagi kakak belum makan." Ujar gadis cantik itu.
"Tidak kakak tidak mau makan." Ucap Deandra.
"Kak Cya tahu kakak sedih tapi kakak harus makan, jika kakak sakit nanti siapa yang akan menjaga dan menghibur kak Anes." Ujar nya, Deandra menatap sendu wajah cantik Cya.
Lucya Liona Gavriel, adalah putri bungsu dari adik mama Deandra. Bisa dibilang status Lucya dan Liza itu sama jika Liza adalah kakak sepupu untuk Deandra, maka Lucya adalah adik sepupu untuknya.
Lucya begitu menyayangi Dean seperti kakak nya sendiri, meskipun dulu kasih sayang Deandra hanya untuk Kenzie tapi wanita itu tidak merasa iri bahkan dirinya juga sangat menyayangi Kenzie yang saat ini sudah benar-benar meninggalkan dirinya dan seluruh keluarga.
Lucya marah saat mendengar kabar jika Ken sudah tiada, ia kecewa bahkan kabar itu sampai saat Cya baru tiba di tanah air tadi malam karena beberapa hari yang lalu gadis cantik itu tengah berlibur bersama teman-teman nya.
Ia sempat berpikir kenapa semua orang membiarkan Kenzie bocah lucu itu sakit, kenapa tidak ada yang membawanya ke rumah sakit? Tapi setelah ia tahu kebenaran nya Lucya kecewa kepada Liza dan teman-teman nya yang justru mengorbankan nyawa Kenzie hanya demi membebaskan Liza yang sedang di hukum.
"Tapi kakak tidak bisa meninggalkan Anes Cya." Ucap Deandra.
"Kak Cya bisa menjaga kak Anes disini kakak pergi makan dulu, kalau kakak sakit itu hanya akan membuat kak Anes semakin sedih." Ujar nya, dengan malas Deandra pun mengangguk dan pergi meninggalkan Anes.
Setelah kepergian Deandra Lucya menghampiri Anes dan duduk di samping wanita yang terlelap dengan cantik, wajah sembab Anes menggambarkan betapa sedihnya ia saat ini.
Lucya wanita itu meraih tangan Anes dan menggenggam nya lembut, di usianya yang baru menginjak usia remaja Cya juga ingin memiliki kakak perempuan pasalnya ia adalah anak perempuan satu-satunya karena memiliki satu kakak laki-laki yang sudah menikah.
"Kak kau wanita yang sangat baik dan tulus, maaf karena aku tidak hadir di acara pernikahan kamu dulu karena aku mengira kamu wanita sombong dan arogan. Tapi aku salah aku menilai kakak tanpa mengenal kakak terlebih dahulu, dan kini aku tahu kau adalah orang yang membuat Kenzie bahagia." Lirih nya, air mata Cya menetes dari sudut matanya.
"Kenzie." Lirih Anes dalam tidurnya.
"Kak." Panggil Cya.
"Ken hiks jangan tinggalin tante." Isak tangis Anes, membuat hati Cya seakan tertusuk duri.
"Kak ini Cya." Lirih nya, Ike yang mendengar suara lirih Anes di depan pintu pun langsung masuk kedalam kamar tuan dan nona nya.
Karena memang ia di tugaskan untuk menjaga Anes oleh Deandra, begitupun dengan suster kedua wanita itu setia menunggui Anes.
"Nona." Panggil Ike mengelus tangan Anes.
Anes terlihat mengerjapkan matanya dan menatap mata bulat Cya yang mengerjap karena terkejut, Anes tertegun mata bulat itu sama seperti mata bulat Kenzie.
"Kenzie." Lirih Anes, ia bangun dari tidurnya dan mengelus wajah cantik Lucya.
"Kenzie katakan ini mimpi kan." Ucap Anes.
"K_kak aku bukan Kenzie." Lirih Cya, Anes menjauhkan tangannya dari wajah gadis itu.
"Dimana Kenzie?" Tanya Anes.
"Kak Anes tenang ya jangan seperti ini." Ucap Cya.
"Katakan dimana Kenzie." Kekeh Anes.
"Nona minum dulu nona." Ucap Ike memberikan minum kepada Anes.
"Nona tenang tarik nafas nona." Ucap Ike, dan setelah Anes terlihat tenang Ike tersenyum manis kepada nona nya.
"Tuan muda Ken sudah berbahagia di rumah barunya nona, nona harus bahagia apa nona lupa jika kebahagiaan nona adalah kebahagiaan tuan muda Kenzie." Ucap Ike, lagi-lagi air mata Anes menetes.
"Iya Ike tahu nona tuan Ken yang membawa cinta tuan muda untuk nona, tapi saat ini tuan muda Ken sudah tenang disana." Ucap Ike, Cya menatap Ike meminta penjelasan.
"Dimana Dean?" Tanya Anes menatap Ike, Anes sama sekali tidak menatap Cya bukan tidak menyukai Cya tapi tidak mengenal gadis itu.
"Tadi mami memanggil kak Dean untuk memintanya makan." Lirih Cya, ia merasa Anes seperti tidak menganggap keberadaan nya.
"Kamu." Lirih Anes, baru kali ini Anes sadar jika ada sosok lain.
"Aku Lucya adik sepupu kak Dean." Jawab gadis cantik itu.
"Matamu mengingatkanku kepada Kenzie." Lirih Anes, Cya terdiam mendengar perkataan Anes.
"Maaf tapi memang banyak yang mengatakan jika aku mirip dengan Kenzie." Lirih nya.
"Nona Cya maafkan nona Anes mungkin nona baru pertama kali melihat anda." Ucap Ike.
"Tidak apa-apa ini memang salah saya karena saya tidak datang saat mereka menikah." Ucap Cya, Anes terdiam sampai akhirnya Deandra muncul dan langsung memeluk tubuh Anes.
"Sayang." Lirih Dean, Anes diam lagi-lagi air matanya menetes.
"Dean kamu punya adik sepupu perempuan." Lirih Anes, Cya menunduk melihat Anes dan Deandra.
"Hmmm, dia Lucya anak dari adiknya mama." Ucap Deandra, saat itulah Anes mencoba untuk tersenyum manis kepada Cya.
"Kamu lapar hmmm." Ucap Deandra, lelaki itu memgecup setiap inci wajah cantik Anes.
"Tidak." Balas nya.
"Sayang kamu harus makan jika kamu tidak makan bagaimana dengan anak-anak kita." Ucap Deandra, Lucya mengernyit dan memiringkan kepalanya tingkah Cya ini terlihat polos dan menggemaskan.
"Kakak sedang hamil." Ucap Cya, Ike tercengang bukankah tadi Cya yang menemani Anes.
"Apa aku tidak melihat perut buncit kakakmu." Ucap Deandra, Cya menggeleng lugu.
"Tidak aku hanya fokus kepada wajahnya yang cantik dan menggemaskan." Ucap Cya, Anes ingin tersenyum dan mencubit gemas hidung Cya namun mood nya masih belum kembali.
"Menyebalkan." Sinis Deandra, ia mencoba bersikap biasa saja.
Dean yang berstatus sebagai anak tunggal ia tidak ingin melukai hati Cya yang sudah ia anggap sebagai adiknya, semenjak Kenzie hadir Dean melupakan Cya dan memberikan semua perhatian nya kepada Kenzie.
Namun satu yang Deandra sukai dari Cya gadis remaja itu bahkan tak merasa cemburu, Cya malah senang jika melihat Kenzie dengannya karena Cya mengatakan Dean dan Kenzie seperti seorang anak dan ayahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