
“100 persen cucu Tuan dan Nyonya.” Ucap Dokter Willy sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Tuan Ernest memberi ucapan selamat.
“Hmmm meskipun aku sudah tahu jika Alamanda itu cucuku dari cerita Suster Rita. Akan tetapi bukti dari hasil test laboratorium ini benar benar membuat hatiku lega dan senang sekali.” Ucap Tuan Ernest sambil tersenyum bahagia
“Terima kasih Dokter.” Ucap Tuan Ernest lagi sambil menjabat erat tangan Dokter Willy.
“Sekarang masalahnya bagaimana aku harus memberi tahu keluarga Irawan.” Ucap Tuan Ernest selanjutnya dengan nada serius sambil menatap wajah Dokter Willy.
“Suster Rita, saksi kunci dari kasus ini.” Ucap Dokter Willy dengan nada serius pula.
“Baiklah biar Eveline yang mengurus ini semua. Sekarang aku akan menemui istriku aku akan memberitahukan berita bahagia ini.” Ucap Tuan Ernest kemudian.
“Tuan sebelum saya pamit saya juga akan memberikan suatu informasi penting.” Ucap Dokter Willy masih dengan nada serius.
“Apa itu?” tanya Tuan Ernest penasaran
“Nona Millie melakukan test DNA juga saya tadi bertemu dengan dirinya di rumah sakit. Dan saya melihat ada daftar nama dia di ruang laboratorium, di daftar uji test DNA.” Jawab Dokter Willy
“Hmm kalau begitu ambil sample rambut Sam dan lakukan uji DNA cocokkan dengan uji DNA Millie. Aku yakin pasti Millie melakukan uji DNA untuk melakukan kecocokan dengan Tuan Donald.” Ucap Tuan Ernest dengan antusias.
“Baiklah Tuan, saya akan menghubungi Dokter Richard.” Ucap Dokter Willy lalu dia segera pamit.
Tuan Ernest sambil tersenyum bahagia, bangkit berdiri dari kursi kerjanya. Tangannya memegang amplop yang berisi hasil uji test DNA. Tuan Ernest terus melangkah mencari Sang istri.
“Mama, aku cari Mama ke sana ke mari ternyata Mama berada di sini.” Ucap Tuan Ernest setelah menemukan istrinya di taman belakang.
“Ada apa Pa. Papa yang menyuruh mereka membeli anak kucing yang mirip Comel.” Ucap Nyonya Ernest yang masih memangku Comel KW yang tidak mau diturunkan dari pangkuannya.
“Iya , ternyata Mama mendengar percakapan aku dan Bang Bule Vincent he... he... tapi ini ada yang mirip dan seratus persen itu cucu kita.” Ucap Tuan Ernest sambil memberikan sebuah amplop dari Dokter Willy.
“Ma, benar Alamanda cucu kita yang ditukar oleh Suster Rita demi pesan dari Debora.” Ucap Tuan Ernest selanjutnya sambil memeluk istrinya.
“Tuan benarkah? Saya sangat bahagia sejak pertama saya melihat Ners Alamanda hati kecil saya sudah mengatakan dia ada hubungan darah dengan Nona Debora dan ternyata benar dia anak kandung Nona Debora dan Tuan Muda Archie... ooohhhh .” ucap Ibu pelayan yang juga tampak bahagia Hingga kedua matanya berkaca kaca.
“Benar Bu, sekarang sana kamu ke dapur suruh anak buah kamu masak yang enak enak dan banyak kita buat pesta bagi penghuni Mansion ini. Sebentar lagi akan ada Nyonya Muda di sini. Dia nanti yang akan menjadi Bos di Mansion Ernestan ini. Aku dan Nyonya Tua ini akan menikmati masa tua, momong cucu dan momong Comel KW he... he...” ucap Tuan Ernest sambil tertawa kecil.
“Dan buat Nona Eveline, tolong datangi lagi Suster Rita dan jemput dia ke sini.” Perintah Tuan Ernest pada Eveline.
“Baik Tuan.” Ucap Eveline dan Ibu pelayan senior.
Waktu pun terus berlalu.
Sementara itu di lain tempat di sebuah ruang pertemuan vip di hotel berbintang. Nyonya Leli sedang mengadakan meeting bersama teman temannya dalam rangka kampanye pencalonan suaminya.
Di saat acara sudah selesai. Nyonya Leli mengambil hand phone miliknya dari dalam tas tangannya, dia akan mengabari sopir jika acara sudah selesai dan agar segera mobil siap untuk pulang.
Tiba tiba jantung Nyonya Leli berdebar sangat kencang saat melihat ada banyak pesan masuk dan juga panggilan tidak terjawab. Salah satu Group chatting yang ada di hand phone milik nya pun terlihat sangat ramai. Karena pemasaran Nyonya Leli membuka group chat yang ramai itu.
“Mereka membicarakan aku.” Gumam Nyonya Leli lalu dia mengusap usap layar hand phone miliknya untuk memanjat semua pesan pesan.
Sesaat kemudian..
“Kurang ajar!” umpat Nyonya Leli dengan kesal saat melihat postingan foto keluarga masa lalunya di group chat itu. Juga kiriman foto Tian Sam yang kritis di rumah sakit. Tidak hanya itu ada juga terusan pesan suara yang berisi gumaman Tuan Sam memanggil anak istrinya.
“Dia menyerang aku di group.” Ucap Nyonya Leli lagi lalu tampak jari jarinya mengetik suatu pesan di group chat itu.
“Itu foto editan, hoax , black campaign. “
TING
Pesan terkirim di group chat yang sedang ramai itu.