
Selamat Membaca...
•••
Seeetttttt
Belati melesat melewati leher Wasit tersebut membuatnya berdiri kaku.
Sedangkan para penonton langsung diam karena menahan nafas terkejut.
"Aku tidak minta pendapatmu dan yang lainnya. Ini keputusanku! Tidak ada larangan kalau tidak boleh menyerah!" Ucap Nadhira datar.
Nadhira pergi dari tengah arena dan akhirnya mereka semua tersadar setelah hilang nya dibalik dinding.
Akhirnya Wasit pun menyatakan kemenangan Derry. Dia tidak akan sok berani bicara lagi kepada para petarung. Hari ini dia beruntung tidak mati. Tadi dia berani bicara karena merasa Nadhira itu orang baru, dan tidak mungkin berani menentang banyak orang. Apalagi banyak orang berpengaruh yang sedang menonton, tapi ekspektasinya salah! Nadhira bagian berani melemparkan belati! Mungkin setelah ini dia tidak akan mau menjadi Wasit kalau ada nama 'Red Spider' sebagai peserta nya.
Pertarungan berakhir dan para penonton pulang satu-persatu.
Kania semakin kagum dengan Nadhira. Dia tidak malu kalau Nadhira kalah. Tapi dia kagum dengan sikap Nadhira. Meski dia tidak dapat mendengar langsung pembicaraan Derry dan Nadhira, tapi kalau dilihat dari ekspresi mereka, Kania tahu bahwa mereka berdua sedikit akrab.
Dapat dia pastikan, karena dia melihat Nadhira dan Derry sudah berbincang lama saat pertama Nadhira menenpati kursinya.
"Kau menakjubkan!" Ucap Kania bangga.
"Maaf membuatmu kecewa!" Ucap Nadhira.
"Maksudmu dengan menyerah secara terhormat seperti itu? Ayolah Nadhira, aku akan sedikit marah kalau kau melawan orang yang menurutmu dia baik dan ikut pertarungan ini hanya untuk memenangkan uang untuk kesenangan mereka," elak Kania.
Dia sudah memastikan identitas Derry sebelum menemui Nadhira tadi, jadi dia yakin, Nadhira tidak akan menyakiti orang baik.
Saat mereka mengobrol seraya menuju keluar arena, tak sengaja mereka bertemu dengan orang yang tidak di duga.
Dia Stiven, Leo, dan Cerry.
"Selamat malam nona White Snake!" Sapa Leo.
"Oh tuan Leo?! Tuan Stiven juga dan nona Cerry?" Sahut Kania.
"Orangmu sangat hebat! Meski diakhiri dengan menyerah! Tapi aku pastikan pasti ada alasan khusus?!" Ucap Leo.
"Hahahaha, terimakasih! Perkenalkan dia Red Spider!" Ucap Kania.
Dia tahu kalau Nadhira tidak ingin mengobrol dengan orang lain.
Mereka pun berbincang sampai parkiran dan berpisah disana.
Setelah di dalam mobil Nadhira baru membuka topengnya.
...•••...
Hari-hari terus berlalu, dan keseharian Nadhira masih saja sama, yaitu tidur, makan mandi, bermain bersama Arlan, mengunjungi ibunya dan seterusnya.
Dan pada hari ini, hari pertama Nadhira masuk ke dunia perkuliahan. Dia memutuskan untuk kuliah, karena pendidikan itu penting meski dia sudah melewati nya dikehidupan sebelumnya.
Nadhira berkuliah di Universitas GARUDA. Universitas umum atau yang di kelola oleh pemerintah.
Mengapa tidak di Universitas yang sama dengan Andara? Nadhira berkata. "Tidak akan waktu bebas untukku, jika kalian di Universitas yang sama dengan kakanya itu. Karena dapat di pastikan, kakanya tidak akan membiarkan dirinya sendiri kecuali ada urusan,"
Sebuah Motor Sport hitam memasuki area kampus yang bernama 'UG' Universitas GALAKSI. Hampir semua pasang mata melihat dari seorang yang mengendarai motor sport itu masuk hingga parkir khusus mahasiswa.
Sekarang sudah jam 06:45 Dan 15 menit lagi acara Ospek akan di mulai dan oleh karena itu sudah banyak mahasiswa lama maupun mahasiswa baru yang datang.
'Maba?'
'Mungkin!?'
'Kerennn!!!'
