Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh
Tidak Memahami


Selamat Membaca...


•••••


Seorang anak dari Jenderal Militer yang pastinya banyak memiliki pesaing maupun musuh yang ingin menjatuhkan keluarga berpangkat itu.


"Maaf teman-teman karena telah menyembunyikan hal ini dari kalian. Sebenarnya aku anak dari gangster Harimau Putih," ucap Rangga.


Mereka semu terkejut, termasuk Nadhira, akan tetapi tidak di tunjukkannya.


Gangster Harimau Putih adalah organisasi yang sangat berpengaruh di kalangan dunia bawah. Tidak ada yang tahu siapa pemimpin dan penerusnya. karena identitas mereka sangatlah berbahaya. Seperti saat ini ada yang mengetahui kalau Rangga adalah anak dari pemimpin organisasi itu dan bahkan kemungkinan penerusnya, jadi tanpa membuang kesempataan untuk menjatuhkan dan merebut organisasi itu banyak yang berbondong-bondong untuk menghabisinya. Sama hal nya seperti Glen yang di baliknya adalah keluarga militer.


"Sudah membuka rahasia-rahasianya?" Tanya Nadhira tajam, membuat semua orang bungkam. "Ini bukan saatnya untuk saling membuka rahasia, ini waktunya untuk menyelamatkan diri," lanjut Nadhira.


Mereka akhirnya sadar dan menyadari kesalahan mereka.


"Lalu sekarang bagaimana?" Tanya Bagas sedikit takut. Memang dia suka adegan seperti ini, karena dia sering nonton film action, tapi bukannya yang nyata seperti ini.


"Kalau begitu kalian pergilah, biar kami yang mengurus masalah ini," ucap Glen seraya menatap Rangga, yang diangguki oleh Rangga.


"Apa kalian bisa pergi dari sini hidup-hidup sendiri? Penembak jitu itu akan membunuh kalian, sesaat mereka melihat keberadaan kalian," Nadhira akhirnya berbicara setelah sekian lama diam, menyipitkan matanya mencari keyakinan di mata Glen dan Rangga, tapi dia lihat masih ada keraguan dari mata keduanya. "Tidak yakin?"


Terlibat mereka diam, karena benar mereka sendiri tak yakin akan selamat atau tidak, karena di lihat dari manapun meski mereka di didik keras dari keluarga mereka tidak menutupi kenyataan bahwa mereka masihlah delapan belas tahun.


Sejenak berpikir mereka berdua di tambah lainnya mengalihkan pandangan ke arah Nadhira yang dalam pikiran mereka adalah seorang pemimpin.


Tapi meskipun begitu itu adalah masalah mereka, mereka tidak ingin ada yang terluka. "Meski begitu, aku tidak bisa menyeret kalian semua ke dalam masalah ini!" Glen menatap mereka semua dan di setujui oleh Rangga.


Rima adiknya dan Andara adalah sahabatnya di tambah lagi teman-teman adiknya, dia tidak akan menbiarkan merekan mereka semua terluka. Jiwa militer dalam dirinya telah mengajarkan bahwa jangan membuat yang lain terseret kalau kita sendiri tidak yakin akan hasilnya.


Tiba-tiba Nadhira mengulurkan kedua tangannya ke arah Glen dan juga Rangga. "Baiklah, berikan aku pistol kalian," hanya mendengar jawaban yang mementingkan orang lain membuat Nadhira untuk membantu, meski nantinya akan banyak pertanyaan dari mereka semua, terutama kakaknya.


"Huh? Apa?" Mata Glen dan Rangga menyipit tak paham. "Coba katakan lagi, apakah pendengaran ku salah?" ucap Rangga.


"Ya ya, telingaku juga pasti salah," sambung yang lain.


"Tidak salah! Cepat berikan pistol kalian, aku perlu keduanya," ucap Nadhira meyakinkan.


Beri dia pistol?


Apakah dia tahu cara menggunakannya?


Itu tidak mungkin!


Ini adalah pistol sungguhan, bukan mainan!


Andara menatap Nadhira dengan kaget. Tapi dia pikir bukan saat nya bertanya, jadi dia diam saja.


Tak mendapat respon Nadhira melangkah maju dan mengambil postol dari tangan keduanya.


"Bagus! 'Desert Eagle' buatan Israel, ini memiliki kemampuan daya tembak yang luar biasa. Dimana jika pistol pada umumnya hanya bisa menembus sasaran, namun berbeda dengan pistol ini. Desert Eagle mampu menembus target sekaligus membuat target hancur seketika. Oh yang satu ini juga luar biasa, 'Raging Bull 454' buatan Brasil. Ini mampu menembak sampai kecepatan 580 meter per detik," ucap Nadhira tanpa sadar karena terlalu senang melihat pistol yang lumayan lama tidak dia pegang.


Tapi perkataannya itu membuat semua orang tertegun apalagi Glen dan Rangga.


'Desert Eagle' pistol milik Glen, sedangkan 'Raging Bull 454' pistol yang di bawa oleh Rangga.


Dia benar-benar bisa mengenali jenis senjatanya?


Berapa umurnya?


Tapi dia adalah adik perempuan Andara, tidak mungkin dia lebih tua dari nya.


Di tengah keterkejutan Glen dan Rangga dan kebingungan Andara dan yang lain, Nadhira berkata. "Tetap di sini dan jangan keluar!" Seperti seorang pemimpin kepada bawahannya, Nadhira seperti mengorbankan dirinya demi bawahan-bawahannya.


Tapi keterkejutan itu tak lama karena mereka sadar...


Apakah dia sudah gila?


Dia akan terkena tembakan jika tidak menggunakan baju pelindung baja!


Glen dan Rangga lebih berpikir lagi...


Apakah Nadhira mencoba menembak penembak jitu itu dengan menggunakan pistol?


Bagaimana mungkin?


Beralih kepada Nadhira yang telah berjalan perlahan sambil merayap pada lantai bak profesional menghindari dirinya terlihat oleh musuh.


Dia berhenti di sebuah pilar, dia menatap pada arah peluru yang sebelumnya sudah menempel pada dinding tembok.


Nadhira dapat melihat dua penembak jitu yang lagi celingukan mencari target mereka yang tak kunjung muncul.


Dari arah jam 10 dan jam 3, dua penembak jitu berpakaian serba hitam ketat dan tak lupa masker yang menutupi wajah mereka. Tak terlalu jauh karena mereka berada di gedung sebelah.


Nadhira keluar memperlihatkan dirinya dan penembak jitu itu tahu bahwa dirinya lah yang membuat tembakan mereka tak mengenai target, dan sekarang Nadhira lah yang akan menjadi target mereka sebekum target sebenarnya.


"Tss, tss...tss, tss!" Empat bidikan beruntun dari dua penembak jitu dari arah berbeda terdengar oleh Nadhira. Kecepatan peluru tidak terlihat oleh mata tetapi tidak menimbulkan ketakutan dari Nadhira.


"Nadhira/ Ira," lirih mereka semua yang khawatir. Mereka tak bisa berteriak, karena itu dapat membuyarkan konsentrasi Nadhira, mereka tidak ingin terjadi apa-apa terhadap Nadhira.


Tapi yang tak terduga Andara ingin berlari ke arah Nadhira untuk melindungi adiknya dari serangan peluru, tapi sebelum itu terjadi, Glen langsung menahan Andara.


Sejujurnya, Glen juga ingin melakukan hal yang sama, karena semua ini terjadi karena dia.


Tapi ketika dia melihat ketangkasan Nadhira, dia merenung dan meyakinkan dirinya kalau Nadhira bukanlah gadis biasa. Dan jika dia keluar maka kemungkinan akan menjadi beban bagi Nadhira.


Jika Nadhira adalah gadis biasa, bagaimana bisa dia merasakan tembakan dan menolong mereka semua sebelumnya?


"Apa yang kau lakukan Glen, biarkan aku menolong adikku," ucap Andara marah.


"Kau harus yakin dengan adikmu, dia bukan gadis biasa. Kalau kau keluar maka kemungkinan kau hanya akan menjadi beban. Aku juga berpikiran sama seperti mu tadi, tapi saat ku telisik lagi, adikmu memang bukan gadis biasa pada umumnya," jelas Glen panjang lebar.


Mereka yang mendengar pun menyakini apa yang di katakan oleh Glen itu benar adanya, dan Andara pun terdiam.


"Benar yang di katakan kak Glen, kak Andara. Kita hanya akan menjadi bebam kalau bersikeras menolong Nadhira. Saat ini adalah pilihan terbaik, kalau kita hanya melihat dan memperhatikannya saja. Dan jika keadaan semakin genting baru kita bertindak," Rangga menyetujui apa yang di katakan Glen. Karena dari pertama dia bertemu dengan Nadhira, dia mereka Nadhira bukan gadis yang bisa di remehkan. Oleh karena itu dia juga bersikeras untuk di ajarkan olehnya. Dia anak dari seorang ketua Gangster memiliki guru seorang perempuan? Apa mau dikata orang. Tapi, karena dia yakim dengan pendapatnya. Mau bagaimana orang memandangnya, dia tidak akan peduli.


¤


¤


¤


Semoga Suka...