
Tampak tiga laki laki itu terdiam sibuk dengan pikirannya masing masing. Tuan Ernest pikirannya campur aduk antara ada rasa prihatin, khawatir , kesal menjadi satu. Prihatin dengan nasib Tuan Sam, bagaimana pun dia sudah lama mengenal dan menjadi karyawannya, khawatir jika Tuan Sam meninggal akan kesulitan menguak misteri kematian Archie dan Debora. Kesal karena selama ini Tuan Ernest begitu percaya pada Tuan Sam yang tampak baik di depan nya ternyata mengkhianati dirinya.
Sedangkan Marcel masih penasaran tentang masa lalu Nyonya Leli dan Millie.
“Aku akan bertanya pada Mama. Jika benar Millie adalah anak kandung Tuan Sam, semoga Mama terbuka hatinya orang yang dikira anak orang terpandang ternyata anak kandung seorang penjahat.” Gumam Marcel dalam hati lalu dia bangkit berdiri dia akan keluar dari kamar Tuan Ernest itu agar pembicaraannya tidak didengar oleh Bang Bule Vincent dan Tuan Ernest.
“Bro mau ke mana? Kalau kamu kenal dengan istri dan anak Tuan Sam tolong usahakan agar mereka menengok Tuan Sam yang sedang kritis itu. Siapa tahu dengan dikunjungi anaknya dia punya semangat hidup lagi bisa kita gali informasi dan jika bisa menjadi orang baik kita akan dapat pahala Bro. “ ucap Bang Bule Vincent sambil menatap Marcel yang sedang melangkah.
“Hmmm.” Gumam Marcel dan terus melangkah keluar dari ruang tamu kamar hotel itu.
Marcel segera mengambil hand phone dari saku bajunya. Dia segera mengusap usap layar hand phone miliknya untuk mencari nama kontak Sang Mama.
“Cel, cepat kamu pulang ke Mansion aku sudah kangen dengan Charlotte.” Suara Nyonya Hanson di balik hand phone milik Marcel.
“Ma, apa Mama tahu ayah kandung Millie?” tanya Marcel tho the point langsung pada tujuan nya.
“Kenapa kamu tanya itu? Kamu menyesal menikah dengan perempuan kaum marginal. Aku sudah tidak mau lagi datang ke pemukiman kumuh itu. Malu Cel punya besan macam begitu .. Ihhh.. “
“Bukan Ma, aku sangat bahagia dan puas menikahi Alamanda. “
“Terus kenapa tanya ayah Millie, ya sudah jelas Donald Bernath si birokrat dan pengusaha itu. Tapi aku tidak menyangka kalau Millie punya kekasih dan hanya ingin kekayaan kita. Kurang ajar masih saja dia kurang harta. “
“Apa Mama tahu bayinya Millie? apa Mama pernah menengok saat Milie lahir?”
“Ya, enggak lah saat itu kan kita tinggal di Amerika. Aku juga tidak berkomunikasi dengan Leli. Dan tiba tiba Leli datang mengunjungi kita di Amerika, saat dia ikut suaminya tugas study banding. Dan saat itu dia sudah punya anak Millie, Millie saat itu berusia kira kira dua tahun lah, kamu empat tahun.” Suara Nyonya Hanson di balik hand phone milik Marcel
“Aku tidak menyangka saat itu bisa ketemu dengan Leli.” Suara Nyonya Hanson lagi
“Mama tidak tahu jika Tante Leli sebelum menikah dengan Donald Bernath sudah menikah dengan laki laki lain?”
“Ma, Tante Leli itu sudah pernah menikah dengan asisten Mansion Ernestan dan dia pergi meninggalkan laki laki itu. Sekarang laki laki itu kritis, karena ditangkap akibat kejahatannya dan mencoba bunuh diri. Dan kemungkinan Millie adalah anak dari asisten Tuan Ernest itu.”
“Hah? Tapi ya biar lah sudah bukan urusan ku.” Suara Nyonya Hanson dengan nada kaget.
“Sudah kamu cepat pulang. Aku sudah kangen Charlotte.” Ucap Nyonya Hanson lagi lalu dia memutus sambungan teleponnya.
“Hmmm Mama ternyata tidak tahu. Mungkin Tante Leli merahasiakan tentang suami dan ayah kandung Millie. “ gumam Marcel dalam hati lalu dia kembali masuk ke dalam ruang tamu itu.
“Bro apa kamu sudah menghubungi Nyonya Leli?” tanya Bang Bule Vincent saat Marcel sudah duduk lagi dekatnya.
“Bang Bule saja yang langsung menghubungi dia. Mama sudah tidak mau berurusan dengan dia. Aku juga ogah.” Ucap Marcel lalu mengirim nomor kontak Nyonya Leli dan Millie pada Bang Bule Vincent.
“Aku rasa mereka tidak mau datang. Tapi cobalah siapa tahu anaknya mau datang.” Ucap Tuan Ernest sambil menatap Bang Bule Vincent yang sedang sibuk dengan hand phone miliknya.
Akan tetapi sebelum Bang Bule Vincent menghubungi Nyonya Leli. Hand phone milik Bang Bule Vincent berdering. Eveline melaporkan jika orang orang Tuan Sam sudah dibawa ke Markas dan Tuan Nyonya Ernestan bisa kembali ke Mansion Ernestan.
“Tuan Ernestan hari ini bisa kembali ke Mansion. “ ucap Bang Bule Vincent dengan segera setelah menerima telepon dari Eveline.
“Tuan bagaimana dengan istri saya. Tolong ya kontrak kerja diakhiri saja. Tuan cari saja perawat lainnya. Saya dan keluarga kecil saya juga mau kembali ke Mansion . Mama sudah rindu pada Charlotte. “ ucap Marcel sambil menatap Tuan Ernestan dengan nada dan ekspresi wajah mengiba.
“Kita tanya pada Nyonya Ernest dan Alamanda, mereka berdua yang berkepentingan.” Ucap Tuan Ernest lalu bangkit berdiri untuk mendatangi istrinya.
...
Terimakasih reader tersayang yang sudah mengikuti hingga bab ini. Maaf jika ada salah salah dari author..