Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh
Di Cegat


Selamat Membaca...


•••••


Perempuan itu tak henti-hentinya menatap Nadhira bahkan dia mengabaikan pria paruh baya yang sebelumnya berbincang dengan nya sebelum Nadhira datang.


Sampai saat dia yakin kalau gadis remaja di depannya ini yaitu orang yang telah menghubunginya terakhir kali, dia berkata kepada pria paruh baya di seberangnya.


"Aku akan menyelesaikan masalahmu dalam beberapa hari. Kau bisa pergi sekarang!" Ucapnya tanpa memandangnya, karena dia terus memandang Nadhira tanpa henti.


Mendengar itu pria paruh baya merasa aneh dan dia juga merasa kesal karena setelah gadis remaja itu datang pembicaraan nya bersama perempuan di depannya ini terhenti, akan tetapi dia tak menunjukkannya, karena dia tahu tidak semua orang dapat di ganggu dan jangan menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya. Dan saat ini dia sedikit gelisah karena dia sebelumnya berbicara kasar kepada gadis remaja yang di lihat dari ekspresi perempuan itu bahwa dia orang cukup penting baginya.


Tanpa menunggu lagi pria paruh baya itu pun pergi meninggalkan dua perempuan beda usia itu.


"Ini bukan tempat yang tepat untuk berbicara. Ikuti aku," ucap perempuan itu. Nadhira mengiyakan saja dan mengikuti perempuan itu.


Perempuan itu menuju meja resepsionis untuk meminta kamar pribadi.


Setelah resepsionis menyerahkan kunci, perempuan itu dan Nadhira memasuki kamar yang telah di pesan sebelumnya. Hanya ada mereka berdua di kamar hotel itu.


Tidak peduli bagaimana dia memandang gadis di depannya ini, yang memiliki tubuh kurus dan wajah cantik sempurna, dia masih sangat tidak sesuai dengan imajinasinya mengenai seseorang yang menghubunginya malam tadi.


"Apakah benar kau yang menghubungi ku malam tadi?" Tanya perempuan itu masih tak percaya. Karena saat berkomunikasi malam tadi, sangat jelas terdengar dari suaranya gadis remaja itu bukanlah gadis remaja akan tetapi suara dingin dan tegas, sama seperti yang terdengar saat ini.


"Ya, ini memang aku yang menghubungimu malam tadi, untuk pertarungan bebas minggu depan," ucap Nadhira dengan tenang.


"Ughh, baiklah aku percaya itu kau. Tapi kau sungguh-sungguh ingin mengikuti pertarungan bebas itu. Emm bukannya aku meremehkanmu akan tetapi kau masih terlalu kecil melakukannya," ucap perempuan itu. "Oh ya kau pasti tahu aku kan, tak mungkin kalau kau tak tahu. Karena siapa pun yang berkomunikasi dengan ku pasti akan mengenalku, dan aku sedikit terkejut karena kau dapat mengenaliku hanya dengan ciri-ciri ku yang tak pasti," lanjutnya dengan tersenyum tipis.


"Ya aku tahu. Kau White Snake kan," ucap Nadhira.


Perempuan itu tersentak kaget, dia pikir gadis remaja di depan nya ini hanya tahu dirinya adalah perantara untuk pertarungan bebas, akan tetapi ternyata dia juga tahu jukukannya. "Ya kau benar. Dan kau adalah 'Redback Spider'?" Ucap White Snake ragu-ragu dan dengan tenang Nadhira mengangguk. Redback Spider atau biasa di kenal dengan 'laba-laba punggung merah' yang jika membunuh mangsanya dengan cara perlahan, melumpuhkan mangsanya dengan diam-diam dan aktif pada malam hari. Begitulah perumpamaan panggilan untuk Nadhira saat ini. Dia tidak bisa mengungkap identitasnya yang sebenarnya kepada orang lain.


Dia telah membuat sebuah aplikasi yang di gunakan untuk menyimpan data pribadi seluruh keluarganya. Agar jika dia kembali masuk dalam dunia bawah, keluarganya akan aman. Dia tidak peduli dengan keluarga yang di bencinya. Dia hanya peduli kepada keluarga yang peduli dengan keluarga kecilnya.


