Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 101


Setelah selesai sarapan pagi Dean menghampiri Anes yang sedang duduk bersantai di ruang televisi, Anes menonton drama kesukaan nya.


"Kamu tidak ingin pergi jalan-jalan?" Tanya Deandra, Anes menoleh menatap suaminya.


"Mau jalan-jalan kemana emang." Ucap Anes.


"Kemana saja terserah kamu." Ucap Deandra, Anes mengangkat bahu dan menggelengkan kepalanya.


"Enggak ah, mending kamu fotoin aku di dekat laut yuk." Ajak Anes, Dean pun mengangguk dan tidak bisa menolak keinginan istri tercinta nya.


"Oke, ayok." Ucap Deandra, Anes tersenyum manis kepada Dean.


Anes dan Dean pun berjalan ke samping villa yang memang bertempat sangat dekat dengan laut, jadi hanya perlu berjalan saja sampai.


Beberapa orang yang berada di sekitar sana tercengang melihat kecantikan Anes, sementara Dean menatap orang-orang yang melihat istrinya seperti itu merasa kesal.


Ia ingin sekali memakan orang-orang yang memberikan tatapan memuja kepada Anes, dan Anes hanya memasang wajah datar bagi Anes di perhatikan seperti itu sudah tidak aneh lagi.


"Dimana?" Tanya Dean.


"Disini saja." Ucap Anes, dan Deandra mengangguk lelaki itu mulai memotret istri cantik nya.


Dean merasa jika dirinya pernah menjadi lelaki yang bo*oh karena menolak Anes, Dean membayangkan jika dulu ia tidak menikah dengan Anes mungkin wanita itu menikah dengan laki-laki lain.


Dan saat Dean memikirkan hal itu sudah dapat dipastikan ia akan jatuh cinta kepada Anes, Dean juga membayangkan hal-hal yang membuat nya sedikit takut.


Bagaimana jika saat ia bertemu Anes wanita itu bersama dengan suaminya yang ternyata bukan Deandra, bisa g*la Dean karena menyukai istri orang lain.


Tapi untung saja Anes adalah istrinya jadi Dean bebas memeluk dan memikirkan Anes, melihat suaminya sedikit melamun Anes mendekati Deandra dan duduk di hadapan suaminya.


"Ada apa, hmmm?" Tanya Anes.


"Mereka selalu menatap kamu." Ucap Deandra, Anes menoleh ke kiri dan kanan.


"CK, biarkan saja mereka memiliki mata untuk melihat apa yang ingin mereka lihat." Ucap Anes.


"Apakah harus istri orang lain yang mereka pandangi." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil dan mengecup sekilas b*b*r Dean hingga membuat beberapa orang yang menatap nya merasa terkejut.


"Aku ini milikmu, tidak akan ada yang berani merebut sesuatu yang sudah menjadi milik tuan muda Gavriel bukan." Ucap Anes, setelah mendengar nama Gavriel orang-orang itu langsung menjauh dari Anes dan Deandra.


"Cih menyebalkan, apa harus aku katakan dulu jika aku putra Gavriel baru mereka akan pergi." Ucap Deandra, lagi-lagi Anes tertawa kecil.


"Tidak perlu seperti itu juga, kau cukup tunjukkan tatapan tajam mu itu aku pastikan mereka akan pergi." Ucap Anes, ia merasa gemas kepada Dean yang sedang bermanja seperti itu.


Dean langsung mencari tubuh Anes agar wanita itu duduk di pangkuan nya, Dean menyandarkan kepalanya di pundak Anes.


"Kamu tahu aku tidak pernah berpikir untuk menikah sebelum nya." Ucap Dean, keduanya menatap birunya laut yang ada di hadapan mereka.


Baru kali ini Dean berbagi kisah pribadinya, lelaki itu cukup tertutup sebelumnya. Namun kali ini Anes berhasil membuat Deandra benar-benar merasa nyaman.


"Hmmm, kenapa seperti itu?" Tanya Anes.


"Entahlah, setelah x pergi meninggalkan aku karena dia berselingkuh dan hamil oleh orang lain aku tidak ingin menikah dan tidak ingin memiliki anak." Ucap Deandra, Anes terdiam dan mengusap tangan Dean yang melingkar di perut nya.


