
Selamat Membaca...
•••••
Berbeda dengan Nadhira dan guru yang menyetujui saran Nadhira, akan tetapi tidak dengan Yunita yang seumur hidupnya tidak pernah kerja sosial. Di rumahnya pun dia selalu di manja oleh para pelayannya, bagaimana bisa di kerja sosial?
Tapi dia tidak bisa menolak saat Kepala Sekolah telah mendapat persetujuan dari keluarganya.
Masalah mengenai Yunita telah selesai dan salam waktu satu bulan ini kehidupan sekolah Nadhira akan tenang sejenak sebelum bagai menerpa kembali.
¤¤¤¤¤
Hampir satu minggu telah berlalu, dan sekarang waktu santai yaitu hari Sabtu.
Nadhira terus berlatih dengan memperkuat fisiknya, karena pada malam minggu ini dia ada pertarungan bebas.
Dia berbohong kepada ibunya dengan alasan bahwa dia akan pergi ke pesta ulang tahun temannya dan dengan alasan itu ibunya mengijinkannya.
Pada jam 6 sore Nadhira pergi dari rumah. Dia memakai baju santai khas gadis remaja pada umumnya.
Sebanarnya itu tidak cocok untuk pergi ke pesta, akan tetapi Nadhira berkata dia akan meminjam gain dari temannya.
Nadhira telah menunggu selama tiga puluh menit dan akhirnya yang di tunggu datang juga.
"Sudah lama?" Tanya White Snake.
"Kurang lebih tiga puluh menit," ucap Nadhira tak menutupi kekesalannya karena terlalu lama menunggu.
"Oh sorry," ucap White Snake.
Nadhira masuk ke dalam mobil berwarna silver milik White Snake dan mobil pun melaju dengan kecepatan dia atas rata-rata.
White Snake nampak masih terkejut dengan gadis remaja yang duduk di sampingnya ini. Dia saat ini mengendarai mobilnya dengan sangat kencang akan tetapi wajah tenang dari gadis itu membuat nya kagum.
Gadis remaja di sampingnya ini memang tidak boleh diremehkan.
Mereka pun sampai di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi. Pintu gerbang masih dalam keadaan tertutup dan tiba-tiba seorang pria berbadan tinggi besar keluar dari pada gerbang itu dan mendekati mobil White Snake.
"White Snake," hanya dengan menyebutkan nama samarannya, kami pun di ijinkan masuk oleh pria bertubuh besar tadi.
Mobil di parkiran khusus. Memang pada kenyataan yang Nadhira tahu, bahwa White Snake adalah salah satu pengelola arena pertarungan bebas ini dan oleh karena itu dia menghubunginya sebelumnya.
"Apakah kau akan berpenampilan seperti ini saat bertarung?" Tanya White Snake sesaat setelah mereka keluar dari mobil.
Nadhira menggeleng dan kemudian berkata. "Tidak, aku akan menggantinya dan menggunakan topeng sebagai penyamaran dan identitas pertamaku," ucap Nadhira tenang.
Untuk yang pertama?
Apakah gadis ini akan terus mengikuti pertarungan bebas ini ke depannya. White Snake tidak dapat memastikan itu sebelum dia mengetahui seberapa hebatnya gadis ini.
"Oh baiklah, aku akan mengantarkanmu ke ruang ganti,"
Mereka memasuki sebuah bangunan yang sangat luas. Mungkin di dalamnya lah arena pertarungannya.
Nadhira di arahkan ke sebuah ruangan yang bertuliskan ruang istirahat di depan pintu masuknya.
"Kau bisa berganti di sini dan setelah itu tunggu namamu di panggil baru kau keluar. Jalan menuju arena ada di sana," ucap White Snake seraya menunjuk pintu yang ada di dalam ruang istirahat itu,"
Nadhira mengangguk paham dan White Snake pun meninggalkannya sendirian.
Tak ingin terburu-buru berganti baju, Nadhira memilih berkeliling sebentar. Dia tidak akan tersesat dengan bantuan mata ajaib nya.
Tujuannya jalan-jalan adalah untuk membiasakan dirinya terhadap lingkungan ini. Dia tidak akan tahu apakah dia akan terus menerus berada di sini untuk kedepannya.
