
Di sebuah sekolahan elite terlihat Alexa bersama dengan Ara dan Vani sahabat nya, jangan tanya dimana Alden berada sudah dapat di pastikan jika saat ini mungkin lelaki itu tengah ada di lapangan basket.
"Xa tahu gak si kalau makin kesini si Ajeng semakin menjadi." Ucap Vani.
"Bener banget Ajeng makin aneh-aneh kak, masa dia merasa sudah menjadi kekasih kak Alden." Ucap Ara.
"Bener tuh setiap ada orang yang deketin Alden si Ajeng selalu merasa gak terima." Ucap Vani.
Dan benar saja tidak lama kemudian Ajeng datang menhampiri Alexa, dan saat ini Ajeng dan geng nya sudah berdiri dengan angkuh di hadapan Alexa.
"Kan xa apa aku bilang." Ucap Vani.
"Tau ngapain si ini orang kesini," Ucap Ara.
"Alexa aku udah sering bilang ya sama kamu jauhin Alden xa, Alden itu punya aku." Ucap Ajeng dengan percaya diri.
"What? Apa punya kamu, sejak kapan kak Alden jadi kekasih kamu." Ucap Ara.
"Kamu bisa diam gak si? Kenapa kamu selalu ikut campur urusan aku sama Alexa?" Kesal Ajeng.
"Tapi aku gak ngerasa ada urusan sama kamu jeng." Ucap Alexa.
"Xa cukup ya jangan mancing emosi aku, kalau bukan karena Alden aku gak akan ngomong baik-baik sama kamu." Ucap Ajeng.
"Tapi memang kenyataan nya kaya gitu jeng, aku gak ada urusan apa-apa sama kamu dan kalau kamu merasa punya urusan sama aku mungkin itu cuma kamu saja aku enggak." Tegas Alexa, perkataan Alexa membuat Ajeng kesal dan mengepalkan tangan nya.
...
Sementara itu di tempat lain terlihat Cya yang berjalan keluar dari ruang kerja nya, Cya berjalan menuju meja sekretaris nya.
"Selamat siang nona." Ucap sekretaris Cya.
"Siang, saya ada urusan dan jika ada yang mencari saya katakan saja jika saya sedang tidak di kantor." Ucap Cya,
"Baik nona." Jawab sekretaris nya dengan sopan.
Wanita cantik itu beralan memasuki mobil nya, tiga puluh menit berlalu setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Cya pun sampai di depan gedung perusahaan kekasih nya, namun saat Cya akan keluar dari mobil pandangan nya teralihkan oleh sosok yang sangat ia kenali.
Siapa lagi jika bukan kekasih nya, ya Cya melihat kekasih nya merangkul pinggang seorang wanitaentah siapa wanita itu.
"Bersama siapa dia? Kenapa terlihat begitu dekat seperti sepasang kekasih." Gumam Cya.
Karena rasa penasaran yang tinggi Cya pun memutuskan untuk mengikuti lelaki itu, dalam hatinya Cya mulai merasa tidak tenang. Jujur saja Cya belum siap untuk sakit hati.
Di tempat lain terlihat Alexa yang baru saja keluar dari kelas nya, Vani yang melihat Alexa berjalan keluar dari kelas pun mengejar Alexa.
"Alexa tunggu." Teriak Vani.
"Ada apa si van pake teriak-teriak?" Ucap Alexa.
"Lupa nih pasti." Ucap Vani.
"Lupa apa si?" Ucap Alexa.
"Kita udah janjian mau nonton bareng di mall gimana si Xa." Greget Vani, Alexa yang baru ingat dengan rencana mereka pun menepuk dahi nya sendiri.
"Haha, maap aku lipa van." Ucap Alexa.
"Sekarang sudah ingat ayok kita ke parkiran buat nunggu Ara." Ucap Vani.
"Oke." Ucap Alexa.
Tidak lama menunggu Ara pun tiba dengan kehebohannya Ara berlari dengan bernyanyi ria, sementara Alexa sudah tidak aneh dengan kehebohan Ara.
"Arandita tolomg ya suara kamu mengalahkan speaker abang-abang t*hu bul*t." Ucap Vani.
"Iiih apaan si kak suara aku indah dan merdu kaya gini juga." Ucap Ara, Alexa hamya bisa tertawa saja dengan ocehan Ara dan Vani.
"Udah-udah gak usah debat, lebih baik kita pergi sekarang." Ucap Alexa, Ara dan Vani mengangguk dan masuk kedalam mobil untuk pergi ke mall.