Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh
Bubarnya Geng BlackDragon


Mereka adalah Nadhira dan Zyan.


"Benar kata Nadhira, aku sebagai ketua sudah tidak becus mengurus anggota ku sedari dua tahun lalu akibat masalah pribadiku. Aku membiarkan mereka, meskipun aku mengetahui jika mereka salah. Jadi hari ini aku ingin membubarkan Geng ini, tapi aku juga meminta persetujuan anggota inti nya, dan kalau kalian tidak setuju, maaf aku mundur, aku tidak ingin lagi menjadi ketua maupun anggota. Sekarang aku sadar setelah mendengar perkataan Nadhira, kenalan lamaku," jelas Zyan dengan raut sedih dan rasa bersalah.


...Flashback On...


Setelah berpisah dari rombongan teman-temannya, Nadhira langsung masuk kedalam melalui samping gedung mencari letak ruang khusus ketua Geng BlackDragon.


Nadhira melihat jendela yang di terangi remang-remang lampu dan kalau dipikirkan itu aneh. Letak nya di lantai 3, dari sekian banyaknya jendela di lantai itu hanya jendela itu yang memiliki cahaya.


Dengan keyakinan dia pun melompati pohon tinggi, melompati balkon 1 ke balkon lainnya untuk mencapai lantai tiga.


Dengan usaha lumayan keras akhirnya Nahdira sampai di balkon yang dia tuju.


Kreatt


Pintu di bukan dengan sepelan mungkin, untuk memperkecil suara akibat dorongan, tapi meskipun begitu, tetap saja. di ruangan yang sepertinya kosong? Membuat suaranya tetap terdengar.


Nadhira berjalan dengan pelan semakin dalam. Tak dapat dilihat dengan jelas jika hanya mengandalkan mata telanjang biasa, akan tetapi kalau di depan tidak ada, hanya satu kemungkinan...


Nadhira langsung berbalik dan mengarahkan belatinya kehadapan seseorang yang ada di belakangnya.


"Zyan! Sudah lama tidak bertemu!" Ucap Nadhira sembari tersenyum tipis menurunkan belatinya.


"Ya! Sudah lama," jawab Zyan dengan tatapan sendu ditambah senyum sedih?


Mereka pun bersalaman, diawal pertemuan mereka setelah sekian lama tak saling sapa dan mengobrol, lebih tepatnya Zyan curhat kepada Nadhira.


Sampai pada saat Nadhira berucap serius. "Jangan memikirkan dirimu sendiri dan mengabaikan sekitarmu! Kau tahu dari kelalaian mu banyak orang yang menderita, lebih menderita darimu. Aku tahu rasanya ditinggal oleh orang yang di sayang, tapi jangan pah berlarut-larut. Kau tahu melihat mu seperti ini, bundamu pasti akan sedih dari atas sana. Jadi bangkitlah! Jangan selalu melihat kebelakang, lihatlah kedepan, pasti ada kebahagiaan yang menantimu," nasehat Nadhira yang diakhiri senyum manis yang jarang dia berikan terhadap orang lain. Dia hanya menunjukkan itu di saat perlu saja.


...Flashback Off...


"Aku setuju!" Semua pandangan teralihkan kepada Dean. "Aku setuju membubarkan Geng ini. Aku juga merasa Geng ini sudah tidak dapat dipertahankan lagi. Jadi aku ikut dengan mu ketua,"


Dean juga merasakan hal itu, dia juga sudah mencoba membenahi anggota nya, akan tetapi semakin hari anggota nya tak terkendali, oknum yang mengatasnamakan Geng BlackDragon pun juga sangat banyak, dia tidak mampu mengatasinya meski sudah dibantu oleh 5 anggota inti lainnya.


Anggota inti lainnya pun setuju untuk membubarkan Geng BlackDragon. Anggota biasa? Mereka tak dapat berpendapat. Selain hanya anggota biasa yang bergabung baru-baru ini, mereka pastinya sadar diantara mereka pasti ada yang sudah berbuat salah. Dan akhirnya malam itu Geng BlackDragon resmi di bubarkan, bahkan malam itu juga bubarnya Geng BlackDragon sudah tersebar luas di kalangan Geng lainnya.


