
Tuan Ernest menyandarkan punggung dan kepalanya pada sandaran punggung sofa panjang. Sambungan teleponnya dengan Bang Bule Vincent sudah terputus.
Tuan Ernest memejamkan matanya akan tetapi bukan karena mengantuk. Meskipun hari sudah menjelang dini hari akan tetapi Tuan Ernest belum mengantuk lagi. Pikirannya kembali pada masa dua puluh dua tahun silam.
Flash back on
Saat itu di pagi hari libur, setelah sarapan, Archie dengan bibir tersenyum bahagia menuntun Debora yang perutnya sudah besar. Tuan dan Nyonya Ernest pun berjalan di belakang mereka. Mereka semua sangat bahagia menanti kelahiran anak yang dikandung oleh Debora, tinggal menghitung hari saja. Archie dan Debora pagi itu akan menikmati taman kota, karena keinginan Debora yang sudah agak lama.
“Hati hati.. jaga anak dan istrimu Archie.” Ucap Tuan Ernest waktu itu, saat dia dan Nyonya Ernest mengantar Archie dan Debora sampai di pintu utama Mansion.
“Sudah pasti Pa.” Jawab Archie sambil begitu posesif nya menuntun Debora.
Akan tetapi belum juga satu jam mobil yang membawa Archie dan Debora meninggalkan Mansion. Telepon Mansion berdering dan pihak rumah sakit umum memberikan informasi tentang kecelakaan mobil yang dikemudikan oleh Archie. Dan berita yang berseliweran saat itu mengatakan Archie dalam kondisi mabuk. Maka Tuan Ernest pun setuju kasus ditutup, selain dari pada itu dia dan istrinya pun sangat berduka dengan meninggalnya anak menantu dan cucu.
Flash back off
“Kalau diingat saat itu Archie habis sarapan pagi dan dalam kondisi baik baik saja.” gumam Tuan Ernest
“Tapi bagaimana mungkin hasil visum pun menunjukkan ada zat aditif dalam lambung Archie. Padahal yang kita makan dan minum dari meja makan yang sama.” Gumam Tuan Ernest sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
“Semoga satu per satu terungkap. Sam sudah di tangan Bang Bule Vincent dan sebentar lagi aku akan tahu hasil test DNA Alamanda.” Gumam Tuan Ernest sambil memegang saku piama nya yang ada bungkusan sample rambut Alamanda.
“Aku sudah tidak sabar menunggu pagi hari.” Gumam Tuan Ernest lalu dia bangkit dari tempat duduknya dan tentu saja sudah membukakan matanya.
Tuan Ernest melangkah meninggalkan balkon dia masuk ke ruang tamu. Saat sudah berada di ruang tamu Tuan Ernest melihat sofa panjang di dalam ruang tamu itu masih kosong.
Tuan Ernest lalu melangkah menuju ke kamar mandi yang berada di ruang tamu itu, dia akan membuang air kecil. Tuan Ernest mengetuk ngetuk pintu kamar mandi itu sebab mengira Marcel ada di dalam kamar mandi tersebut.
Karena sudah beberapa saat tidak ada respon dari dalam Tian Ernest pun segera membuka kamar mandi itu dan segera pula membuang hajatnya.
“Di mana Bos Muda itu? Apa dia mencari kesenangan di luar? Kalau itu dia lakukan aku pecat dia menjadi cucu mantu ku.” Gumam Tn Ernest saat keluar dari pintu kamar mandi. Tuan Ernest lalu melangkah menuju ke kamar tidur Nyonya Ernest.
Sedangkan di lain tempat Tuan Sam kini sudah berada di dalam satu bangunan tua di lokasi rumah Bang Bule Vincent. Rumah peninggalan jaman kolonial Belanda. (Lebih lengkap tentang informasi rumah ini bisa baca di novel Ixora Gadisnya Bang Bule).
Tuan Sam duduk di satu kursi dengan kedua tangan diikat di belakang, kedua kakinya pun juga diikat.
“Apa perlu disuntik kebiri Bang?” Tanya anak buah Bang Bule Vincent saat melihat Bang Bule Vincent masuk ke dalam ruangan tersebut.
“Hah? Jangan lakukan itu pada aku.” Teriak Tuan Sam dengan kaget tidak menyangka jika di markas Bang Bule Vincent ada suntik kebiri.
“Aku rasa itu perlu dilakukan kalau mendengar laporan dari Eveline, itu baru untuk hukuman dia yang doyan bermain main dengan perempuan.” Ucap Bang Bule Vincent dengan nada santai dan senyum manis di bibirnya. Akan tetapi bagai petir menggelegar di telinga Tuan Sam.
“Dan belum hukuman kamu yang sudah membunuh binatang tidak punya salah hah!” teriak Bang Bule Vincent dengan nada tinggi menatap tajam pada wajah Tuan Sam yang kini sudah mulai memucat.
“Ampun tolong maafkan aku.. “ ucap Tuan Sam mengiba.
“Aku belum melakukan apa apa pada Nona Eveline, aku tidak tahu kalau dia teman kamu. Tahuku dia perempuan bayaran dan kita akan melakukan dengan saling suka. Perempuan perempuan lainnya itu juga butuh uang ku. Jadi itu hubungan yang saling menguntungkan.” Ucap Tuan Sam lagi.