Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh
Extra Part


Karena ada yang minta extra part, jadi author bikin sedikit ringkasannya.


Selamat Membaca...


•••


"Ha ha ha ha... Tangkap aku kak!"


Seorang anak perempuan dengan girang nya berlari mengelilingi taman penuh dengan bunga yang bermekaran.


"Tunggu dek, kakak cape! Hah hah hah,"


Seorang anak laki-laki yang terlihat ngos ngosan mengejar anak perempuan yang dari wajahnya terlihat mirip dengan nya.


"Nia jangan lari-lari terus, kakaknya capek tuh ngejar Nia terus," teriak seorang wanita yang duduk di bangku taman.


"Neo, sudah jangan di kejar lagi nanti kamu kecapean, nanti sakit lagi," sekarang sosok pria duduk di samping wanita yang barusan berteriak. Dia memperingatkan anak laki-laki bernama Neo untuk berhenti berlari, karena kalau di biarkan, maka saat malam hari tubunnya akan panas karena kelelahan.


Sepasang manusia yang duduk di kursi taman adalah Ganendra dan Nadhira. Sedangkan sepasang anak kembar yang lari-lari tersebut adalah anak mereka.


Nama mereka adalah Neondra dan Niandra. Umur mereka sekarang memasuki 6 tahun, dan mereka hanya berjarak lima menit yang mana yang kakak adalah Neodra dan yang adik Niandra.


Keadaan Fisik Neondra lebih lemah daripada Niandra. Sifat Niandra aktif dan ceria, sedangkan sang kakak kalem dan tenang.


Tapi sifat dan sikap mereka berubah kalau bertemu dengan orang baru yaitu dingin dengan tatapan datar sama hal nya dengan kedua orang tua mereka.


"Baik ibu/ayah!" Ucap mereka berbarengan. Mereka berdua anak yang cerdas, tidak perlu di beritahu untuk kedua kalinya mereka sudah paham.


Mereka duduk di satu bangku panjang menghadap ke arah taman menikmati pemandangan dan udara segar diluar pagi hari.


Maaf kalau gambarnya gak bagus. Maklumilah author tidak terlalu bisa gambar.



...•••...


10 tahun kemudian...


Di sebuah sekolah elit yang bernama MAHAKARYA International High School, tepatnya di salah satu kelas, kelas pertama dari jurusan IPS kelas XI, dikelas itu yang harus nya tenang, tapi bukannya tenang akan tetapi ributnya melebihi pasar.


"Ayo mana suaranya...," teriak seorang siswi cantik sambil memegang sapu di gunakan sebagai mike.


"Mengapa ribut sekali?" Teriak seorang guru yang sedang berdiri di pintu masuk kelas.


Semuanya diam di tempat tanpa suara.


"Sekarang semuanya berdiri di lapangan menghadap tiang bendera sambil hormat," perintah guru perempuan itu.


Tak ada yang bergerak sampai... "CEPAT!" Teriak guru tersebut dengan penekanan.


Semua Murid langsung berhamburan keluar melalui pintu masuk kelas bagian belakang.


Matahari di atas kepala bersinar dengan teriknya. Semua murid kelas XI IPS 1 berkeringat bahkan ada seragam mereka yang sudah di basahi oleh keringat.


Yang lain mengangguk menyetujui saja, tapi tak bisa berbuat apa-apa, karena di sekolahan itu menjunjung nilai keadilan yang tinggi. Jadi meskipun murid itu anak pemilik dia akan diperlakukan sama meski berbuat kesalahan.


Tittt


Tittt


Tittt


Bell istrihat berbunyi, tapi hukuman mereka belum berakhir membuat semua penduduk MIHS melihat itu dan mereka menjadi tontonan rutin. Yah tidak ada yang tidak kenal suatu kelas jika di dalam nya terdapat seorang gadis cantik yang bertingkah ajaib.


Namanya Niandra, adik kembar Neondra, anak dari Nadhira dan Ganendra.


"Wahhh Ndra, adikmu setiap hari semakin cantik, tapi kelakuannya semakin ajaib juga. Aku heran deh, kalian itu mirip tapi kok sifat kalian sangat berbanding terbalik? Satunya kalem sedangkan satunya bar-barnya minta amount!" Ucap Kenny, temannya Neondra.


Neondra hanya menggedikkan bahunya daripada menjawab, dia lebih memperhatikan adiknya yang saat ini sedang kepanasan, bahkan seragamnya sudah basah, dan itu membuat tubuhnya tercetak dengan jelas.


Dia menatap ke sekitar, banyak pasang mata buaya darat yang melihatnya dengan mesum dan dia tidak suka.


"Ck, kenapa selalu tidak menggunakan Almameter sih," decak Niondra.


"Apa? Kau bicara sesuatu?" Tanya Kenny.


Tanpa menjawab Kenny, Neondra melangkah mendekati dimana saat ini Niandra berdiri sambil melepaskan Almameter nya.


"Hah?" Niandra terkejut, dia langsung mendongak dan mendapati pria tampan yang berstatus kakak kembarnya itu kemudian dia tersenyum bahkan...


"Hehehehe Neo? Mau apa kemari? Nih juga kenapa memasangkan Almametermu kepadaku?" Ucap Niandra sambil ingin melepas Almameter, tapi di tahan oleh Neondra.


Neondra mendekati telinga Niandra. "Kau ingin ayah dan ibu yang mencolok pasang-pasang mata yang melihat tubuhmu?" Bisik Neondra.


Niandra melihat kearah bajunya dan kemudian melihat kesekeliling dan benar saja seragamnya basah dan mencetak tubunnya apalagi banyak tatapan lapar dari siswa laki-laki mata keranjang.


"Hehehe maaf, jangan beritahu ya, ku mohon," melas Niandra.


"Hm, jangan sampai kejadian lagi! Dan bagus lagi jangan di hukum begini lagi!" Ucap Neondra kemudian pergi dari lapangan.


Setelah kepergian Neondra, semua teman perempuan Niandra berteriak histeris melihat kedekatan Niandra dengan Neondra. Kalau saja mereka bukan saudara mereka semua akan mendukung hubungan mereka berdua.


Memang mereka di kenal sangat dekat, melindungi dan menjaga satu sama lain, karena mereka telah di ajarkan sedari kecil.


'Utamakan keluarga jikalau itu memang harus dan nasehati keluarga jika mereka berbuat salah!'


Segitu saja ya extra part.


¤


¤


¤


Semoga Suka...