Setelah hampir tiga puluh menit, Nadhira memilih kembali ke ruang istirahat dan langsung mengganti bajunya dengan pakaian khasnya sebagai agen pembunuh dahulu dan di tambah sebuah topeng berwarna silver dengan ukiran laba-laba merah di bawah matanya.
Dia masih menunggu nama julukannnya di panggil. Bisa dia dengar pertarungan dan kehebohan para penonton. Semua itu tidak membuat Nadhira gugup, akan tetapi dia lebih bersemangat dan tak sabar melakukan pertarungan bebas.
¤¤¤¤¤
Di arena tarung....
"Oke, hari ini kita kedatangan penantang baru nama samarannya adalah Redback Spider,"
Woooww
Wowowowo
Teriak para penonton tak sabar terdengar nyaring di arena itu. Semua orang tak sabar dengan pertandingan selanjutnya.
Mereka menebak-nebak akan seperti apa sosok penantang baru itu. Karena dia akan melawan seorang veteran dalam pertarungan bebas ini.
Dia di kenal dengan gelar Kingkong, seperti gelarnya, dia memiliki tubuh besar bagai Kongkong. Kulit hitam, mata tajam dan tubuh berotot.
"Kita sambut juara bertahan kita, Kingkong," teriak pemandu acara.
Woooo...
Kingkong...
Kingkong...
Teriakan penyemangat yang di tujukan kepada Kingkong.
Kingkong pun keuar dari ruang istirahatnya dan dengan gagahnya memasuki arena tarung. Dia berdiri di samping pembandu acara yang hanya sebatar keteknya.
"Wowowo, Kingkong kau memang sangat besar ya, sangat cocok dengan julukanmu...," ucap pemandu acara.
Kingkong hanya tersenyum sombong.
"Baiklah, tanpa menunggu lama lagi, mari kita lihat siapa penantang baru itu. Mari kita sambut Redback Spider...,"
Semua orang deg deg an menunggu sosok penantang itu, tapi saat mereka melihat sosok kecil memasuki arena mereka merasa heran dan kesal.
Apakah pertarungan bebas ini menerima penantang secara sembarangan?
Di terlihat sangat kecil di bandingkan Kingkong. Di bandingkan dengan pemandu acara saja sudah terlihat kecil apalagi Kingkong.
Uuuuuuu
Uuuuuuu
Sorakan mengejek dan menyuruh menyerah pun bergema di seluruh penjuru arena.
Di sisi lain, yaitu di tempat duduk pada petinggi baik dari kalangan pejabat, militer maupun mafia juga merasa bingung. Mereka serempak menatap sosok perempuan yang duduk tak jauh dari mereka.
Dia adalah White Snake, akan tetapi yang di tatap acuh tak acuh dan dengan tenangnya melihat ke arah sosok kecil di arena tarung itu.
Seorang pejabat memberanikan bertanya kepada White Snake. "Ekhem, maaf nona White Snake, apakah ini tidak masalah, membiarkan sosok kecil itu ikut dalam pertarungan bebas ini?" Dia adalah seorang pejabat pemerintahan yang tidak memiliki tingkat yang tinggi, dia hanya pejabat daerah setempat.
"Tidak masalah! Ini tidak akan merugikan kalian bukan? Kalian bisa lihat betapa kecilnya dia di bandingkan Kingkong, jadi kalian pasti tahu siapa yang akan menang bukan?" White Snake bukanlah orang yang menjilat para petinggi, malah sebaliknya para petinggilah yang menjilat padanya, kecuali para petinggi militer yang memiliki pangkat tinggi.
Pejabat yang bertanya tadi tak bertanya lagi, meski dia memiliki banyak pertanyaan. Tapi dia simpan, toh dia bertaruh atas nama Kingkong dan pastinya Kingkong akan menang, karena di lihat bagaimana pun sosok kecil itu sangat kecil. Dan di berpikir pilihannya memang benar, dia tidak rugi dan yang akan rugi adalah White Snake sendiri. Karena White Snake sendiri saja lah yang bertaruh atas nama Redback Spider.
Ini namanya jika petarungnya White Snake menang dia akan meraup untung berkali-kali lipat dan jika dia kalah maka dia akan rugi berkali-kali lipat pula.
¤
¤
¤
Semoga Suka...