Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 247


Mobil yang di tumpangi oleh Deandra dan Alexa pun berhenti di pekarangan rumah, Deandra keluar lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Alexa.


Anes menatap khawatir kepada putrinya, bukan apa-apa selain menjadi kesayangan Deandra Alexa juga menjadi kesayangan dad Justin Daddy Anes.


"Mommy." Lirih Alexa berlari kecil memeluk Anes.


"Sayang maafkan mommy hmmm, karena mommy kesiangan jadi membuat kamu telat dan di hukum seperti ini." Ucap Anes mengelus kepala putrinya, sementara Alexa hanya tersenyum manis kepada mommy nya.


"Gak apa-apa kok mom aku baik-baik saja, tapi kenapa tumben sekali mommy bangun terlambat?" Tanya Alexa, hal itu membuat Anes menatap suaminya.


"Semalam mommy kamu gak bisa tidur girls jadi kesiangan." Ucap Deandra, Alexa menatap Daddy nya yang berdiri tak jauh dari posisinya dan Anes.


"Tapi Daddy juga kesiangan." Ucap Alexa, Deandra tertawa kecil dan mengelus kepala sang putri.


"Semalam Daddy pulang terlalu larut jadi telat bangun." Ucap Deandra, Alexa mengangguk ia sudah tak mempermasalahkan hal itu lagi.


"Emmm baiklah toh aku juga tidak apa-apa." Ucap Alexa.


"Tapi bagaimana kamu bisa telat sementara Alden tidak?" Ucap Anes.


"Hish, mommy seperti tidak tahu saja kelakuan putra mommy. Tentu saja dia meninggalkan aku karena lupa mungkin." Ucap Alexa, Anes dan Deandra menghela nafasnya dan tersenyum manis kepada Alexa.


"Baiklah kalau begitu kamu istirahat saja dulu di kamar, hmmm." Ucap Anes, Alexa mengangguk dan tak berselang lama mobil milik Alexa yang di kendarai oleh Cya sampai.


Wanita cantik nan elegan itu berjalan menaiki anak tangga dan menatap Alexa, Cya memberikan kunci mobil milin Alexa.


"Ini kunci mobil kamu." Ucap Cya, Alexa mengangguk dan tersenyum manis.


"Emmm, makasih kak." Ujar nya, Cya mengangguk dan tersenyum manis.


"Sama-sama sayang." Balas Cya, Alexa pun pergi ke kamar nya sementara Cya dan Anes masuk kedalam rumah. Jangan tanya Deandra lelaki itu kembali ke perusahaan bersama Joe.


"Bagaimana Alden dia baik-baik saja kan Cya?" Tanya Anes, selain Alexa Anes juga cukup mengkhawatirkan Alden.


"Alden baik-baik saja kak hanya tadi kak Dean meminta Alden untuk menemui nya." Ucap Cya.


"Syukurlah kalau memang Alden baik-baik saja." Ucap Anes, Cya mengangguk dan tersenyum manis.


Sementara itu di sebuah sekolahan elite terlihat semua siswa dan siswi keluar dari kelas nya, karena ini sudah jam pulang sekolah.


Vani dan Ardan menghampiri Alden yang akan mengendarai motor miliknya, Vani sedikit kepo dengan hukuman yang akan di terima oleh Alden.


"Al tadi Daddy kamu bilang apa?" Tanya Vani kepo, Alden tahu Vani pasti memihak kepada Alexa secara kedua wanita itu sangat dekat.


"Tidak ada, kenapa memangnya?" Ucap Alden.


"Tidak apa-apa cuma nanya doang." Ucap Vani, Ardan memicingkan matanya menatap Vani.


"Sulit di percaya kalau Vani cuma nanya doang, pasti mau laporan kan ke Alexa kalau Alden di hukum." Ucap Ardan, membuat Vani tertawa kecil mendengar nya.


"Jangan buka kartu bisa gak Ar?" Ucap Vani, Ardan dan Alden pun tertawa kecil.


"Oiya Al mau langsung pulang ke rumah atau mau kemana dulu?" Tanya Ardan.


"Gak deh aku harus pergi ke kantor Daddy dulu." Ucap Alden.


