Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh
Menang


Selamat Membaca...


•••••


Kembali ke arena...


Saat ini suara penonton masih bergemuruh mencemooh Nadhira, akan tetapi Nadhira tetap acuh dan mengabaikan mereka.


Saat ini di berfokus pada lawannya yang besar. Dia mengamati setiap pergerakannya. Seperti julukannya, Redback Spider perlahan-lahan namun pasti akan dengan cepat melumpuhkan lawannya.


"Baiklah, karena semua tidak sabar untuk menyaksikan pertarungan kali ini, mari saya hitung dari satu, dua, tiga...pertarungan di mulai," ucap pemandu acara kemudian dia menyingkir dari arena.


Nadhira sekarang berhadapan dengan Kingkong di arena. Tatapannya tenang, tidak ada rasa takut, gugup dan sebagainya. Dia tetap diam di tempat.


Mendapati perlakuan seperti itu Kingkong yang sombong akan dirinya berkata dengan lantang. "Hei kau... Lebih baik menyerah! Untuk apa kau coba-coba melawanku. Lihat dirimu yang sangat kecil itu di bandingkan aku. Sekali pukul pun kau akan remuk. Jadi aku berbelas kasih jika kau menyerah kau akan keluar dari arena ini dalam keadaan masih hidup," ucap sombong.


Teriakan-teriakan menyetujui pun bergema di arena, tapi itu tidak membuat Nadhira gentar dan dia masih dalam keadaan tenang. Setenang air mengalir yang kita tidak tahu ada apa di dalamnya.


Mendapati bocah kecil masih tetap tenang membuat Kingkong menjadi marah dia pun mulai berlari ke arah Nadhira yang tetap diam di tempat membuat semua orang menahan nafas.


Saat melihat Kingkong ke arah nya Nadhira tetap tenang dan mulai menyeringai.


Saat Kingkong tepat di depannya, Nadhira langsung memukul saraf-saraf hingga tulang yang bermasalah dari tubuh Kingkong. Dia menggunakan mata ajaibnya untuk mengetahui semua itu, dia hanya perlu memukul pada bagian-bagian tertentu dan hasilnya adalah....


Buagh, bruak....


Uhuk uhuk


Kingkong memuntahkan seteguk darah segar dari mulut nya, itu semua membuat mata para penonton terbelalak.


Hanya dengan beberapa pukulan yang menurut mereka sembarangan dapat langsung melumpuhkan sistem gerak Kingkong?


Mustahil?


Tapi kenyataannya itu nyata dan tepat di depan mata mereka.


Para pejabat juga terkejut, bahkan White Snake juga terkejut, tapi dengan cepat dia tersenyum kemenangan. Dia tidak salah menilai orang.


Kingkong tak lagi mampu berdiri, dia tergeletak tak berdaya di atas tanah.


Pemandu acara tersadar saat mendengar suara salah satu penonton.


"Wahhhh, tak di sangka dia sangat hebat....,"


Semua penonton tersadar dari keterkejutan mereka dan merasa hampa karena pertarungan di menangkan oleh bocah kecil itu dan uang mereka hilang.


"Luar biasa penantang baru kita. Baiklah pemenangnya adalah Redback Spider....,"


Suaran tepuk tangan bergema. Banyak yang tak menyangka, tapi kenyataan nya begitulah adanya.


Kingkong di bawa dengan tandu menuju ruang istirahat dan mungkin akan langsung di bawa ke rumah sakit.


Tidak terlalu fatal pukulan dari Nadhira hanya saja itu membuat cedera atau titik rentang cedera pada Kingkong lebih terlihat dari sebelumnya.


Nadhira masuk ke ruang istirahatnya sendiri. Dia tidak langsung berganti baju, dia memilih menenangkan dirinya. Karena dia telah menahan niat membunuhnya sedari tadi.


Sudah di katakan sebelumnya bahwa Nadhira tidak ingin membunuh untuk sekarang.


Nadhira memejamkan matanya menenangkan pikirannya. Saat itu White Snake masuk ke ruang istirahatnya dan duduk di seberangnya.


Tidak ingin mengganggu Nadhira, White Snake sabar menunggu sampai Nadhira membuka matanya.


Tak berapa lama Nadhira membuka matanya dan menatap datar White Snake.


"Aku sudah menduga kau memang hebat, akan tetapi pertarungan tadi sungguh di luar ekspektasi ku. Kau sungguh luar biasa!" White Snake tak bisa menyembunyikan kekaguman nya terhadap Nadhira. Akan tetapi Nadhira dengan wajah datar tanpa menanggapi itu.