"Tapi saat itu kamu dekat dengan Intan." Ucap Anes, setelah beberapa hari hidup Anes tanpa melihat Intan kini wanita itu kembali menyebutkan nama Intan.


"Aku dekat dengan Intan karena Intan yang ada disaat aku merasa terpuruk, tapi kenyataannya sebelum aku meyakinkan diriku dia lebih dulu pergi untuk karier nya." Ucap Dean, oke dari sini Anes paham.


Dean memang belum memiliki perasaan terhadap Intan, dan saat itu pertemuan keduanya bisa dibilang hanya sebuah kebetulan.


"Lalu?" Tanya Anes.


"Kamu hadir." Ucap Dean, Anes mengernyit wanita itu mulai tidak terima dengan perkataan suaminya.


"Apa maksudnya aku hadir, kamu yang masuk kedalam kehidupan aku." Ucap Anes, Dean menatap kesal Anes yang memotong perkataan nya.


"Tentu saja kamu yang mulai lebih dulu dengan menabrak ku di restoran saat itu." Ucap Dean, Anes menatap suaminya dari samping.


"Tidak." Balas Anes.


"Tapi yang membuat aku terikat dengan kamu karena permintaan tidak masuk akal itu, kamu meminta aku untuk menjadi supir kamu." Ucap Anes, Dean tertawa karena semua itu memang benar.


"Dan karena itu kamu membuat aku terlambat ke kantor, terlambat meeting berkali-kali." Ucap Deandra, Anes tertawa ia sengaja pada saat itu ingin membuat Deandra marah dan kesal.


"Iya." Ucap Anes, kali ini ia mengakui kesalahannya dan tetap tertawa.


Deandra yang gemas mengigit pipi Anes, hal itu membuat Anes memekik kecil karena Dean mengigit nya.


"Sampai akhirnya kita menikah, dan saat itu juga aku ingin membuat kamu marah dan pergi dari rumah. Tapi ternyata aku salah, dari semua wanita yang dekat denganku hanya kamu yang bertahan bersamaku, dan tidak pernah meninggalkan aku." Ucap Deandra, Anes tersenyum karena Dean mempererat pelukannya.


"Apa yang akan kamu lakukan jika saat itu aku pergi?" Tanya Anes.


"Tentu saja aku akan sangat menyesalinya." Ucap Dean.


"Kamu tidak akan meminta aku untuk kembali?" Tanya Anes, Dean tersenyum tipis menatap Anes.


"Tentu saja aku akan berusaha untuk membuat kamu kembali, meskipun aku tahu jika mungkin Daddy dan mommy tidak akan mengijinkan kamu kembali kepadaku jika aku menyakiti putri satu-satunya mereka." Ucap Deandra.


"Lalu bagaimana kamu akan meyakinkan mommy dan Daddy?" Tanya Anes lagi.


"Mungkin aku akan membuat tenda di depan rumah mommy dan Daddy, agar dia merasa kasihan dan membiarkan putrinya kembali kepadaku." Ucap Deandra, Anes tertawa renyah mendengar perkataan suaminya.


Seorang Deandra yang dikenal sebagai pembisnis muda yang kejam, akan bertenda di halaman rumah Justin hanya demi Anes.


"CK, apa tidak ada hal lain yang bisa kau lakukan selain bertenda?" Tanya Anes.


"Tentu saja ada, tapi aku rasa itu yang paling ampuh karena selain merasa kasihan mereka juga akan merasa risih." Ucap Dean, semakin membuat Anes tertawa.


"Bagaimana jika mommy dan Daddy mengusir kamu?" Tanya Anes lagi.


"Katakan saja jika kamu sedang mengandung anakku." Ucap Dean menaik turunkan alis nya, Anes benar-benar tidak habis pikir dengan cara berfikir suaminya.


"G*la benar-benar g*la." Ucap Anes, Dean mengecupi leher Anes.


"Aku g*la karena kamu kok anak nya mommy dan Daddy." Ucap Dean, sudahlah Anes hanya bisa mengiyakan saja perkataan suaminya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Deandra



Aneska



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