Mengapa itu di lakukan? Karena kalau tidak maka oknum yang di maksud di atas masih akan melakukan kejahatan dengan nama Geng tersebut.


...•••...


Sudah berlalu satu bulan mengenai pembubaran Geng BlackDragon. Sekarang para anggota intinya lebih memilih bergabung ke dalam Geng GALA. Bukan bergabung secara resmi, hanya bergabung sebagai teman, sama halnya dengan penghuni kelas XII IPS 1. Jika diperlukan dalam hal baik mereka akan membantu. Acara jalan-jalan yang telah di janjikan oleh Nadhira kepada Gio pun juga sudah dia tepati.


Dan hari ini pula merupakan hari pertama ujian kelulusan para kelas XII IPS 1 ankatan Nadhira.


Sama hal nya Andara dulu yang dengan sangat keras belajar, Nadhira sekarang pun begitu, meski pun dia tidak perlu sekeras itu belajar, tapi tetap saja dia belajar.


"Jangan terlalu berpikir terlalu keras, ibu sudah cukup bangga padamu yang sampai sekarang masih dapat bertahan untuk bersekolah," ucap Puspa.


"Iya bu, aku tidak sekeras kakak juga belajar saat ujian nya dulu hehe," sahut Nadhira.


Nadhira pun berangkat dengan menaiki bus. Hari ini dan tiga hari kedepannya dia tidak akan berlari untuk sampai ke sekolahan. Bukan lelah, akan tetapi dia hanya ingin bersantai.


Nadhira sampai. Di seberang jalan terlihat pintu gerbang sekolahan. Disana dia melihat seseorang yang sangat dia kenal.


Dia berlari menghampiri Nadhira tanpa melihat kanan dan kiri. Tanpa menyadari ada sebuah mobil berwarna hitam yang mulanya terparkir di pinggir jalan tiba-tiba melaju saat melihat orang yang di kenal Nadhira itu menyeberang.


"Ada yang tidak beres!" Gumam Nadhira.


Tanpa berpikir lagi Nadhira dengan cepat berlari dan saat sudah dekat dengan target dia menariknya sampai mereka berdua terguling di jalanan beraspal. Sedangkan si mobil hitam melaju dengan cepat meninggalkan tempat kejadian.


Tak berapa lama orang-orang telah mengerumuni Nadhira dan Reyhan. Ya dia Reyhan sang pengganggu kehidupan Nadhira hampir satu tahun lebih ini.


"Nadhira kau tidak apa?" Tanya seorang pemuda. Lagi, satu lagi penganggu. Dia adalah Reno, kakak dari Rangga, temannya.


Nadhira tidak tahu mengapa mereka terus mengganggu keseharian. Frustasi itulah yang sekarang Nadhira rasakan, tapi tak ditunjukkan nya kepada orang-orang sekitarnya, cukup dirinya yang merasakannya.


Lain mereka berdua lain lagi seseorang yang terus mengirimi Nadhira dengan bunga mawar, baik itu di rumah maupun di sekolah, akan tetapi Nadhira tidak mengetahui orang itu. Dia sudah berusaha mencari informasi akan tetapi tidak di dapatnya satu informasi apa pun. Jadi dia menyerah dan membiarkannya saja, toh tidak mengancam dirinya maupun keluarganya.


"Aku tidak apa," sahut Nadhira.


Nadhira bangkit dengan bantuan Reyhan dan juga Reno.


Mereka berdua mulai berdebat. Memang setiap kali bertemu mereka selalu berdebat. Entah itu hal kecil sekalipun. Nadhira jengah dengan mereka berdua dan meninggalkan mereka berdebat di tengah jalan yang pastinya jadi tontonan orang-orang. Apalagi Reyhan yang merupakan seorang idol membuat semakin banyak orang berkumpul. Dan lagi para bodyguard nya lah yang kualahan menjaganya agar tidak di tarik para fans nya.


Setelah sadar di tinggal oleh Nadhira mereka berdua pun akhirnya memilih kembali ke pekerjaan mereka masing-masing karena tidak mungkin mereka mengikuti Nadhira sampai ke dalam sekolahan.


¤


¤


¤


Semoga Suka...