Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 275


Keesokan harinya Anes sedang menyiapkan sarapan pagi, Deandra yang tiba-tiba muncul dan langsung memeluk Anes dari belakang pun membuat Anes sedikit terkejut.


"Ashh, sayang kau mengagetkan aku." Ucap Anes, Deandra tertawa kecil membuat Anes sedikit merinding mendengar suara tawa suaminya.


"Bukankah setelah memiliki Alden dan Alexa kita jarang sekali melakukan keromantisan seperti ini." Ucap Deandra, Anes menghela nafasnya dan tersenyum manis.


"Apakah harus seperti ini sekarang, hmmm." Ucap Anes, Dean membalikan tubuh Anes sampai keduanya berhadapan.


"Tentu saja, jangan jadikan kedua anak-anak kita sebagai penghalang untuk aku bersikap manis kepada kamu." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil dan mencubit gemas hidung mancung suaminya.


"Bukan itu yang aku maksud sayang, tapi saat ini kita sedang berada di dapur tidak mungkin untuk kita melakukan nya." Ucap Anes.


"Benarkah? Tapi anak-anak belum ada yang bangun honey, bukankah kita bisa melakukan nya dengan cepat." Ucap Deandra, Anes memelototkan matanya.


"Tidak sayang kamu jangan aneh-aneh, selain Alexa dan Alden dirumah ini juga ada Lucya dan para pelayan." Ucap Anes lagi.


"Pelayan mana yany berani masuk ke dapur jika ada aku disini honey." Bisik Deandra, membuat bulu kuduk Anes berdiri.


"Tidak jangan sekarang." Ucap Anes.


"Jangan jadi istri yang berdosa karena menolak keinginan suaminya sayang." Ucap Deandra, Anes menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak menolak tap_" Ucapan Anes terhenti, karena Deandra menutup pintu yang terhubung ke dapur.


Tanpa menunggu lama Deandra langsung mengukung tubuh Anes dan menyerang nya, Anes benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa lagi karena Deandra benar-benar membuat nya sulit untuk bergerak.


"Sayang lakukan dengan cepat." Ucap Anes dengan resah, ya resah ia takut jika kedua anaknya muncul.


"Santai honey." Ucap Deandra, lelaki itu memperlihatkan senyum kebahagiaan karena berhasil membuat Anes tak berkutik.


"Sayang." Lirih Anes di sela-sela kegiatan nya.


"Yes honey." Balas Deandra, cukup lama keduanya beradu kekuatan akhirnya Dean menyelesaikan misi nya.


"Thank you honey." Ucap Dean memgecup kening Anes.


"Kau g*la." Lirih Anes dengan nafas yang terengah-engah, Deandra tertawa lalu merapikan kembali pakaian istrinya.


"Aku g*la karena kamu, lanjutkan masak nya aku akan membersihkan diri dulu." Ucap Deandra, membuat Anes menganga menatap kepergian suaminya.


"Lihatlah lelaki itu pergi tanpa dosa, apakah semua lelaki seperti itu ia akan pergi begitu saja setelah mendapatkan apa yang dia mau." Grutu Anes, wahh benar-benar Deandra lelaki itu membuat Anes sedikit kesal.


Setelah selesai menyiapkan sarapan pagi dan menata nya di meja makan, Alexa dan Alden pun turun menatap wajah datar mommy nya.


"Morning mom." Ucap Alexa dan Alden.


"Morning sayang." Balas Anes tanpa ekspresi.


"Are you ok mom?" Tanya Alexa.


"Hmmm." Jawab Anes, sampai akhirnya Cya dan Deandra turun dan duduk di meja makan.


"Morning honey." Ucap Deandra memgecup kening dan pipi Anes, membuat Alden dan Alexa mengernyit dengan kelakuan manis Daddy nya.


"Apakah harus menebar kemesraan di hadapan kami dad?" Ucap Alexa.


"Memangnya kenapa toh yang tebar kemesraan itu Daddy dan mommy kalian." Ucap Deandra, Alexa dan Alden mengangguk sementara Anes menyumpah serapahi suaminya.


Deandra benar-benar terlihat seperti tidak terjadi apa-apa kepada keduanya pagi ini, dan Anes tidak suka hal itu.


Selama sarapan Anes hanya terdiam saja hal itu sangat tidak biasa sekali, Alexa memperhatikan mommy nya.


"Mommy kenapa diam saja?" Tanya Alexa.


"Tidak apa-apa sayang mommy baik-baik saja." Ucap Anes, Alexa mengangguk sementara Deandra tersenyum tipis.


"Yasudah kak aku jalan duluan ya." Ucap Cya.


"Kenapa sayang sarapan kamu saja belum habis." Ucap Anes lagi.


"Tidak apa kak aku sudah kenyang." Ucap Cya.


"Ah baiklah kalau begitu kamu hati-hati ya." Ucap Anes, Cya mengangguk dan menatap Alexa yang hanya menatapnya dengan diam.


"Xa mau bareng gak?" Ucap Cya berniat mengejek Alexa, ya kejadian kemarin saat mobil Alexa mogok belum di ketahui oleh Anes, Deandra dan Alden.


"Ohh gitu, yasudah kalau gitu kamu hati-hati dan jangan lupa isi bensin ya biar gak mogok lagi." Ceplos Cya, membuat Alexa melotot mendengar perkataan Cya.


"Mogok?" Tanya Anes, Dean, dan Alden.


"Hmmm, kemarin mobil Alexa mogok katanya si dia lupa isi bensin." Ucap Cya, Alden menatap Alexa dengan wajah mengejek.


"CK, gaya doang anak bungsu dari keluarga Gavriel beli bensin aja gak bisa." Ledek Alden.


"Enggak gitu ihh aku lupa." Ucap Alexa membela diri.


"Xa yang benar saja mobil kamu gak ada bensin nya." Ucap Deandra.


"Alexa lupa dad sungguh." Ucap Alexa malu.


"Yakali si xa mommy harus bikin S*BU di rumah biar kamu gak kelupaan." Ucap Anes.


"Aaaaa, mommy beneran Alexa lupa kakak ihhh. Lagian kan biasanya Alexa tinggal pake doang gak harus ngisi bensin." Ucap Alexa.


"Ini nih ciri-ciri manja yang sesungguhnya, kamu mobil saja sudah tinggal pake ini pake nawar. Biasain mandiri lah xa yakali perkara bensin doang harus di siapin orang rumah." Ucap Alden.


"Alden gak usah banyak ngomong." Ucap Alexa, Deandra tertawa mendengar perdebatan kedua anaknya.


"Sudah-sudah lain kali kalau mau pergi di cek dulu jangan main bawa saja." Ucap Deandra, Alexa mengangguk dan mengerucutkan bibirnya.


Ia menatap Cya dengan tatapan kesal, sementara Cya menatap Alexa dengan wajah mengejek nya. Anggap saja itu balasan karena Alexa pernah meninggalkan Cya di mall.


"Yasudah kak kalau begitu aku jalan dulu." Ucap Cya.


"Iya sayang kamu hati-hati." Ucap Anes, Cya mengangguk dan tersenyum kepada Anes.


"Aku juga deh mom." Ucap Alden, Alexa menatap Alden dengan kesal.


"Iya boy hati-hati." Ucap Anes.


"Kamu gak mau bareng aku xa, gak takut mobil nya mogok lagi." Ejek Alden.


"Gak aku bisa sendiri." Kesal Alexa, Alden tertawa kecil membuat Alexa kesal.


"Kamu gak jalan juga girls." Ucap Deandra.


"Ini mau kok dad, yasudah aku pergi ke sekolah dulu ya dad mom." Ucap Alexa, tak lupa juga ia mengecup pipi Anes dan Deandra.


"Iya sayang hati-hati okey." Ucap Deandra, Alexa pun mengangguk dan pergi.


Kini tinggallah Anes dan Deandra yang saling bertatapan, Dean tersenyum manis kepada Anes dan.


"I'm sorry honey, aku ke kantor dulu." Ucap Deandra, tak lupa memgecup kening Anes.


"Hmmm, hati-hati." Ucap Anes, Deandra pun mengangguk dan pergi.


"Huuuhhh, untung sayang." Ucap Anes, ia menatap kepergian Deandra dengan senyum manis di bibir nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