Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 195


Waktu begitu cepat berlalu kini usia baby Alden dan Alexa sudah menginjak usia enam bulan, kedua bayi itu sedang lucu-lucunya dan Anes benar-benar fokus menjaga kedua anaknya.


"Sayang nya mommy aduh ini kenapa gembul seperti ini sayang." Ucap Anes, Alexa dan Alden tertawa lucu membuat Anes semakin gemas.


"Sayang bukankah kamu hari ini mau ke kantor." Ucap Deandra, lelaki itu duduk di belakang Anes.


"Hmmm, tapi rasanya aku tidak bisa meninggalkan anak-anakku." Lirih Anes.


"Sayang begini kamu ajak Alexa ke kantor sementara Alden dia akan pergi denganku, ada sesuatu yang tertinggal di kantor kemarin." Ucap Deandra.


"Apakah tidak apa-apa?" Tanya Anes.


"Tentu saja tidak apa-apa, ayok mau aku antar atau pergi dengan supir?" Tanya Deandra.


"Aku pergi bersama supir saja, oiya aku akan menyusul kamu ke kantor nanti." Balas Anes, Deandra mengangguk dan mengecup kening Anes sebelum pergi.


"Lalu Cya harus kemana?" Tanya gadis cantik itu.


"Mau ikut kakak?" Tanya Anes menawarkan diri.


"Memangnya boleh?" Ucap Cya.


"Tentu saja boleh, ayok kita pergi sekarang." Ucap Anes, Cya pun mengangguk ia senang karena bisa pergi bersama dengan Anes.


Sementara itu Deandra menyetir mobil dengan menjaga Alden yang duduk di pangkuan nya, Deandra tersenyum saat tangan mungil Alden menyentuh stir mobil.


"Mau menyetir sendiri boy hmmm, nanti kalau sudah besar Daddy akan membelikan mobil-mobil yang kamu dan Alexa inginkan. Maka dari itu segeralah besar oke." Ucap Deandra, Alden mengoceh layaknya seorang bayi kecil.


"Da-da-dy." Celoteh nya.


"Sebentar lagi kita sampai." Ucap Deandra, akhirnya merekapun tiba di kantor.


Deandra berjalan memasuki gedung perusahaan beberapa karyawan menatap takjub dengan pesona Deandra, meskipun saat itu Dean tengah menggendong putra tampan nya.


"Lihat kenapa semakin hari tuan muda semakin tampan." Ujar seorang karyawan.


"Benar sekali jika tuan menginginkan istri kedua sepertinya saya mau." Canda para karyawan.


"Benar tidak masalah jika harus menerima kenyataan jika dia sudah memiliki anak, oh ya tuhan bisakah berikan kami lelaki yang sama seperti tuan muda." Ujar seorang karyawan lagi.


"CK, kau tahu yang aku dengar tuan sangat mencintai nona muda." Ujar nya.


"Yang benar saja lagian siapa yang tidak mencintai nona muda, orang canti seperti itu." Tambah mereka.


"Kalian disini itu digaji untuk bekerja bukan untuk berkhayal, lagian tuan muda mana mau punya istri kedua seperti kalian. Orang nona Anes saja sudah lebih dari cukup." Ucap Joe membuat beberapa karyawan tertawa kikuk.


"Yaelah tuan biarin apa karyawan ngayal dikit buat nambah imun gitu, biar gak suntuk kerja terus." Ucap karyawan A.


"Kalau gak mau kerja yasudah resign saja mudah bukan." Ucap Joe, beberapa karyawan tertawa mendengar perkataan Joe.


...


Siang hari Anes datang ke kantor Deandra namun kali ini tidak bersama Cya, karena gas cantik itu harus pergi untuk membeli beberapa buku yang di butuhkan nya.


"Selamat siang." Ucap Anes, kepada resepsionis di perusahaan suaminya.


"Siang nona." Balas nya sopan.


"Saya ingin bertemu dengan tuan apakah bisa?" Ucap Anes, ya Anes memang selalu bertanya terlebih dahulu.


"Bisa nona langsung saja ke ruang kerja nya." Jawab nya lagi sopan.


"Oke terimakasih." Balas Anes, lagi-lagi para karyawan terkagum-kagum dengan kecantikan Anes.


