Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh
Pergi Ke Kota A


Selamat Membaca...


•••••


Nadhira tidak langsung pulang ke rumah, akan tetapi dia pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan nya pergi ke Kota A.


Dia membeli sepeti baju baru, topi, celana, serta aksesoris untuk penyamaran, kalau-kalau di perlukan nanti.


Nadhira tidak membeli barang-barang yang mahal, dia membeli yang sesuai dengan situasi dan kondisi saja.


Setelah cukup dengan keperluannya Nadhira keluar dari pusat perbelanjaan dan pergi ke supermarket untuk membeli beberapa makanan ringan untuk dirinya dan beberapa dia taruh di kulkas.


"Semuanya lima ratus ribu rupiah!" Ucap Kasir supermarket.


Nadhira menyerahkan kartu nya dan sang kasir menerima dan menggesekkan nya di mesin penghitung.


Proses pembayaran dan pengemasan selesai Nadhira pun langsung pulang.


"Huft... Lelah juga seharian jalan mulu," gumam Nadhira setelah merebahkan tubuhnya di ranjangnya.


Nadhira melihat jam dinding menunjukkan angka 3 sore. Dia pun mandi dan memasak sesuatu. Rencananya dia ingin mengantarkan makanan itu dan juga cemilan untuk kakaknya di asrama. Kasihan anak asrama makan tidak ada yang masakin.


Sebelum memasakkan dia mengirim pesan kepada Andara, bahwa dia akan ke asrama kakaknya untuk mengantarkan makanan. Setelah itu dia pun pergi ke dapur dan memasak berbagai macam masakan. Mulai dari rendang, oseng-oseng tumis kangkung, tak lupa nasinya.


Untuk makanan penutup dia membuat kukis.


Setelah semua selesai dia memasukkan nya ke rantang dan untuk kukis dia bungkus dengan plastik.


Akhirnya semua nya selesai dalam satu kantung tas besar untuk kukis dan snack yang di belinya. Sedangkan rantang terpisah.


Dia tahu kalau Andara selalu menahan untuk jajan, karena dia melihat kondisi ibunya yang bekerja keras, tapi sekarang karena dia tahu kalau Nadhira memiliki cukup uang, Nadhira tidak akan ragu untuk mengeluarkan uang untuk kakaknya.


Sebelum pergi di menulis pesan yang dia tempelkan pada kulkas. Memberitahukan kepada ibunya kalau dia ke asrama kakaknya untuk mengantarkan makanan.


Jam 5 sore, Nadhira berangkat dengan menaiki bus. Hanya perlu 20 menit untuk sampai ke asrama Andara.


Sekarang Nadhira telah berdiri di depan gerbang menunggu ke datangan kakaknya yang telah dia beritahu tentang kesampaian nya.


"Ira!" Panggil Andara yang terlihat setengah berlari.


Nadhira tersenyum melihatnya. "Mengapa repot-repot mengirimkan makanan? Kan kamu nya lelah nanti," ucap Andara perhatian setelah sampai tepat di depan Nadhira.


"Tidak repot kok! Pasti kakak belum makan kan, jadi makanlah mumpung masih hangat," ucap Nadhira.


Andara tersenyum mengangguk. Ingin dia mengajak Nadhira ke kamar asrama nya akan tetapi larangan membawa orang masuk membuat Andara hanya pasrah.


"Masuk dan makanlah! Aku akan pulang. Pasti ibu hampir sampai di rumah atau mungkin sudah di rumah sekarang. Kasihan kan kalau membiarkan ibu sendiri di rumah," ucap Nadhira.


"Baiklah! Pergilah, hati-hati di jalan!" Ucap Andara.


Nadhira melambaikan tangannya seraya berlari pelan menuju halte bus terdekat.


Andara kembali ke kamarnya. Di sana sudah ada Glen. "Kiriman? Wah enak ya di kirimin makanan oleh adik sendiri. Boro-boro Rima mau kaya gitu," ucap Glen meratapi nasibnya.


"Hehehe, yuk makan sama-sama, Ira banyak bawa makanannya," ajak Andara.


"Wahh, dibagi juga nih! Makasih kalau begitu," mereka pun makan bersama dengan di selingi canda tawa.


Beralih kepada Nadhira yang sudah sampai di depan rumah. Terlihat pintu tak di kunci menandakan Puspa telah datang.


¤¤¤¤¤


Jam 7 pagi Nadhira telah bersiap dengan segala keperluannya untuk pergi bersama White Snake.


Ibunya ingin mengantarkannya akan tetapi Nadhira mencegahnya. "Tidak perlu mengantarku bu kita kan bisa bareng ke halte bus. Mereka akan menjemput ku di sana juga," ucap Nadhira.


Puspa masih terlihat khawatir. "Baiklah, kita akan berpisah di halte bus nanti,"


Clak...


Pintu terkunci dan mereka berdua menuju halte bus biasanya.


Nadhira masih duduk di kursi tunggu dan tak lama mobil berwarna hitam mewah berhenti tepat di depannya. Kaca mobil terbuka menampakkan sosok perempuan cantik. Dia adalah White Snake. "Masuk!" Ucapnya.


"Buka bagasinya!" Ucap Nadhira.


Clak...


Pintu bagasi terbuka dan Nadhira pun memasukkan koper kecilnya sedangkan tas punggungnya dia gunakan.


Mobil melaju dengan kecepatan di atas rata-rata beberapa menit kemudian mereka sampai di bandara.


Setelah beberapa kali proses mereka akhirnya menaiki pesawat pribadi White Snake dan terbang menuju Kota A.


¤¤¤¤¤


Satu jam terbang mereka sampai di bandara kota A.


Di bandara telah menunggu sebuah mobil yang sudah di siapkan oleh pihak hotel yang mana telah di sewa oleh White Snake untuk dirinya dan juga Nadhira.


"Siang ini kau bisa istirahat terlebih dulu, karena pertandingannya akan dilaksanakan pada malam besok dan malam ini kita harus menghadiri sebuah pesta terlebih dulu," ucap White Snake sebelum meninggalkan depan pintu Nadhira.


"Baiklah!" Sahut Nadhira.


Tin tin tin tin tin tin...


Satu persatu kode password kamar di tekan oleh Nadhira dan Cklek...


Pintu terbuka dan Nadhira pun masuk.


"Hahhhh...Tidur aja dulu kali ya. Oh tidak, berendam aja deh," ucap Nadhira.


Nadhira pun berjalan menuju kamar mandi dan mengisi bathtub dengan air hangat.


Setelah itu dia menaburkan wewangian lavender yang sudah tersedia di kamar mandi hotel ini.


¤¤¤¤¤


Jam pada ponselnya menunjukkan jam 7 malam. White Snake belum menjemputnya, Nadhira terus menunggu tiba saat suara ketukan terdengar dari pintu.


Tok tok tok...


Nadhira menuju arah pintu...clak...tepat di depan pintu White Snake menggunakan dress berwarna merah darah panjang semata kaki dengan menampilkan lekuk tubuhnya. Bulu-bulu yang menjadi selendang menutupi sebagian lengannya yang terbuka karena dress yang dia gunakan memiliki lengan pendek.


"Kau belum siap?" Tanya tak percaya White Snake.


"Bersiap seperti apa lagi? Beginilah aku. Aku tidak suka terlalu ribet seperti mu yang menggunakan dress!" Jawab santai Nadhira.


Mengenakan topeng khas nya saat bertarung agar tidak ada yang mengenali wajahnya, hoodie coklat di padukan celana jins gober dengan sepatu kets putih.


"Haahhh, kita mau ke pesta bukan jalan-jalan biasa tahu...," White Snake tidak habis pikir dengan gadis di depannya ini. Mereka itu akan menghadiri pesta formal bukan nya mau jalan-jalan santai.


"Aku tidak memilik pakaian formal!" Ucap Nadhira santai. Memang dia tak mempersiapkan pakaian formal maupun dress atau sejenisnya, karena White Snake sendiri tidak memberitahunya kalau mereka akan pergi ke pesta sebelum berangkat. Ingin belanja saat White Snake memberi tahu saat sampai, Nadhira malas keluar kamar, jadi dia memakai pakaian seadanya.


"Kalau begitu kita ke butik saja dulu," putus White Snake.


Mereka pun turun ke lobi hotel dan di depan gedung hotel sudah menunggu sebuah mobil.


"Berhenti di butik terdekat pak!" Ucap White Snake kepada pak supir.


"Baik Nona!" Jawab pak supir.


Mobil di laju kan dengan kecepatan normal dan tak berapa lama berhenti di depan toko butik sederhana.


¤


¤


¤


Semoga Suka...