
“Tuan ini, Nona Eveline mau masuk ke dalam kamar.” Ucap Ibu pelayan sambil menatap Tuan Sam yang berdiri dengan sangat angkuh. Tuan Sam menatap Raja pada wajah Eveline lalu menatap menyelidik pada seluruh sosok Eveline dari ujung rambut hingga ujung sepatu Eveline.
“Hmmm tunjukkan pada aku surat bukti jika kamu adalah keluarga Tuan Ernest.” Ucap Tuan Sam sambil menatap tajam pada Eveline.
“Mungkin dia mudah percaya begitu saja pada omongan kamu Nona Cantik.” Ucap Tuan Sam lagi dengan senyum miring nya menatap ibu pelayan sekilas lalu Eveline.
“Jika penilik Mansion ini, Opa saya Tuan Ernest, sudah mengizinkan saya untuk tinggal di sini. Apa hak Anda mempersulit saya Tuan?” ucap Eveline dengan nada ketus dan senyum miring juga pada Tuan Sam.
“Kurang ajar! Aku orang kepercayaan Tuan dan Nyonya Ernest yang harus menjaga keamanan di Mansion ini!” ucap Tuan Sam dengan penuh emosi jari jari tangannya pun mengepal erat karena terbawa emosi oleh kalimat Eveline.
“Sudah sudah jangan saling emosi. Tuan Sam kalau tidak percaya ya telepon langsung sana dengan Tuan Ernest. Atau nanti kalau menemui Tuan dan Nyonya Ernest bisa langsung bertanya. Bukannya Tuan Sam mau mengantar lagi baju ganti mereka?” ucap Ibu pelayan sambil melirik mengejek pada Tuan Sam, sebab dia sudah tahu jika Tuan Sam tipu tipu pada dirinya bilang mau mengantar baju ganti Tuan dan Nyonya Ernest.
“Sialan!” umpat Tuan Sam lalu dia segera melangkah pergi.
“Hmmm tidak aku biarkan begitu saja dia akan menikmati tinggal di sini.” Ancam Tuan Sam di dalam hati sambil terus melangkah pergi.
Sementara itu Ibu pelayan yang juga sudah mulai curiga dengan Tuan Sam tersenyum senang.
“Mari masuk Nona. Hati hati ya kalau Nona di dalam kamar pintu dikunci dan kunci jangan dicabut. Tuan Sam punya kunci duplikat. Sepertinya dia tidak suka Nona tinggal di sini.” Ucap Ibu pelayan sambil membukakan kunci kamar Eveline.
Setelah Eveline menaruh koper miliknya. Eveline mengambil suatu barang dari tas ransel kecilnya.
“Hmmm aku coba pasang di daun pintu kamar ini. Yang lain nanti malam sebelum dan setelah makan malam aku pura pura sambil jalan jalan, nanti aku pasang pada ruang ruang yang vital.” Gumam Eveline dalam hati lalu dia mengambil satu barang yang ukurannya sangat super mini itu. Eveline lalu melangkah menuju pintu kamar, dia buka pelan pelan daun pintu kamar itu. Eveline mengedarkan pandangan pada sekitarnya hingga sejauh mata memandang.
“Aman.” Gumam Eveline yang tidak melihat satu sosok orang pun. Eveline lalu menempelkan pelat logam sangat kecil bagai stiker transparan di daun pintu itu. Suatu alat canggih dari pimpinan Eveline yang tidak lain adalah Bang Bule Vincent. Sedangkan Bang Bule Vincent mendapat alat itu dengan memesan pada saudari iparnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah si Alexandria. (Buat yang ingin tahu siapa itu Alexandria bisa baca di novel Alexandria ya guys reader tersayang....).
Setelah memasang alat itu Eveline segera menutup pintu kamar. Kalau dia mengambil hand phone nya, dengan tidak sabar dia usap usap layar hand phone itu. Hand phone milik Eveline sudah terpasang aplikasi yang terhubung dengan pelat lempeng logam tipis, suatu alat CCTV rahasia. Aplikasinya pun sudah pasti itu buatan Alexandria, sebab Bang Bule Vincent memesan paket komplit.
“Sip.. sukses.” Ucap Eveline sambil tersenyum saat semua alat sudah bisa berfungsi dengan baik.
“Aku laporkan pada Bang Bule Vincent, kalau alat bisa berfungsi dengan baik. “ gumam Eveline lalu dia mengirim pesan chat pada Bang Bule Vincent.
“Hmmm semoga tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan bukti kejahatan Tuan Sam. Aku melihat Tuan dan Nyonya Ernest yang sudah tua itu merasa sangat kasihan.” Gumam Eveline dalam hati. Lalu dia pun segera melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan di lain tempat. Masih di Mansion Ernestan, Tuan Sam yang sangat emosi berjalan menuju ke taman belakang.
“Hmmm kamu tunggu saja Nona, kamu akan menjerit histeris ketakutan nanti malam.” Gumam Tuan Sam dalam hati sambil mengambil satu anak kucing yang cantik jenis ragdoll, milik Nyonya Ernest. Dia bawa anak kucing itu dengan paksa. Lalu dia pun melangkah menuju ke Mansion tempat tinggalnya bukan Mansion utama tapi masih di lokasi Mansion Ernestan. Dia akan melakukan hal yang sama pada kamar Alamanda akan tetapi kini bukan tikus sebagai alatnya namun anak kucing yang cantik milik Nyonya Ernest.