Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh
Sedikit Berbaik Hati


Selamat Membaca...


•••••


Nadhira telah bersiap dengan pakaian dan topeng khasnya saat pertarungan bebas pertamanya. Dia menunggu namanya di panggil ke tengah arena pertarungan.


"Kita sambut Redback Spider sang penantang!" Saat namanya di panggil Nadhira pun melangkah keluar dari ruangannya.


Semua orang terdiam saat melihat kehadiran Nadhira dan banyak juga berkata dengan keras.


"Itu... Apakah dia seorang pemandi dari sang penantang?"


"Sangat kecil,"


"Tidak mungkin!"


"Apakah dia mampu mengalahkan King Kobra?"


"Kurasa dia akan langsung kalah dalam satu gerakan King Kobra!"


King Kobra adalah lawan yang akan bertarung dengan Nadhira tak lama lagi. Dia bertubuh tinggi, tidak sebesar Kingkong di pertarungan pertama Nadhira, akan tetapi di ketahui bahwa dia tidak pernah kalah dalam pertarungan bebas.


Nadhira telah berada di tengah arena. Lawannya belum keluar setelah beberapa saat King Kobra pun keluar. Memang tidak sebesar Kingkong, akan tetapi dia jauh lebih tinggi. Pantas saja King Kobra, badannya kurus tetapi sangat tinggi. Nadhira hanya dibawah dadanya saja.


King Kobra!


King Kobra!


King Kobra!


Teriakan penyemangat dari para pendukung King Kobra bergemuruh. Mereka yakin kalau juara mereka akan memenangkan pertarungan kali dengan sangat mudah.


Pastinya mereka telah memastikan kemenangan King Kobra. Akan tetapi ekspresi wajah King Kobra tidak seperti biasanya yang akan bangga pada dirinya, akan tetapi sekarang dia terlihat hanya diam sambil sesekali melirik Nadhira.


"Baiklah! Kita sudah tidak sabar untuk menyaksikan pertarungan ini bukan? Kalau begitu mari kita mulai saja pertarungannya!"


Ting


Lonceng berbunyi menandakan pertarungan di mulai. Akan tetapi para penonton di buat bingung karena Nadhira maupun King Kobra tidak ada yang bergerak dari posisi awal mereka.


Mata King Kobra menatap intens sosok kecil di depannya, tapi dalam pikirannya. "Aku mendengar dia mengalahkan petarung tak terkalahkan di kota B yang bergelar Kingkong. Aku percaya itu karena itu dari sumber yang akurat. Kalau aku kalah seperti itu akan sangat memalukan, karena aku tidak pernah kalah sebelumnya. Tapi kalau dilihat dari sisi manapun bagaimana dengan tubuh sekecil itu dia bisa mengalahkan Kingkong yang sangat besar itu," pikiran King Kobra berkecamuk, antara akan melawan atau mengaku kalah di awal. Akan sangat memalukan jika mengaku kalah di awal, akan tetapi akan lebih memalukan jika kalah dari sosok kecil itu.


"Mengapa hanya diam? Tidak ingin bertarung? Atau menungguku untuk menyerang lebih dulu?" Nadhira sudah merasa bosan karena mereka sama-sama diam. Diam Nadhira bukan karena apa, tetapi dia memberi kesempatan lawannya untuk menyerang dulu, tapi sekarang tidak ada yang menyerang di antara mereka.


"Baiklah! Kalau kau sepercaya diri itu bisa menang dariku maka bersiaplah menerima serangan dariku!" Ucap King Kobra sedikit terpancing emosi, tapi dia masih dapat mengontrolnya.


King Kobra berlari dengan cepat ke arah Nadhira membuat para penonton menahan nafas.


Akan jadi apa gadis kecil itu, kalau King Kobra menghantamnya dengan kecepatan itu?


Berbeda dengan penonton yang tegang, tidak dengan Nadhira yang masih dengan tenangnya berdiri di tempat nya.


Ekspresi Nadhira seketika berubah menyeringai saat beberapa meter lagi jarak antara dirinya dan King Kobra akan mendekat padanya.


Tinju King Kobra terarah ke arah Nadhira dan hap....


Dengan mudahnya Nadhira menahan tinju King Kobra dengan tangan kanannya.


Semua penonton tercengang dan hampir tak ingat caranya bernafas. Apalagi para pendukung King Kobra yang di awal sangat yakin bahwa hanya dengan satu gerakan sosok kecil itu akan remuk. Tapi apa sekarang? Mereka mengusap-usap mata mereka saking tidak percayanya.


