
Selamat Membaca...
•••
Ternyata sesosok anak laki-laki yang tingginya hanya sepinggang Nadhira yang menahan ujung baju Nadhira.
"Geo? Ada apa?" Tanya Nadhira lembut.
Dia bukan orang yang tidak tahu situasi kalau bicara. Dan saat ini dia berhadapan dengan bocah laki-laki berusia 5 tahun, adik Gilang, Geo.
"Emmm, kak, apakah Geo boleh ikut?" Tanyanya malu-malu.
"Hah? Geo mau ikut kemana?" Tanya Bunda Gilang saat mendengar anak terkecilnya itu ingin ikut?
Nadhira berjongkok menyamakan tinggi mereka.
"Geo mau ikut?" Diangguki Geo antusias.
"Emm, sepertinya tidak bisa sekarang, tapi besok bisa. Mau?" Diangguki Geo lagi.
Entah apa yang di pikirkan Geo, melihat teman-teman kakaknya seperti marah dan akan pergi, pikirnya bakal seru kalau dia ikut juga. Tapi tidak tahu tempat apa yang di tuju dan apa yang mereka kerjakan.
"Baiklah! Besok kakak jemput Geo di sini ya. Jam 8 pagi. Ok!"
"Ok!" Sahut senang Geo.
"Om, tante Gil, kak Gania, saya permisi dulu,"
"Ya, hati-hati," jawab mereka semua.
•••
Di jalan X, tepatnya di belakang bangunan terbengkalai, 32 orang remaja menginjak dewasa sedang berdiri menatap bangunan tua yang agak menyeramkan. Pasalnya mereka sampai disana pada malam hari, tepatnya jam 9 malam.
"Gimana? Apakah langsung masuk saja?" Tanya Rima.
"Kalian maju lah dulu, aku akan mendatangi ketuanya," ucap Nadhira sambil menatap layar ponselnya.
"Baik!" Jawab semuanya.
Mereka pun menuju belakang bangunan melalui samping bangunan.
Setelah melewati bangunan tua itu terpampanglah bangunan sederhana di sana.
Terlihat di dalamnya lampu masih menyala dan suara berisik terdengar. Dapat ditembak jika banyak orang di dalamnya.
"Hei ngapain?"
"Oh astaga!!!" Semuanya mengelus dada masing-masing. Karena keadatangan seseorang yang sangat tiba-tiba.
"Eh Cer, datanganya bisa gak ngagetin gak!" Kesal Rima.
"Hehehe, sorry! Ngapain? Ku lihat kalian berbondong-bondong menuju sini, jadi kuikutin aja," Cerry.
"Kami mau nyerang nih markas!" Sahut Rangga.
"Hem, eh? Apa? Kalian?"
"Hooh!" Diangguki semua.
Ya mereka sudah mengenal Cerry. Karena Cerry sering datang di saat mereka latihan. Bahkan seribg kali membantu.
"Kenapa?" Dimas.
"Tidak! Hanya saja dengan jumlah kalian ini?" Tanya Cerry ragu.
"Hey, jangan remehkan kami ya! Demi solidaritas kami, kami rela babak belur," ucap Bayu tak terima. Cowok pecicilan di kelas XII IPS 1.
"Hehehe, bukan gitu, tapi emang siapa yang di gangguin? Eh mana nih si Gilang? Biasanya dia yang paling depan kalau masalah beginian?"
Belum sempat salah satu dari mereka menjawab ada suara seseorang menyahut.
"Dia masuk rumah sakit!" Andra, wakil dari geng motor bernama GALA.
GALA sendiri merupakan singkatam dari anggota inti dari geng tersebut.
A: Andra (Wakil)
L: Leon (Anggota Inti 1)
A: Abimanyu (Anggota Inti 2)
"Hah? Beneran!?" Cerry sendiri tak tahu akan itu, karena hampir dua minggu di bepergian ke kota A. Entah apa yang di kerjakan di sana. Mereka tak mengurusinya, karena setiap orang pasti mempunyai hal pribadi yang tidak bisa di ceritakan kepada orang lain.
"Ya! Dia di keroyok oleh anggota geng BlackDragon. Yah meski bukan anggota inti sih," ucap Abimanyu.
"Wah ini aku harus ikutan!"
"Ya terserah!"
Andra membawa 2 anggota inti dan dua puluh anggota lainnya dari geng motor mereka. Jadi jumlah mereka sekarang 55 orang minus Nadhira yang mengurus inti dari geng BlackDragon.
