
“Cantik dan imut sangat mirip dengan Comel.” Ucap Nyonya Ernest saat sudah berada di di depan kandang anak kucing kesayangan nya. Dan ucapannya itu membuat keringat dingin ibu pelayan senior mulai keluar di seluruh permukaan kulit nya.
“Buka kandangnya, dan tolong ambil dia, aku ingin berkenalan.” Ucap Nyonya Ernest lagi.
“Nyonya, sudah tahu kalau ini bukan Comel.” Ucap Ibu pelayan sambil membuka pintu kandang dengan jantung yang berdebar debar.
“Iya, dan di mana Comel dikubur?” ucap Nyonya Ernest sambil melihat anak kucing yang lucu sangat mirip dengan Comel tetapi dia sudah tahu kalau Comel sudah dibunuh oleh Tuan Sam sebab tanpa disengaja di mobil tadi Bang Bule Vincent dengan Tuan Ernest berbicara masalah itu. Tetapi Nyonya Ernest yang sedang bahagia sudah mendapatkan cucu kandung yang dia kira sudah meninggal rasa sedih kehilangan Comel tidak begitu dalam.
“Nyonya tidak marah pada kami?” tanya Ibu pelayan sambil menyerahkan Comel KW pada Nyonya Ernest.
“Tidak, yang penting kita semua selamat, yang berbuat jahat semoga mendapatkan hukuman setimpal.” Ucap Nyonya Ernest sambil membelai brlai bulu bulu Comel KW yang kini sudah bermanja manja di pangkuannya.
Sementara itu di lain tempat di dalam kamarnya Millie yang menerima kiriman foto dari Bang Bule Vincent terlihat kaget dan bingung. Sebab selama ini yang dia ketahui ayahnya yaitu Donald Bernath. Akan tetapi Mamanya juga memiliki foto bayi dengan baju yang sama dan back ground ruang tempat foto yang sama, Cuma bayi itu tidur tengkurap di atas meja.
“Aku harus minta penjelasan pada Mama.” Ucap Millie lalu dia melangkah keluar dari kamarnya.
Millie sambil membawa hand phone miliknya berlari lari sambil berteriak teriak memanggil Mamanya.
“Mama... Mama...” teriak Millie
“Mama... Di mana Mama?” teriak Millie lagi yang belum melihat sosok Sang Mama atau mendengar suara nya.
Millie terus berjalan dengan cepat dari satu ruang menuju ke ruang lain. Di kamar orang tua nya juga tidak ada sosok Sang Mama.
“Non ada apa teriak teriak?” tanya seorang pelayan yang melihat dan mendengar Millie berteriak teriak.
“Jelas aku mencari Mama! Masih bertanya juga. Bego!” jawab Millie dengan nada tinggi plus ketus dan maya melotot ke arah wajah pelayan itu.
“Nyonya baru saja keluar Nona, katanya mau ketemuan dengan temannya.” Ucap pelayan itu dengan takut takut.
“Kenapa juga tidak bilang dari tadi!” ucap Millie masih dengan nada tinggi.
“Maaf Nona, tapi Nyonya keluar belum lama mungkin masih di halaman .” Ucap pelayan itu sambil menunduk.
Millie segera berlari menuju ke ruang tamu dan segera membuka pintu.
“Mama, tadi aku panggil panggil kenapa Mama diam saja. “ ucap Millie saat sudah berada di depan Sang Mama yang masih duduk di kursi menunggu mobil siap.
“Aku tergesa gesa, ada apa?” ucap Nyonya Leli sambil menatap wajah Millie yang tampak bingung dan kusut.
“Ma, tolong katakan pada Millie siapa laki laki di foto ini?” ucap Millie selanjutnya sambil menyodorkan hand phone miliknya yang di layar sudah menampilkan foto kiriman dari Bang Bule Vincent.
“Dari mana kamu dapat foto ini? Dari teman Marcel?” ucap Nyonya Leli malah balik bertanya.
“Kurang ajar itu Marcel, kalau sudah tidak mau dengan perjodohan itu tidak usah cari masalah.” Ucap Nyonya Leli dengan kesal malah menuduh Marcel.
“Siapa Ma? Ini Mama dan aku kan? Mama juga punya foto bayi ini dan Mama bilang itu fotoku. Siapa laki laki ini Ma?” tanya Millie dengan tidak sabar dan Nyonya Leli hanya diam saja.
“Ma, jadi benar dia Papa kandungku? Hiks... hiks.. Papa Donald bukan Papaku hiks.. hiks...” ucap Millie sambil terisak isak menangis
“Millie Papa mu Donald Bernath bukannya semua surat surat, dokumen dokumen kamu menunjukkan kalau kamu adalah anak Donald Bernath.” Ucap Nyonya Leli lalu bangkit berdiri dan merangkul Millie
“Sudah abaikan foto itu. Laki laki itu tidak penting buat kita, hanya bikin pusing saja. “ ucap Nyonya Leli lagi sambil mengusap usap pundak Millie.
“Sudah Mama mau pergi. Abaikan itu foto.” Ucap Nyonya Leli kemudian sambil mengusap air mata Millie .
“Mama.... aku anak siapa? Hiks... hiks...hiks... hiks..” tanya Millie lagi dengan suara keras sebab Nyonya Leli sudah berjakan menuju ke mobilnya
“Buat Mama mungkin tidak penting, tapi aku ingin tahu Ma.. hiks.. hiks.. hiks.. “ ucap Millie yang masih terisak isak menangis.
“Aku mau ke rumah sakit, aku mau uji DNA.” Ucap Millie selanjutnya dia berjalan masuk ke dalam rumah untuk berkemas dan dia segera menuju ke garasi mobilnya untuk menuju ke rumah sakit.
Saat Millie baru masuk ke dalam mobil, hand phone miliknya berdering.
“Hah? Nomor itu lagi, mau apalagi dia?” gumam Millie karena melihat di layar hand phone miliknya ada sederet angka, nomor yang tadi mengirim foto. Ya nomor hand hand phone milik Bang Bule Vincent.