
Sementara itu di halaman rumah mewah milik orang tua Millie, pagi pagi sudah masuk sebuah motor sport yang dikendarai oleh seorang pemuda kira kira berusia dua puluh lima tahun. Pemuda itu memakai celana jeans dan jaket kulit berwarna hitam. Dialah Kevin kekasih Millie. Setelah memarkir motornya Kevin melepas helm dan terus berjalan cepat menuju ke pintu rumah.
Kevin cepat cepat menekan bel pintu rumah, pintu rumah itu pun segera dibuka oleh seorang pelayan rumah Millie. Kevin yang sudah terbiasa datang ke rumah itu pun langsung masuk dan langsung berjalan menuju ke kamar Millie. Apalagi kedua orang tua Millie sering pergi melakukan bisnis ke luar negeri, Kevin dengan bebas keluar masuk.
Saat sudah masuk ke kamar Millie tampak Millie masih tergolek tidur dengan pulas di atas tempat tidurnya dengan memakai baju tidur kekurangan bahan. Kevin terus melangkah mendekati tempat tidur itu.
“Millie bangun Beb.. “ ucap Kevin sambil menciumi wajah Millie.
“Sayang kamu pagi pagi sudah ke sini.. kangen aku ya...” ucap Millie setengah sadar sambil memeluk tubuh Kevin dan ditariknya agar ikut naik ke atas tempat tidur.
“Beb.. Kita ada tugas yang harus cepat cepat dilaksanakan. Katanya biar misi kamu cepat selesai dan kita cepat pergi ke luar negeri menikmati hari hari kita bersama..” ucap Kevin berusaha untuk menolak ikut naik ke atas tempat tidur.
“Sebentar saja Sayang.. Aku ingin pagi ini... “ ucap Millie yang kini sudah sepenuhnya sadar.
“Please sepuluh menit saja. Biar kita menjalani hari ini lebih bergairah..” ucap Millie sambil melepas jaket di tubuh Kevin. Mereka berdua saling berciuman dan jari jari mereka saling bergerilya mencari cari bagian tubuh favorit. Dalam hitungan detik semua pakaian mereka sudah terlepas. Millie yang sudah tidak tahan segera memegang bagian tubuh Kevin yang paling disukainya itu dan diarahkan ke arah bagian tubuhnya yang sudah meronta ronta minta disodok. Keduanya pun melepaskan hasrat secara cepat cepat di pagi itu.
“Kevin apa semua sudah siap?” ucap Millie sambil bangkit berdiri dan menutup tubuh polosnya dengan baju tidur kurang bahan yang tadi dipakai.
“Sudah, orang orang suruhan sudah mendapatkan barang itu tadi malam. Sekarang mereka sudah siap tinggal menunggu kamu. Lokasi target sasaran juga sudah aku share ke mereka.” Jawab Kevin sambil memakai lagi semua pakaiannya.
“Sayang, aku pikir aku tidak usah ikut ke sana. Aku justru akan ke Mansion Hanson. Agar mereka tidak mencurigai aku.” Ucap Millie sambil menatap Kevin.
“Sudah kamu segera susul orang orang itu. Aku akan segera mandi.” Ucap Millie kemudian sambil mencium bibir Kevin lalu melangkah pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu.
“Millie kenapa kamu tidak bilang dari tadi malam jika kamu tidak ikut.” Ucap Kevin agak keras agar di dengar oleh Millie yang sudah semakin mendekati kamar mandi.
“Aku dapat ide barusan Kevin. Sudah cepat kamu pergi ke sana keburu perawat sialan itu lolos.” Ucap Millie lalu dia masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan Kevin tampak mengambil hand phone miliknya dari saku jaket yang sudah kembali menempel di tubuhnya. Kevin segera mengusap usap layar hand phone miliknya untuk mencari nama kontak orang suruhannya.
“Kalian langsung berangkat ke lokasi, aku segera menyusul. Millie tiba tiba mengubah rencana dia tidak ikut ke lokasi.” Ucap Kevin saat sambungan teleponnya sudah diterima oleh orang suruhannya.
