
“Mama kenapa malah menangis?” tanya Pak Irawan sambil memiringkan tubuhnya dan memandang istrinya yang berderai air mata.
“Ingat saat dulu aku susah payah mengandung dan melahirkan Alamanda sampai aku mau mati.. hiks.. hiks... aku kan sering bilang pada anak itu jika nyawaku taruhan nya saat melahirkan dia. Maka mungkin Alamanda jadi sangat patuh dan sayang pada kita Pa... hiks.. hiks... dan kini dia mendapatkan suami yang dia inginkan untung dia tidak jadi istrinya juragan Darman hiks... hiks... hiks... “ ucap Ibu Irawan sambil terisak isak.. sebab sejak Alamanda masih kecil dia sering mengingatkan jika saat melahirkan Alamanda dia hampir mau mati.
“Iya Ma, Allah akan selalu melindungi anak yang baik .. Aku saat itu juga sudah bumbet otakku ga ada cara lain untuk melunasi hutang, maka lamaran juragan Darman aku terima.” Ucap Pak Irawan yang matanya mulai memerah.
“Ya sudah Ma jangan menangis lagi, Semoga Alamanda bahagia menjadi istri Tuan Marcel.” Ucap Pak Irawan sambil mengusap ujung matanya karena ada air di sana.
“Iya Pa, aku sudah suruh agar Alamanda melayani suami sebaik baiknya sudah aku suruh dia membersihkan seluruh tubuhnya sebersih bersihnya agar Tuan Marcel tidak kecewa.” Ucap Ibu Irawan
Akan tetapi tiba tiba ...
“Haduh kelupaan.” Ucap Ibu Irwan lalu bangkit dari tidurnya, dia segera melompat dari tempat tidur dan berlari menuju ke lemari.
Dia buka dengan segera pintu lemari itu dan dia ambil tas tempat baju bajunya. Dia mencari cari sesuatu.
“Kok tidak ada.” Gumam Ibu Irawan yang tidak menemukan benda yang dia cari.
“Mama cari apa?” tanya Pak Irawan sambil menoleh ke arah Sang istri yang masih sibuk mencari cari di depan lemari.
“Botol jamu buat Tuan Marcel, buatan Nenek Oji. “ jawab Ibu Irawan dengan suara agak keras.
“Sudah aku minum baru saja Ma, aku kira buat aku.” Jawab Pak Irawan
“Walah Papa.. papa .. Papa sudah tidak perlu lagi jamu.. kalau Papa minum jamu bisa bisa dengkulku yang ga kuat Pa..” ucap Ibu Irawan lalu dengan cepat menutup pintu lemari dan membalikkan tubuh untuk melangkah.
“Tapi sudah masuk perut Ma.. ini sepertinya sudah bereaksi..” ucap Pak Irawan sambil tersenyum mesum ke arah Sang istri yang sedang berjalan
“Pa, aku tidur dengan Jasmine saja..” ucap Ibu Irawan sambil melangkah menuju ke pintu kamar.
“Ma, Mama bisa memberi petuah pada Alamanda agar melayani suami dengan baik, tidak boleh mengecewakan suami. Mama kok malah akan mengecewakan suami..” ucap Pak Irawan langsung loncat dari tempat tidur lalu menarik tangan istrinya.
Reaksi jamu kuat super buatan Nenek Oji sudah beraksi di tubuh Pak Irawan. Pak Irawan pun segera menggendong tubuh istrinya dan dengan cepat dibaringkan istrinya di atas tempat tidur yang sangat luas itu.
“Kita belah duren Ma.. duren yang sudah merekah..” ucap Pak Irawan sambil menciumi istrinya dan tangannya sudah bergerilya pada tubuh istrinya lalu daster sang istri pun segera dibukanya.
Sedangkan di kamar pengantin. Marcel masih duduk di sofa dua cangkir kopi sudah dua habiskan akan tetapi Charlotte belum juga tidur. Charlotte banyak bertanya pada Alamanda tanya segala macam hal mulai dari teman sekolah paud Alamanda sampai tentang saudara saudara hingga tetangga tetangga Alamanda.
“Hmmm bisa sampai besok pagi tidak selesai selesai belum lagi nanti teman teman kerja yang dia tanyakan..” gumam Marcel yang sudah mulai gelisah.
“Charlotte hari sudah malam kamu bobok ya..” ucap Marcel bangkit berdiri dan melangkah menuju ke tempat tidur.
“Aku belum mengantuk Pa.. Aku masih ingin Mama cerita teman temannya.. “ ucap Charlotte yang berbaring sambil memeluk Alamanda.
“Sayang ceritanya dilanjutkan besok. Mama kan capek harus istirahat.” Ucap Marcel lalu dia ikut naik ke atas tempat tidur.
“Ma, Charlotte sudah minum obatnya belum?” tanya Marcel sambil menatap Alamanda dengan tatapan yang lembut.
“Sudah Pa.” Jawab Alamanda yang jantungnya kembali berdebar debar lebih kencang.
“Kok tidak mengantuk dia.” Gumam Marcel dalam hati.
“Charlotte apa perlu Papa gendong agar cepat ngantuk?” tanya Marcel sambil menatap Charlotte kening Marcel pun mengerut karena bingung.
“Apa Mama dan Papa sudah capek ingin tidur?” tanya Charlotte sambil menatap Marcel dan Alamanda.
“Iya...” jawab Marcel dengan cepat dan dengan cepat pula dia menepuk nepuk pantat Charlotte.
“Mama belum jawab.” Ucap Charlotte sambil menatap Alamanda
“Mama juga mau bobok, besok kita bangun pagi pagi katanya Charlotte ingin lihat pasar tradisional, besok kita beli makanan makanan tradisional yang sehat dan enak enak.. “ ucap Alamanda sambil membelai helai rambut Charlotte, karena pantatnya ditepuk tepuk lembut dan rambut dibelai belai sambil membayangkan besok pagi ke pasar tradisional lama lama Charlotte pun tertidur lelap....
“Ma, dia sudah tidur kita lanjut yang di kamar mandi tadi.” Ucap lirih Marcel agar Charlotte tidak terbangun. Alamanda tidak menjawab hanya matanya mengerjap ngerjap dan ke dua pipi merona merah jambu.