Merasa canggung, White Snake berdehem sebelum berkata lagi. "Ekhem..., bagaimana caranya aku mentransfer uang nya padamu?"


Mata Nadhira yang mulanya sayu sekarang sedikit terbuka lebar. "Transfer saja," ucap Nadhira kemudian dia menyerahkan nomor rekeningnya kepada White Snake.


Tak berapa lama notifikasi uang masuk dalam rekening Nadhira berbunyi 'Satu Milyar' jumlah yang lumayan.


Nadhira sedikit tersenyum melihat nominal itu dan dia berkata. "Kalau kau butuh aku untuk bertarung lagi, maka jangan sungkan untuk menghubungiku," ucap Nadhira.


White Snake begitu senang, dia juga telah berpikir seperti itu sebelum Nadhira mengatakannya dan saat Nadhira mengatakan itu dia langsung setuju dan bahkan dia telah lebih mengagumi Nadhira sekarang.


Gadis ini masih sangat muda sudah sehebat ini, apalagi tahun-tahun akan datang? Dia tidak akan melepaskan kesempatan untuk lebih dekat dengan gadis muda ini.


"Pasti!" Sahut White Snake.


Nadhira pun mengganti bajunya dan langsung pulang dengan di antar kan oleh White Snake menuju tempat dia menjemput sebelumnya.


Hari sudah hampir jam sepuluh malam dan Nadhira bergegas kembali ke rumahnya dan saat dia tiba, rumah sudah nampak sepi dan gelap, akan tetapi pintu tak di kunci.


Cklek...


Nadhira membuka pintu utama dan nampak lah seorang perempuan setengah baya tertidur di sofa.


Nadhira mendekatinya dan menunduk memandang wajahnya yang tenang.


"Ibu, oh ya aku sudah terbiasa dengan panggilan itu, kekeke," gumam Nadhira sambil terkekeh. Kemudian dia menggoyang pelan pundak Puspa.


"Ibu, aku pulang," ucap pelan Nadhira.


"Hmmm?" Puspa bergumam seraya mengusap matanya. Dia melihat puteri nya sudah pulang dan dia bertanya. "Sudah makan?" Tanya sambil tersenyum.


Hati Nadhira menghangat. Dia sungguh senang di perhatikan seperti ini, akan tetapi dia juga khawatir dengan keadaan ibunya yang terlalu menyayangi nya dan tidak memperhatikan kesehatannya sendiri dengan tidur di sofa dan sekarang cuaca lumayan dingin.


"Sudah! Sekarang ibu lebih baik masuk ke kamar untuk tidur ya! Di sini dingin, Ira juga akan pergi ke kamar Ira," ucap Nadhira.


Puspa mengangguk dan tersenyum mengiyakan kemudian pergi ke kamarnya. Sedangkan Nadhira juga pergi ke kamarnya dan sebelum tidur dia mandi terlebih dahulu.


Sebenarnya dia belum makan apa-apa sedari sore, akan tetapi dia tak merasa lapar.


¤¤¤¤¤


Pagi Minggu yang cerah menyambut tidur cantik Nadhira. Sinar matahari tidak dapat membangunkannya, karena dia merasa tubuhnya sangat lelah, mungkin karena pertarungan malam tadi. Tubuhnya sekarang masih tak terbiasa dengan pertarungan seperti itu, jadi dia harus lebih memperkuat fisiknya.


Rencana Nadhira pada hari ini adalah mengunjungi cafe yang sedang dalam masa renovasi menjadi cafe para anak muda yang akan banyak peminatnya, apalagi para anak muda.


"Bu, aku akan pergi keluar bersama teman-temanku," ucap Nadhira setelah menelan makanan di mulutnya.


Puspa mendongak. "Baiklah! Apakah kau perlu sesuatu untuk di bawa?" Tanya Puspa. Dia merasa senang saat Nadhira mendapat teman di sekolah barunya. Dan setahunya di sana kebanyakan anak orang kaya dan dia berharap Nadhira tidak merasa minder dengan ekonomi keluarga ini.


"Tidak ada bu, aku cukup bawa badan hehe," layaknya anak gadis remaja, Nadhira berusaha memerankannya dengan baik.


Puspa pergi bekerja dan Nadhira pergi keluar. Mereka bersama-sama menuju halte bus akan tetapi menaiki bus yang berbeda.


¤


¤


¤


Semoga Suka...