“Siap Bos. Ini akan segera berangkat, melaksanakan tugas.” Suara seorang laki laki dari balik hand phone milik Kevin.
“Beres Bos. Ceweknya cantik banget kenapa tidak pakai cara lain yang lebih menguntungkan kita saja Bos.” Suara laki laki di balik hand phone milik Kevin itu lagi.
“Mauku juga begitu tapi ini atas kemauan Millie tidak bisa diganggu gugat. Millie yang bayar semua.” Ucap Kevin lagi lalu dia memutus sambungan teleponnya.
Sementara itu di lain tempat, di rumah Alamanda. Alamanda yang sudah tidak terikat kontrak kerja dengan Marcel harus kembali bekerja ke rumah sakit. Alamanda sudah siap dengan baju seragam perawat rumah sakit.
“Kakak ke rumah sakit pakai ojek on line atau MRT?” tanya Jasmine yang akan berangkat ke sekolah bersama Iqbal. Jasmine mengantar ke sekolah Iqbal dulu baru dia menuju ke sekolahnya dengan sepeda motor.
“Kalau pakai MRT aku antar dulu ke stasiun.” Ucap Jasmine kemudian.
“Tidak usah Kalian segera berangkat saja. Aku pakai ojek on line juga bisa.” Ucap Alamanda sambil menatap Jasmine yang sudah siap dengan baju seragam SMA dan Iqbal dengan baju seragam SMP.
Tiga orang bersaudara itu pun pamit pada kedua orang tuanya untuk pergi menunaikan tugas harian mereka. Jamine dan Iqbal berangkat ke sekolah sedangkan Alamanda akan pergi bekerja.
Alamanda mengusap usap layar hand phone miliknya untuk memesan ojek on line. Akan tetapi mungkin karena di saat ini adalah jam jam sibuk sehingga Alamanda tidak mendapatkan driver ojek yang ada di sekitar lokasinya.
“Hmmm terpaksa pakai taxi on line.” Gumam Alamanda saat mengganti menu mencari taxi on line dan ada beberapa yang dekat dengan lokasi rumahnya. Akan tetapi dia harus berjalan sampai di mulut gang, karena mobil tidak bisa masuk.
Sementara itu orang orang suruhan Kevin dan Millie sudah nongkrong di tanah kosong milik Pak Er Te yang biasa digunakan untuk parkir. Kedua laki laki itu memakai jaket kulit berwarna hitam dan duduk di atas jok motornya.
“Cung agak ke depan saja, saat orang itu lewat langsung plastik berisi air keras ini kita lempar ke mukanya dan kita langsung pergi.” Ucap salah satu orang suruhan Kevin dan Millie, yang duduk di jok bagian belakang alias yang membonceng.
“Bos Kevin kok belum datang ya. Takutnya kita salah sasaran.” Ucap temannya yang dipanggil Cung itu yang duduk di bagian depan jok motor.
Dan tiba tiba sesaat kemudian dua orang suruhan Kevin dan Millie itu melihat seorang perempuan memakai baju putih putih muncul dari dalam gang jalan kecil itu dan perempuan yang memakai baju putih putih itu melangkah ke arah jalan yang membelakangi mereka berdua.
“Itu Cung!” suara salah satu orang suruhan Kevin dan Millie yang berada di jok boncengan motor.
“Cepat keburu dia naik transportasi umum. Mumpung dia masih jalan kaki.” Ucapnya lagi sambil menepuk pundak teman yang berada di depannya. Teman di depannya yang ditepuk itu pun segera menyalakan mesin motornya. Akan tetapi motor itu tidak segera menyala mesinnya.
“Cung motormu kenapa? Pakai macet segala keburu orang itu masuk kendaraan umum.” Ucap salah satu orang suruhan Kevin dan Millie itu dengan tidak sabar. Dan sesaat kemudian mesin motor mulai menyala.