"Mau aku temani?" Tanya Ardan, Alden menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"Gak usah Ar udah sore juga takut mami kamu nyariin." Ucap Alden , Ardan pun mengangguk dan menatap Alden yang sudah pergi melajukan motornya.


"Daddy Alden galak ya Ar?" Tanya Vani.


"Enggak lah mana berani om Dean galak ke anaknya, apalagi Alden itu anak cowo satu-satunya ya bisa dibilang ahli waris utama lah." Ucap Ardan keceplosan, Vani membulatkan matanya.


"Maksudnya gimana Ar? Kan ada Alexa kenapa Alden jadi yang utama?" Tanya Vani, wahh jiwa kepo Vani semakin meronta-ronta.


"Kepo bener jadi orang Van, dari pada kepo ih Alden mending kepoin aku." Canda Ardan, membuat Vani mendecih mendengar nya.


"CK, gak ya gak ada kaya gitu." Kesal Vani, Ardan tertawa sampai satu gadis cantik berlari menghampiri mereka.


"Arandita bisa gak si gak teriak-teriak, aku gak budek." Ucap Vani, Ara tertawa kecil mendengar perkataan Vani.


"Ya maaf kak aku kan gak sengaja kebablasan." Ucap Ara, Vani dan Ardan menggelengkan kepalanya.


"Gak paham lagi aku sama kamu Ra." Ucap Vani, Ara tertawa lalu menatap parkiran motor Alden yang kosong.


"Loh kak Alden sudah pulang?" Tanya Ara.


"Seperti yang kamu lihat apakah motor Alden masih ada?" Ucap Ardan.


"Gak ada, tapi kenapa tumben sekali kak Alden pulang duluan?" Ucap Ara, Ardan menghela nafasnya ternyata bukan hanya Vani yang kepo Ara juga bisa lebih kepo dari pada Vani.


"Ra mau balik bareng gak? Kalau mau masuk mobil, tadi papi kamu bilang supir gak bisa jemput." Ucap Ardan, Ara pun mengangguk dan menoleh kepada Vani.


"Kak Ara pulang duluan ya takut kak Ardan berubah pikiran." Ucap Ara, Vani tertawa kecil dan mengangguk membuat Ara dan Ardan pulang lebih dulu dari Vani.


Sementara itu Alden berjalan memasuki gedung perusahaan milik Daddy nya, tak lupa masker yang ia kenakan untuk menutupi wajahnya nya.


"Selamat siang ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang resepsionis, saat Alden menghampiri meja nya.


"Siang apakah Daddy ada di ruangan nya?" Tanya Alden, membuat resepsionis itu mengernyit. Jujur saja semenjak dewasa Alden jarang sekali memperlihatkan wajah nya, dan itu membuat para karyawan tidak Taku bagaimana tampan nya wajah Alden sekarang.


"Daddy?" Tanya resepsionis itu dengan bingung.


"Ah tuan Deandra, kenalkan saya Alden putranya." Ucap Alden, resepsionis itu mengerjapkan matanya tak percaya.


"A-ada tuan muda, tuan ada di ruang kerja nya." Ujar resepsionis.


"Oke thank you." Ucap Alden lalu pergi begitu saja, resepsionis itu merasa salah tingkah melihat tatapan tajam Alden.


"Kamu kenapa?" Ucap rekan kerja nya.


"Putra termuda di keluarga Gavriel." Ujar nya, menunjuk Alden yang masuk kedalam lift.


"Hah? Maksud kamu tuan muda Alden?" Tanya rekan kerja nya lagi.


"Iya demi apa si ganteng banget." Ucap nya polos, padahal dia sendiri tidak melihat jelas wajah Alden.


"Hah? Tapi dia pake masker gimana kamu tahu kalo dia ganteng?" Tanya rekan kerja nya.


"Ah benar juga, tapi dia putra nona Anes dan tuan Deandra aku yakin dia tidak kalah tampan dari Daddy nya." Ucap resepsionis itu, membuat rekan nya tertawa mendengar perkataan itu.


"Ya ya baiklah terserah." Ujar rekan kerja nya, entahlah pesona Alden memang tidak bisa di bohongi jika ia tampan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