
Marcel lalu mengusap usap layar hand phone miliknya untuk membuka kiriman foto dari Bang Bule Vincent.
“Sayang .. Papa menemui Oma Hanson dulu ya.. ada hal yang penting harus aku sampaikan pada beliau.” Ucap Marcel sambil menatap anak dan istrinya.
“Ingat jamu nya buat Papa semua ya..” ucap Marcel selanjutnya , lalu dia melangkah ke luar dari kamarnya untuk menemui Nyonya Hanson.
Sesaat Marcel sudah berada di depan pintu kamar Nyonya Hanson. Tadi Nyonya Hanson memang mengatakan ingin beristirahat di kamar setelah mereka melepas rindu dan nanti malam habis Maghrib, Nyonya Hanson ingin mengajak jalan jalan Charlotte.
TOK TOK TOK TOK TOK
“Ma...” ucap Marcel sambil mengetuk ngetuk daun pintu kamar Nyonya Hanson. Marcel lalu memutar pelan handel pintu itu dan mendorong dengan pelan pelan daun pintu yang tidak dikunci itu. Tampak sosok Nyonya Hanson sedang berbaring di atas tempat tidur nya sambil mengusap usap layar hand phone miliknya.
“Ma...” ucap Marcel sambil terus melangkah menuju ke tempat tidur Nyonya Hanson.
“Apa?” suara Nyonya Hanson malas.
“Leli di group dan di statusnya seperti nya menyindir kita.” Ucap Nyonya Hanson lalu menaruh hand phone miliknya di atas tempat tidur.
“Menyindir bagaimana Ma.” Ucap Marcel lalu duduk di tepi tempat tidur Nyonya Hanson.
“Menyindir kita yang besanan dengan kaum marginal.. apa kamu memang menyesal Cel? Dan kamu berusaha mendekati Millie lagi lewat teman kamu?” tanya Nyonya Hanson sambil menatap wajah Marcel.
“Kalau kamu menyesal bisa ceraikan perempuan itu diam diam, sebelum resepsi pernikahan diadakan, toh belum banyak yang tahu pernikahan kamu.” Ucap Nyonya Hanson dengan nada serous, dia memang belum bisa menerima Alamanda sebagai menantu nya.
“Tapi aku sudah tidak mau lagi besanan dengan Leli, ternyata sifatnya tidak baik. Meraka sangat ingin properti kita warisan Papa yang ada di Amerika. Niatnya hanya ingin harta kita saja.. masih kurang apa yang diberikan oleh suaminya, masih iri dengan warisan Papa hiks hiks.. Aku benar benar merasa berdosa pada Papa kamu... Leli gara gara Leli yang memprovokasi aku selingkuh hiks... hiks...” ucap Nyonya Hanson yang kini terisak isak bahkan menyandarkan kepalanya pada bahu Marcel.
“Ma, tidak ada rasa sesal sedikit pun aku menikahi Alamanda aku bahkan sangat bahagia. Mama berdoa saja semoga Papa dan Patricia bahagia di surga. Kesalahan Mama di masa lalu jangan diulang lagi.” Ucap Marcel sambil mengusap usap punggung Sang Mama.
“Bang Bule Vincent menghubungi Tante Leli dan Millie, tidak ada hubungannya dengan aku. Tetapi masalah Tuan Ernest. “ ucap Marcel selanjutnya.
“Ya jelas kenal, ini masa muda Leli.” Ucap Nyonya Hanson sambil melihat layar hand phone milik Marcel.
“Bayi ini kemungkinan bayinya Millie, saat sudah bisa berjalan dia kan dibawa mengunjungi kita. Tapi laki laki ini aku tidak kenal. Seperti nya bukan mudanya Tuan Donald. “ Ucap Nyonya Hanson selanjutnya sambil mengerutkan keningnya saat melihat foto Tuan Sam
“Dan lihat ini Ma.” Ucap Marcel selanjutnya memperlihatkan foto satunya , foto tulisan tangan Tuan Sam.
“Hah? Yang benar saja ini ayah dari Millie suami pertama Leli. Leli tidak menceritakan pada aku, mungkin dia malu jika mempunyai suami seorang Asisten rumah tangga sedangkan aku memiliki suami pengusaha sukses.” Ucap Nyonya Hanson dengan nada dan ekspresi wajah kaget.
“Ma, Tuan Sam sekarang dalam kondisi kritis di rumah sakit. Tuan Ernest masih membutuhkan informasi dari Tuan Sam tentang misteri kematian anak dan menantu nya. Tolong bujuk Tante Leli dan Milie agar mau menemui Tuan Sam...” ucap Marcel yang sudah menaruh hand phone miliknya pada saku kemejanya.
“Ogah .. malas aku bicara dengan mereka.” Ucap Nyonya Hanson
“Ma tolong Ma, kasihan Tuan dan Nyonya Ernest yang sudah usia lanjut tetapi kematian anak dan menantu nya masih menjadi misteri.” Ucap Marcel dengan nada dan ekspresi wajah yang penuh permohonan.
Dan tiba tiba ekspresi wajah Nyonya Hanson tersenyum licik.
“Ooo okey.. okey aku akan share foto foto itu di group. Biar Leli tahu rasa tidak menyindir nyindir kita lagi.” Ucap Nyonya Hanson sambil tersenyum.
“Cepat kamu kirim ke hand phone ku. Kirim juga foto kondisi laki laki itu sekarang. Desakan dari masa pasti sangat manjur agar Leli dan Millie menjenguk laki laki itu.” Ucap Nyonya Hanson dengan tidak sabar.
Sementara itu di lain tempat , di Mansion Ernestan. Sebuah mobil memasuki halaman Mansion Ernestan. Mobil milik Dokter Willy. Setelah mobil berhenti, dokter Willy turun dari mobilnya dan melangkah dengan cepat menuju ke pintu utama mansion. Dokter Willy yang sudah membawa hasil uji test DNA itu sudah tidak sabar untuk menemui pasangan suami istri lanjut usia itu.
Dokter Willy segera masuk ke ruang kerja Tuan Ernestan karena sudah ditunggu oleh Tuan Ernest di sana.
“Ini Tuan hasil nya.” Ucap Dokter Willy sambil menyerahkan sebuah amplop yang berisi hasil uji laboratorium.
“Hmmm cepat katakan saja kesimpulannya apa, aku malas membaca. “ ucap Tuan Ernest sambil menatap wajah dokter Willy dengan tajam.