PRANNNGGG
Dimas, ya dia Dimas yang dengan sengaja melempar batu tepat di jendela. Membuat jendela yang seluruhnya kaca itu pecah.
"WOI KELUAR KALIAN!" Teriak nya.
Terdengar dari kejauhan lebih tepatnya dari dalam bangunan itu suara langkah kaki mendekat tergesa-gesa. Tak lama segerombolan orang keluar dari berbagai pintu.
"Apa maksudnya ini? Siapa kalian? Oh Geng GALA ya! Apa maksud kalian membuat keributan di markas kami? Apa mau kalian?" Dia Dean, wakil dari Geng BlackDragon.
"Mau kami ya?.... Mau kami yaitu membalas kalian yang telah main keroyok teman kami," bukan anggota dari Geng GALA yang menyahut, akan tetapi Rangga yang sudah sangat marah dan juga tangannya sudah gatal ingin memukul orang.
Pasalnya mereka kalau tidak ada yang menggagu ketenangan mereka mereka tak bisa menggunakan kekuatan mereka sesuka mereka, itu sudah jadi janji mereka dari awal belajar bela diri bersama.
"Teman kalian? Memang nya siapa dia?" Tanya Damitri, anggota inti Geng BlackDragon.
"Gilang, ketua dari Geng GALA!" Jawab Rima penuh penekanan. Dia menekan kemarahannya dengan kata-kata, karena kata Nadhira 'Kalau bisa jalur damai mengapa tidak!'
Setiap masalah, baik itu perseteruan atau pun lainnya, janganlah langsung menghadapi dengan kekerasan dan emosi, tenangkan diri, hati dan kepala. Pikirkan akhir nya jangan lihat di awalnya.
"Heh Gilang? Kami tak merasa mengeroyok ketua kalian! Apa buktinya anggota kami yang mengeroyok?" Damiri, anggota inti BlackDragon dan kembaran Damitri.
"Bukti? Bukti apa lagi yang ingin kalian tahu. Ketua kami sampai masuk rumah sakit karena di keroyok oleh 20 anggota Geng BlackDragon. Disana tertinggal satu jaket yang di punggungnya lambang kalian!" Jelas Leon sambil melemparkan jaket itu setengah kedua kubu.
Salah satu anggota BlackDragon maju mengambil jaket itu dan menyerahkan kepada Dean.
Dean menerimanya dan menelitinya. Benar saja itu lambang mereka, akan tetapi bahan dari jaket bukan.
"Memang lambang ini, lambang kami, akan tetapi dilihat dari bahan jaket bukanlah bahan jaket yang kami miliki. Mungkin ada yang mau mengadu domba geng kita, jadi pikirlan lah baik-baik," ucap Dean.
Meski anggota Geng GALA tak sebanyak Geng BlackDragon, akan tetapi jangan di ragukan lagi anggota di dalamnya.
Selain para anak orang kaya dan berpengaruh, juga mereka memiliki kekuatan yang tidak dapat di remehkan.
Satu anggota biasa GALA mampu melawan 3-4 orang biasa, dapat di. Bayangkan untuk anggota inti, apalagi ketuanya.
Jadi Geng BlackDragon tak bisa sombong di hadapan Geng GALA ini.
Kalian pikir mengapa Gilang sampai kalah dan masul rumah sakit? Jawabannya adalah ada yang bermain curang saat pengeroyokan itu dengan menusuk punggung Gilang membuatnya tak dapat melawan mereka.
Saat mereka sedang memikirkan segala kemungkinan muncul suara seseorang membuat mereka sadar dan memfokuskan mereka ke satu titik.
"Tidak ada yang ingin mengadu domba antara Geng GALA dan Geng BlackDragon. Tapi perlu kalian tahu Geng BlackDragon! Bahwa banyak orang-orang yang menggunakan nama Geng kalian untuk berbuat hal jahat. Bukan hanya itu, anggota biasa kalian pun berani merekrut anggota mereka sendiri untuk diri mereka sendiri dengan mengatasnamakan Geng Kalian. Tanya saja kalau tidak percaya pada ketua kalian," suara terkesan dingin dan dengan nada datar itu tak ada yang ingin menyela perkataan itu.
Mereka kembali ke pemikiran masing-masing terutama anggota Geng BlackDragon.
Dua orang berbeda gender berdiri di antar dua kubu tersebut. Dua orang itu juga merupakan perwakilan masing-masing kubu.
¤
¤
¤
Semoga Suka...