"Ini kita punya bos kenapa cakep-cakep bener yaampun, tuan tampan nona cantik dan anak-anak nya jangan ditanya." Ucap karyawan A, padahal wajah Alexa tidak terlihat sama sekali.


"Memang nya kamu melihat wajah baby di gendongan nona?" Tanya karyawan B.


"Ya tidak, tapi aku yakin jika mereka akan seperti kedua orang tuanya." Ucap karyawan A, yang di setujui oleh mereka semua.


"Sayang." Panggil Anes saat tiba di ruang kerja suaminya.


"Kamu sudah sampai tapi dimana Cya?" Ucap Deandra.


"Ah Cya tadi ijin untuk pergi membeli beberapa buku yang dibutuhkan nya." Jawab Anes.


"Hmmm, kamu sudah selesai menemui Aleta?" Tanya Deandra.


"Sudah dia hanya memberikan beberapa berkas tentang pekerjaan Intan." Ucap Anes merebahkan tubuh mungil Alexa.


"Apakah semuanya baik-baik saja?" Tanya Dean, lelaki itu langsung memindahkan tubuh Anes ke atas pengakuan nya.


"Aku merindukanmu." Lirih Deandra.


"No honey kita sedang di kantor sekarang angan macam-macam." Ucap Anes.


"Memangnya kenapa jika sedang di kantor?" Tanya Deandra.


"Ingat kedua anakmu tidak ada yang menjaga jadi jangan aneh-aneh, jika menginginkannya maka kita harus pulang." Ucap Anes, tidak bisa di pungkiri jika Anes juga selalu merindukan suaminya.


"Baik kita pulang." Jawab Deandra cepat, membuat Anes tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.


"Deand_" Ucapan Jordan menggantung saat melihat Dean yang sedang memeluk Anes.


"Tidak bisakah mengetuk pintu dulu." Ucap Deandra.


"Sorry aku tidak tahu jika Anes ada disini lagian kau ini memang nya di rumah saja tidak cukup, sampai harus melakukan nya di sini?" Ucap Jordan.


"Ada apa kau kemari?" Tanya Deandra, tanpa menjawab perkataan Jordan.


"Ini berkas-berkas yang perlu kamu tanda tangani." Ucap Jordan, barulah Deandra mau melepaskan pelukan dari Anes.


"Kasihan sekali kamu twins datang kesini hanya untuk menyaksikan Daddy mu yang bucin itu, tapi jika kau merasa kesal kepada Daddy kalian bisa tinggal bersama denganku." Ucap Jordan kepada Alden dan Alexa.


"Siap-siap saja rumahmu akan hancur lebur kalau begitu." Ucap Deandra, Jordan tertawa karena ia tahu betapa sayangnya Deandra kepada Alden dan Alexa.


"Niatku baik hanya ingin menjaga putra dan putrimu." Ucap Jordan.


"Cih, aku juga bisa menjaganya tuan Jordan." Ucap Deandra, memberikan kembali berkas-berkas itu kepada Jordan.


"Ya ya baiklah kalau begitu aku permisi dulu, lanjutkan kegiatan yang sempat tertunda." Ledek Jordan, Deandra mendengus mendengar perkataan Jordan sementara Anes tertawa kecil mendengar nya.


"Jangan manyun dong nanti jelek." Ucap Anes.


"Pulang." Ajak Deandra langsung menggendong tubuh mungil Alden, Anes hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.


"Kalian mau kemana?" Tanya Joe yang berniat ke ruangan Deandra.


"Pulang tolong kamu selesaikan beberapa pekerjaanku." Ucap Deandra, Joe tercengang mendengar nya.


"Maafin Dean ya Joe suasana hatinya sedang buruk hari ini." Ucap Anes.


"Tidak masalah nona kalau begitu saya permisi." Ucap Joe, ia masuk kedalam ruang kerja Deandra.


"Sayang lain kali jangan seperti itu kasihan Joe." Ucap Anes, Deandra tersenyum manis kepada Anes.


"Aku tidak bisa konsentrasi jika aku merindukan istriku." Ujar nya, Anes hanya bisa tertawa kecil saja mendengar nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Deandra



Alden dan Alexa



Aneska



Lucya



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊***