Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh
Faktanya


Selamat Membaca...


•••••


Bagi teman yang sebelumnya dekat dengan Yunita juga sekarang merasa bahwa ternyata Yunita memiliki sifat yang terlalu kejam.


"Tidak, semua itu bukan perbuatan ku, aku di fitnah," Teriak Yunita dengan tergesa-gesa.


Dia merasa bahwa dirinya tidak boleh ketahuan, karena jika dia mengakuinya reputasinya akan langsung hancur. Dan itu tidak boleh terjadi. Karena dia sudah sangat berusaha keras mempertahan kan image baiknya di sekolah ini. Itu semua tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan yang sulit.


Meskipun Yunita masih menyangkalnya, ekspresi wajah dan gerak gerik tubuh nya tidak sesuai dengan perkataannya, dan tepat setelah dia selesai mengelak, sebuah suara terdengar dari sebuah rekaman video.


"Katakan sekali lagi, siapa kau, dan siapa yang meminta mu untuk melakukan ini? Kenapa dia melakukan itu? Dan apa saja yang dia minta untuk kau lakukan kepadaku?" Itu adalah suara seorang gadis. Semua orang tahu kalau itu suaranya Nadhira.


Suara rekaman diam sejenak dan kemudian suara seorang pemuda terdengar.


"Aku adalah Fendi, kakak sepupu dari Yunita. Semua ini adalah perintahnya Yunita, dia mengatakan kepada ku bahwa seorang siswi baru bernama Nadhira telah menamparnya dan dia ingin aku membantunya untuk membalas dendam nya dengan cara menculik mu dan kemudian memperkosa mu, kemudian video akan di sebarkan di internet,"


Setelah suara rekaman video itu berakhir, semua orang menarik nafas panjang dan memandang Yunita dengan pandangan ngeri, yang mengejutkan semua orang adalah Yunita ternyata begitu jahat.


Mega tahu bahwa Fendi adalah sepupunya Yunita, dan ketika dia mendengar suaranya, dia tahu bahwa itu pasti Fendi.


Mega kemudian menonton video nya dengan benar.


Yunita masih menolak mengakui bahwa yang di katakan oleh pemuda yang mengaku kakak sepupunya itu adalah dirinya.


Orang lain mungkin memiliki beberapa keraguan, tapi Mega tahu dengan jelas bahwa sepupu Yunita telah menyebarkan bahwa Yunita lah dibalik semua kejadian ini.


Selain itu, Yunita tampak sangat panik, semua orang bisa melihat ekspresi nya, dan beberapa orang mulai percaya bahwa memang Yunita lah yang berada di belakang kejadian ini.


Di lain sisi Rima, Rangga, Bagas dan Clara telah menyelesaikan lari pagi mereka, tapi mereka bertanya-tanya kemana kah Nadhira. Biasanya dia akan ikut berlari bersama mereka setiap pagi. Tapi hari ini tidak.


Di tengah jalan, Rangga mengeluarkan ponsel nya dan melihat video-video yang beredar di forum sekolah. "Apa-apaan ini? Beraninya Yunita meminta bantuan dari geng Harimau Putih untuk menyakiti bos kita. Ini juga si bodoh-bodoh ini mengatas namakan Harimau Putih? Mencemarkan nama geng Harimau Putih saja, padahal orang tua ku tidak akan berbuat hak serendah itu," ketika mendengar kemarahan Rangga, semua orang terkejut dan langsung mengelilingi Rangga untuk menonton video itu.


Semua orang merasa marah ketika menonton video itu, mereka semua sangat jengkel atas apa yang telah di lakukan oleh Yunita kepada Nadhira.


Semua orang tahu tentang siapa pemimpin geng Harimau Putih, jadi mereka tidak merasa takut karena di samping mereka adalah keturunannya.


Rangga begitu malu dengan kelakukan anak buah ayahnya dan membuatnya marah lagi sekarang tujuan mereka adalah Nadhira, itu adalah hal yang benar-benar tidak dapat di terima olehnya.


Meskipun mereka semua marah, tapi mereka masih sangat bersemangat ketika melihat Nadhira bisa mengalahkan orang-orang itu dengan mudah.


"Ayo kita bersama-sama membela bos kita," Kata Bagas.


"Tentu saja kita harus melakukan itu," Yang lain ikut setuju.


