
“Siapa sebenarnya kamu hah?” tanya Tuan Sam mulai curiga dengan Eveline. Kelima perempuan bayaran itu tampak tersenyum sinis pada Eveline, mereka semua tidak suka kedatangan Eveline yang tiba tiba mengganggu kesukaan mereka.
“Bukannya sudah saya katakan tadi, saya diperintahkan oleh Bos saya untuk menemani Tuan Sam. Dan bukan nya Tuan Sam juga sudah tahu kalau saya adalah cucu keponakan Tuan Ernest.” Jawab Eveline yang masih berdiri dengan percaya diri dan gestur tubuh sexie menggoda Tuan Sam.
“Omong kosong, kalau kamu cucu Tuan Ernest ngapain kerja sebagai wanita penghibur.” Ucap Tuan Sam ketus sambil masih menatap wajah Eveline.
“Ha... ha.. ha... Tuan .. Tuan... saya manusia biasa yang juga butuh hiburan untuk kesenangan bukan semata mata demi uang Tuan.. tapi demi kesenangan dan kenikmatan ...” ucap Eveline sambil tertawa tidak lupa Eveline membasahi bibirnya dengan lidahnya sendiri saat mengatakan kata kenikmatan di akhir kalimatnya. Dan tampak Tuan Sam mulai tergoda dengan gestur tubuh Eveline.
“Hmmm siapa pun perempuan ini perlu aku coba. Bukannya kalau dia memang perempuan berbahaya bisa aku habisi di tempat tidur.” Gumam Tuan Sam dalam hati.
“Tubuhnya benar benar sangat sexie dan tampaknya dia sangat kuat untuk bermain main di atas ranjang... Hmmm kalau dia perempuan berbahaya bisa aku pakai sepuasnya sebelum aku habisi.” Gumam Tuan Sam lagi di dalam hati.
“Hmmm okelah silahkan gabung di sini.” Ucap Tuan Sam dengan nada yang mulai melunak.
“Maaf Tuan, saya tidak bisa menikmati kalau bermain three some apalagi lebih banyak dari itu.” Ucap Eveline sambil tersenyum menatap para perempuan bayaran di sekitar Tuan Sam itu. Kelima perempuan itu tampak mengepalkan tangannya sangat kesal pada Eveline yang dikira anak baru yang sangat sombong.
“Hmmm okelah demi sesuatu yang baru yang belum pernah aku coba. Aku coba sangat penasaran siapa sebenarnya perempuan ini. Dia pasti bukan perempuan sembarangan aku kira akan menangis ketakutan dan pergi menjauh dari Mansion malah pergi ke club untuk mencari kesenangan.” Gumam Tuan Sam dalam hati sambil tampak berpikir pikir.
“Kalian semua pergi tinggalkan aku dulu. Aku bayar kalian semua dan tidak usah melayani aku malam ini.” Ucap Tuan Sam pada kelima perempuan bayaran itu dia lalu mengeluarkan hand phone miliknya dan menransfer bayaran ke rekening ke lima perempuan bayaran itu. Kelima perempuan itu yang memang bekerja demi uang terlihat sangat senang. Kelimanya menciumi wajah Tuan Sam lalu pergi meninggalkan Tuan Sam dan Eveline.
Eveline pun lalu duduk di samping Tuan Sam.
“Saya tadi juga kaget kalau ternyata saya harus menemani Tuan Sam.” Ucap Eveline sambil mengulurkan gelas red wine yang sejak tadi dia pegang.
Tuan Sam menghirup aroma red wine dari mulut gelas itu.
“Hmmm aromanya sangat menggoda seperti dirimu...” ucap Tuan Sam sambil melihat belahan dada Eveline yang putih sangat kontras dengan warna dress merahnya. Eveline yang merasa belahan dadanya dilihat oleh Tuan Sam justru membusungkan dadanya. Membuat Tuan Sam jantungnya berdebar debar.
“Kata Bos, Tuan adalah laki laki super, sering pakai banyak perempuan dalam satu malam. Tapi tenang saja Tuan meskipun saya sendiri saya bisa melebihi sepuluh perempuan.” Ucap Eveline yang masih membusungkan dadanya sambil tersenyum sebab Tuan Sam sudah mencicipi red wine dari nya. Tangan Eveline pun mulai nakal mengusap usap paha Tuan Sam. Akan tetapi di dalam hati Eveline benar benar ingin menghantam laki laki tua di samping itu.
Tuan Sam yang mendapatkan perlakuan manis dan menggoda dari Eveline juga merasakan nikmatnya red wine yang dibawa oleh Eveline , Tuan Sam pun mabok kepayang dan menghabiskan satu gelas red wine itu.
“Aku sudah tidak tahan..” Ucap Tuan Sam sambil merangkul tubuh Eveline, Tuan Sam pun berusaha untuk mencium wajah Eveline. Akan tetapi Eveline memundurkan kepalanya.
“Tuan, saya tidak mau melakukan di sini . Saya mau di kamar saja.” Ucap Eveline sambil berusaha bangkit berdiri.
“Hah.. terserah kamu, tapi aku sudah tidak kuat jalan.” Ucap Tuan Sam yang sudah merasakan kepalanya terasa berat.
“Mari Tuan saya bantu berjalan.” Ucap Eveline sambil bangkit berdiri dan membantu Tuan Sam berdiri, dia pun juga membantu memapah tubuh Tuan Sam. Mereka berdua berjalan keluar dari ruangan itu.
Eveline memapah Tuan Sam berjalan tidak menuju ke kamar yang berada di dalam gedung club malam itu, akan tetapi dia bawa keluar ke tempat parkir mobil.
“Kamu mau melakukan di mana Nona jangan jauh jauh.. apa kamu mau kita melakukan di dalam mobil hah? Tapi tidak apa apa di dalam mobil ada sensasi beda ha.. ha... ha...” ucap Tuan Sam yang sudah mulai mabok.