Untuk wajahnya, dia sakarang memang berpenampilan seperti gadis remaja biasa, akan tetapi dia mengubah sedikit tatanan make up untuk menyamarkan wajah aslinya.


"Jadi, aku tanya sekali lagi, apakah kau yakin ingin ikut pertarungan bebas ini?" Tanya White Snake.


Nadhira mengangguk sangat yakin dengan wajah tenangnya, tidak ada keraguan dari sorot matanya yang ada hanya keyakinan bahwa dia akan menang dalam pertarubgan bebas yang akan di laksanakan satu minggu lagi.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan menjemputmu pada malam minggu di jalan xxx. Senang bisa kenal denganmu," ucap perempuan itu seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Nadhira dan Nadhira pun menyambutnya dengan senyuman tipis.


¤¤¤¤¤


Pagi Senin yang cerah. Matahari belum menampakkan wujudnya akan tetapi beberapa orang sudah melakukan aktivitas mereka masing-masing.


Sama hal nya dengan sesosok gadis yang sedang berlari dengan keringat membasahi seluruh tubuhnya.


Tapi untuk pagi ini dia lari dua kali lipat dari sebelumnya. Alasannya karena kemarin, selama dua hari dia tidak lari pagi.


Tepat pada jam 6 pagi dia kembali ke rumah untuk bersiap-siap pergi ke sekolah.


Mandi, sarapan pagi dan tak lupa berpamitan dengan ibunya. Ibunya berangkat pada jam 8 pagi, jadi setiap pagi pasti bertemu sebelum berangkat sekolah.


"Hati-hati di jalan!" Teriak Puspa memperingati puterinya itu.


"Ya bu," sahut Nadhira yang masih dapat terlihat.


Puspa tidak tahu kalau setiap hari Nadhira pergi ke sekolah dengan berlari. Nadhira pun tak memiliki niat untuk mengatakannya. Karena dia tahu pasti ibunya akan khawatir dan menganggap uang saku yang setiap minggunya dia berikan kepada Nadhira tidak cukup dan akan bekerja lebih kerasa, Nadhira tidak ingin itu terjadi. Oleh karena itu dia tetap menyembunyikan fakta itu dati ibu maupun kakaknya.


Ketika Nadhira sudah di dekat gerbang sekolahnya, sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di samping jalan dimana dia sekarang berdiri.


Beberapa pria keluar dari mobil itu, dan tiba-tiba langsung berdiri menghalangi jalan Nadhira.


Ekpresi wajah Nadhira langsung berubah dingin dengan tatapan mematikan.


Siapa orang gila yang berani menghentikan seorang pelajar perempuan di tengah keramaian? Bahkan di depan gerbang sekolahnya?


Pastinya orang-orang bodoh berjumlah lima orang yang sekarang sedang menghadang jalan Nadhira.


Semua siswa bahkan semua orang yang berada di dekat sana menyingkir menghindari hal yang pastinya buruk bagi mereka dan pastinya bagi seorang siswi perempuan yang di hadang itu.


Orang-orang yang mencegat Nadhira ini nampak bukan orang baik, mereka terlihat seperti gangster.


Banyak orang yang mengeluarkan ponsel mereka untuk merekam, semua itu tak membuat oara gangster itu takut dan mejauh. Mereka seperti sekelompok penjahat yang melakukan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya.


Saat semua perhatian tertuju kepada Nadhira, salah satu dari lima pria itu maju dan akan menangkap Nadhira dan niatnya adalah memasukkan Nadhira kedalam mobil, akan tetapi Nadhira langsung memukulnya,


Arg!!!


Jerit pria itu karena Nadhira memukulnya tepat di wajah bagian hidungnya. Seketika hidung pria itu mengeluarkan darah segar dengan derasnya.


Sebelum pria itu bereaksi, Nadhira langsung meraih tangannya dan kemudian mengangkat dan melemparkannya ke arah pria yang lain, dan pria kedua itu terjatuh ke tanah juga akibat mencoba menangkap temannya yang di lemparkan Nadhira.


Kedua pria itu menjerit kesakitan karena mereka mendarat di atas jalan beraspal yang keras membuat bokong hingga banyak goreng pada lengan hingga kaki mereka yang berakibat celana mereka koyak.


¤


¤


¤


Semoga Suka...