Tidak lama kemudian mereka langsung mencari keberadaan Nadhira. Tapi yang mereka cari-cari tak kunjung di temukan.


Semua siswa menyingkir dari jalan ketika sekelompok siswa yang dikenal memiliki latar belakang kuat di belakang mereka.


"Kemana bos kita? Apakah kita beralih mencari dan memberi pelajaran kepada Yunita saja?" Usul Rangga.


"Ide yang bagus, aku setuju," sahut Rima langsung di angguki yang lain.


Saat mereka tak menemukan keberadaan Nadhira, mereka beralih mencari keberadaan Yunita yang pastinya ada di kelas.


Mereka dengan terburu-buru menuju kelas sepuluh IPS C.


Di sana terlihat Yunita duduk mematung dengan tubuh gemetar saat melihat kelompok yang baru-baru ini terbentuk dan di takuti oleh siswa lainnya.


Sebelum Rima membuka mulutnya Nadhira datang mencegahnya. "Apa yang kau lakukan di sini Rim?" Tanya Nadhira. "Dan oh Rangga? Mengapa kalian berdua berada di kelas sepuluh IPS C ini. Bukankah kelas kalian sepuluh IPS A?"


"Akhirnya kami menemukanmu!" Bukan Rima atau Rangga yang bicara akan tetapi Clara yang langsung mendatangi Nadhira seraya bergelayut di tangannya. "Kau kemana saja? Kami hampir mengelilingi gedung sekolah ini untuk menemukan mu akan tetapi tidak kami temukan keberadaan mu," lanjutnya.


Nadhira mengeryit kan alisnya, sebelum dia memahami perkataan Clara. "Aku tadi habis dari toilet. Memang ada kalian mencari ku?" Nadhira ini bagaimana, toh yang membuat heboh dirinya, kok dia tenang banget.


"Bos membuat forum sekolah heboh, kok tenang saja. Dan apakah bos baik-baik saja?" Tanya bagas dan dibalas anggukan dirinya.


"Kalian kembali lah ke kelas kalian. Pelajaran segera di mulai. Guru kemungkinan telah masuk ke kelas kalian," ucap Nadhira menyuruh mereka. Tapi mereka tidak mau. Mereka memilih ikut kelas dengan Nadhira.


Nadhira tak dapat berbuat apa-apa. Dan tak berapa lama benar saja guru datang dan mereka segera duduk di kursi masing-masing, sedangkan Rima dan Rangga mengambil kursi kosong yang terletak di ujung kelas dan bergabung di meja Nadhira dan Clara itu untuk Rima, kalau Rangga ikut meja Bagas.


Guru yang masuk adalah guru Sejarah, pak Kadir, wali kelas IPS A. Awalnya beliau sangat terkejut, karena keberadaan Rangga dan Rima, tapi beliau mengabaikannya dan membiarkan Rangga dan Rima ikut kelasnya.


Ting ting ting...


Bel istirahat berbunyi, para siswa bergegas keluar untuk mengisi perut keroncongan mereka, akan tetapi tidak bagi Nadhira yang tidak nafsu makan.


Yang lain pun juga tetap menemani Nadhira. Mereka berpikir saat ini Nadhira dalam keadaan tertekan.


Yunita juga tidak berani keluar kelas, pasti nya saat dia keluar dati kelas banyak gosip mengenainya, dia tidak ingin mendengarnya, jadi dia tetap berada di dalam kelas. Sedangkan Mega perlahan menjauhi Yunita. Dia tidak ingin terlibat, Yunita enak meski mendapat masalah dia akan ada yang membantu, seperti latar keluarga yang kuat, akan tetapi dia, dia hanyalah seorang anak dari pengusaha biasa yang sudah berteman lama, meski seperti bukan teman melainkan babu bagi Yunita, jadi dia memilih cara aman yaitu menghindari Yunita.


Rangga, Bagas, Rima dan Clara membujuk Nadhira untuk membuat perhitungan kepada Yunita, akan tetapi Nadhira tidak mau. Dia memiliki rencananya sendiri.


"Sudahlah, biarkan orang seperti itu menderita sendirinya. Kita hanya manusia biasa, tidak bisa menghukumnya sembarangan karena dunia ini memiliki hukumnya masing-masing. Aku juga tidak ingin mendapat masalah," ucap Nadhira dengan membuat wajah teraniaya yang membuat para siswa yang tersisa melihat iba padanya.


¤


¤


¤


Semoga Suka...