'Laki-laki tu pasti! Gebet ah,'
'Ngaca! Mau tidak dia denganmu,'
'Huh!'
'Tidak mungkin kan perempuan?'
'Bisa saja!'
Orang-orang penasaran sosok di balik helm full face itu dan mereka menunggu, tapi sang topik belum juga membuka helm nya dan masih memandang ke depan.
Alasan Nadhira masuk Universitas umum ini karena dia berharap Universitas ini tidak sama dengan Universitas swasta elite yang mana banyak mahasiswanya memandang status sosial seseorang, tapi dia tidak berharap tinggi Karena di satu tempat pastilah ada orang yang ya kalian tahu sendiri.
Kampus ini juga termasuk universitas yang juga lumayan diminati di Kota A. yang mana menerima semua orang tanpa memandang status sosial, tapi tak menutup kemungkinan ada saja oknum mahasiswa seperti itu, tapi tidak untuk para petinggi kampus. Mereka menjunjung keadilan tanpa membeda-bedakan, yah tak di pungkiri juga pastilah ada oknum dosen atau staff lainnya yang yahh gitu.
Celana jins abu-abu, baju kaos putih dipadukan jaket kulit hitam
serta sepatu boots hitam melekat pada Nadhira membuat orang-orang berpikir dia itu laki-laki.
Dengan gaya lambat Nadhira melepas helm nya dan rambut sebahunya berjatuhan dan menutupi wajahnya.
'Perempuan?'
'Mantap!'
'Woooow,'
Semua berdecak kagum, iri, sirik, dan sebagainya.
'Mukanya pasti jelek!'
'Heh kaya kau cantik saja!'
'Ya iya lah aku gitu! Siapa yang tidak tahu aku di kampus ini!'
Suara-suara terus teredengar di pendengaran Nadhira, dia tidak peduli, dia menyugar rambutnya ke arah belakang menampakkan wajah cantiknya.
'Cantik!' Pekik salah satu mahasiswa yang sudah pasti buaya datar tuh.
'Imutnya! Meski datar sih,'
'Harus aku gebet nih!'
Nadhira turun dari motornya dan mengambil tas punggungnya, kemudian berjalan ke arah kumpulan mahasiswa baru.
Nadhira memang sengaja tidak langsung ke kumpulan mahasiswa baru, karena dia malas kalau di tanya-tanya. Lagipula tenggorokannya sedikit kering dan sakit. "Mungkin aku akan sakit!" Gumam Nadhira.
Tak ada yang berani mengajak Nadhira bicara, karena mereka takut dengan wajah datar Nadhira dan tatapan tajamnya.
Jam 07:00, pebukaan Ospek pun di mulai dan berakhir dengan lancar dn sekarang mereka dipersilahkan untuk istirahat.
Nadhira duduk di salah satu bangku kantin dan dia duduk sendiri, karena masih tidak ada yang berani mendekati nya.
Suasana kantin saat ini sangat ramai, selain karena kantin kampus hanya satu dan juga datangnya mahasiswa baru.
Hampir tidak ada bangku kosong lagi yang tersisa kecuali di tengah kantin.
Seketika suasana kantin menjadi ribut dengan pekikan, teriakan para kaum hawa, mahasiswa lama.
'Aaaaaa Calvin, makin hot saja!'
'Dafa juga makin manis!'
'Edwin makin imut deh!'
Pekikan terus di kumandangkan oleh para kaum hawa yang kagum kepada tidak laki-laki yang baru masuk kantin. Mereka menempati meja kosong di tengah.
"Hah," Nadhira menghela nafas karena makannya terganggu dengan suara berisik itu. Dan saat akan menyuap nasi goreng ke mulutnya...
"Permisi!" Nadhira mendongak dan menatap seorang gadis berkacamata kuncir kuda.
"Hm?"
"b-boleh aku duduk disini? S-soalnya tidak ada b-bangku kosong lagi selain d-di sini," ucapnya gagap, mungkin karena gugup, takut dan sedikit gemetar?
Nadhira lihat dia juga mahasiswa baru dan tidak memiliki teman juga, dan Nadhira dapat menebak itu karena penampilannya yang culun, cupu.
"Hm, silahkan!" Ucap Nadhira membolehkan kemudian memakan kembali makanannya, tapi lagi-lagi makannya terganggu oleh suara ribut.
"Ck!" Nadhira berdecak kesal dan perempuan di seberang menegang.
¤
¤
¤
Semoga Suka...