"Ugh, lumayan keras tinjunya!" Batin Nadhira merasakan sedikit getaran pada tulangnya.


Putaran penuh dilakukan Nadhira terhadap tangan King Kobra membuat tulang yang bergeser terdengar nyaring.


Arghhh...


Jerit tertahan King Kobra, tidak terlalu nyaring, karena dia masih memiliki ego yang tinggi hanya untuk sekedar menjerit di hadapan para penonton.


Apa kata penonton dan para pendukungnya kalau dirinya menjerit hanya karena seorang gadis kecil?


Tapi pendapat penonton dengan dirinya berbeda. Penonton berpendapat bahwa sosok kecil itu, meskipun kecil tapi tidak dengan kekuatannya, tapi tidak dengan para pendukungnya yang masih percaya kalau King Kobra akan menang. Tadi itu hanya keberuntungan dan kebaikan King Kobra yang bersikap terlalu lembut pada sosok kecil itu.


Seringaian dari bibir Nadhira membuat King Kobra sadar kalau dia sekarang telah memasuki rumah singa betina.


Tanpa sadar keringat dingin membasahi punggungnya, tapi karena sudah terlanjur dia pun meyakinkan dirinya bahwa dia akan memenangkan pertarungan kali ini juga sama seperti pertarungan-pertarungan sebelumnya.


King Kobra memegangi tangan kanan nya yang terasa sangat sakit. Metode apakah yang di gunakan Nadhira untuk memelintir tangan King Kobra sampai tangannya terasa mati rasa tak dapat di gerakan.


Ingin menyerah, tapi karena egonya terlalu tinggi King Kobra tetap melawan.


"Sudah tidak sanggup?" Ucap Nadhira memprovokasi.


"Hah hah hah, aku akan bertarung sampai batas ku. Aku sendiri yang tahu batasan ku, jangan terlalu senang dulu, karena ini belum berakhir," sahut King Kobra.


Keadaan King Kobra saat ini terlihat normal dan tak memiliki luka luar, tapi tidak untuk di dalamnya. Hampir bagian internal tubuhnya sudah terluka akibat pukulan-pukulan Nadhira yang menargetkan titik-titik saraf pelumpuh.


Nadhira menggunakan mata ajaibnya untuk melihat titik-titik saraf tersebut agar tidak salah. Karena dia juga tidak mau mencederai dengan fatal lawannya yang pastinya untuk masa depan lawannya agar tidak buruk hanya karena cedera serius.


Tapi Nadhira tidak sebaik itu, hanya pada orang yang tidak sombong padanya saat bertarung. Dia sudah melihat dan memahami kalau King Kobra ini terlihat ragu melawannya, dia juga tidak serombong King Kong. Jadi dia berbaik hati sedikit. Ingat hanya sedikit, karena cedera yang tak gatal yang di berikan kepada King Kobra nantinya setidaknya satu minggu perawatan di rumah sakit. Sedangkan King Kong selama satu bulan.


"Baiklah kalau kau merasa begitu. Kalau begitu terimalah serangan terakhir ku!" Ucap Nadhira dengan seringaian nya dan berlari dengan kecepatan penuhnya melewati King Kobra dan berbalik dengan cepat tanpa bisa King Kobra prediksi


Bugh...


Pukulan terakhir mendarat di punggung King Kobra membuatnya ambruk ke tanah dan langsung tak sadarkan diri.


Semua penonton terdiam, tegang menyaksikan pertarungan tak seimbang namun di menangkan oleh pihak yang dikira akan kalah.


Pemandu pertarungan maju dan mendekati King Kobra. "Satu, dua, tiga.... Baiklah! Kita telah mendapat kan pemenang kita yaitu Redback Spider!" Teriak pemandu pertarungan itu.


Krik krik...


Semua penonton masih dalam keadaan terkejut sampai suara seorang perempuan menyadarkan mereka.


"Waaaaaaa, Redback Spider! Kau luar biasa!!!" Teriaknya.


Semua mata penonton menatap sosok itu yang ternyata duduk di salah satu kursi VIP. Dia adalah White Snake yang dengan sangat nyaring nya berteriak menyoraki Nadhira.


Akhirnya gemuruh tepuk tangan pun terdengar di arena pertarungan. Semua orang masih tak percaya dengan apa yang mereka saksikan sebelumnya.


King Kobra di bawa dengan tandu sedangkan Nadhira kembali ke ruangannya.


¤


¤


¤


Semoga Suka...