
Di Mansion Ernestan, Eveline setelah menerima telepon dari Tuan Ernest menyuruh Ibu pelayan untuk membeli lagi kucing yang sama persis dengan Comel. Dan dia pun segera melaporkan kejadian itu pada Bang Bule Vincent.
“Okey sudah jelas orang itu yang mengancam Alamanda, dan kini mengancam kamu.” Suara Bang Bule Vincent di balik hand phone milik Eveline.
“Kita tangkap segera Bang? Aku melihat tampangnya saja sudah muak apalagi kelakuannya.”
“Okey, baru saja aku lacak nomor hand phone dia sedang berada club malam. Kamu datangi dia di sana.” Perintah Bang Bule Vincent
“Baik Bang.”
“Hati hati! Aku sudah berusaha untuk mencari nomor hand phone dia di saat dua puluh dua tahun silam belum berhasil.” Suara bang Bule Vincent memberi peringatan. Lalu panggilan suara terputus.
Eveline lalu berganti pakaian, dia mengenakan dress sexy berwarna merah menyala. Tidak lupa dia merias wajahnya dengan make up yang agak tebal.
“Hmmm sudah cantik dan sexy menggoda.” Gumam Eveline dalam hati sambil tersenyum di depan kaca rias. Akan tetapi tidak hanya berhenti sampai di situ. Eveline kini mengambil rok panjang dan dia pakai rok panjang itu untuk menutupi dresss mini bagian bawah nya, sedang bagian atas dia memakai jaket. Dia tidak ingin orang orang Mansion berpikir negatif pada dirinya.
Eveline lalu mengambil tas tangan mungil, beberapa barang barang penting dari dalam ransel kecilnya dia pindah ke dalam tas tangan kecil itu. Termasuk senjata api kecilnya yang resmi terdaftar.
Eveline pun segera keluar dari kamarnya. Dia mengatakan pada Satpam penjara pintu utama Mansion kalau akan menemui Tuan dan Nyonya Ernest di rumah sakit untuk melaporkan kejadian tadi pada Tuan Ernestan. Dan Pak satpam pun percaya.
Eveline berjalan menuju ke mobil miliknya yang sudah berada di dalam garasi. Setelah sampai di dalam garasi, Eveline dengan cepat masuk ke dalam mobil.
Sebelum menyalakan mesin mobilnya Eveline mengeluarkan hand phone dari tas tangannya. Dia melacak nomor hand phone Tuan Sam, untuk mencari lokasi club malam di mana Tuan Sam kini berada.
Beberapa menit kemudian mobil yang dikemudikan oleh Eveline sudah memasuki halaman sebuah club malam yang besar. Setelah memarkir mobilnya, Eveline melepas jaket dan rok panjangnya. Kini dia sudah tampil dengan terbalut oleh dress sexie berwarna merah menyala menggoda mata pria. Eveline pun segera membuka pintu mobil mobilnya. Satu kaki mulus jenjang nan sexie dengan high heel menginjak pada lantai tempat parkir mobil.
TAK
Sementara itu di dalam club malam Tuan Sam duduk di sofa panjang di satu ruangan dengan ditemani oleh lima perempuan bayaran yang cantik cantik dan sexie sexie. Mereka berlima berada di dekat dekat Tuan Sam ada yang duduk sambil menuangkan minuman, ada yang duduk di samping kiri dan kanan sambil memijit mijit paha Tuan Sam dan ada yang berdiri di belakang Tuan Sam sambil memijit mijit atau tepatnya mengusap usap punggung dan leher Tuan Sam.
“Ha... ha... sebentar lagi aku akan nikahi kalian semua dan kita bisa bersenang senang di Mansion. Aku yakin orang orang tua itu sudah tidak lama lagi hidupnya dan perempuan yang mengaku aku saudaranya itu sekarang pasti sudah kejang kejang dan pergi meninggalkan Mansion ha.... ha....” suara Tuan Sam setelah menegak habis satu gelas bir. Para perempuan bayaran itu pun tampak tersenyum senang dan semakin bersemangat dalam mengusap usap tubuh Tuan Sam bahkan ada dua yang langsung menciumi wajah Tuan Sam.
Akan tetapi tiba tiba mereka semua dikagetkan oleh suara high heel yang melangkah di dalam ruangan itu.. Mereka semua menoleh ke arah sumber suara. Para perempuan bayaran itu melotot matanya melihat ada seorang perempuan baru yang secara performa mengalahkan mereka.
“Anak baru?” ucap mereka semua sambil menatap tajam pada seorang perempuan cantik dan sexy sekali. Perempuan yang memakai dress warna merah menyala memperlihatkan bagian kulit putih mulusnya yang tampak sintal kuat. Bagaimana tidak, perempuan itu sering berlatih bela diri. Sambil membawa satu gelas red wine Eveline terus melangkah dengan bibir yang tersenyum menggoda.
“Hah? Bukannya itu perempuan yang mengaku aku saudara Tuan Ernestan.” Gumam Tuan Sam tampak kaget, matanya masih melotot. Melotot karena kaget Eveline ada di depan nya juga melotot karena melihat tubuh sexy Eveline yang sangat menggoda.
“Selamat malam Tuan Sam, saya diperintahkan oleh Bos untuk menemani Tuan malam ini.” Ucap Eveline saat sudah berada di dekat mereka sambil mengulurkan satu gelas red wine pada Tuan Sam.
“Kamu anak baru ya?” tanya kelima perempuan bayaran itu dan Eveline pun hanya menganggukkan kepalanya dan masih mengulurkan gelas red wine kepada Tuan Sam.
“Hmmm tidak menyangka kalau kamu ternyata bekerja di sini.” Gumam Tuan Sam yang belum menerima gelas wine yang diulurkan oleh Eveline. Tuan Sam menatap tajam wajah Eveline.