
Selamat Membaca...
•••
Saat ini Nadhira sedang menunggu kedatangan Kania atau White Snake.
Bruummm Bruummm
Deru suara mobil bergemuruh di depan rumah Nadhira. Dia segera keluar. "Kenapa lama?" Tanya Nadhira seraya menitup pintu mobil setelah dia masuk. Pasalnya dia janjian jam 4 sore dan sekarang sudah jam 5 lewat.
"Maafkan aku, tadi ada sedikit masalah jadi terlambat, menghubungimu pun tak sempat," ucap Kania menjelaskan. Mobilnya pergi meninggalkan halaman rumah Nadhira.
Beberapa saat kemudian mereka sampai. Hutan? Ya! Nadhira sudah tahu bahwa pertarungan bebas nan illegal akan di adakan di dalam hutan.
"Kita jalan kaki dari sini!" Ucap Kania.
"Hm!" Jawab Nadhira.
Mobil mereka tinggal di depan hutan, yang mana disana sudah di siapkan tempat parkir.
Mereka masuk dan mengikuti petunjuk-petunjuk jalan yang mengarahkan ke tempat yang di tuju.
Lima belas menit berjalan mereka pun sampai ke tempat tujuan yaitu arena tarung.
Seperti stadion bola tetapi tidak sebenarnya lapangan bola. Hanya saja seperti lapangan bola di tengah arena bukan lantai semen atau bata, tapi tanah dengan rerumputan yang menumbuhinya.
"Kau bersiaplah!" Ucap Kania yang meninggalkan Nadhira di ruang tunggu.
Setelah beberapa saat Kania kembali dan berkata. "Ayo! Pertarungan akan di mulai. Kau akan duduk di kursi peserta," ucap Kania setelah memastikan Nadhira sudah siap.
Topeng dan pakaian serba hitam longgar khas nya saat menjadi Red Spider.
Saat memasuki lapangan arena suara gemuruh para penonton terdengar meriah.
Kania menduduki kursi khususnya begitu juga Nadhira yang duduk di kursi peserta.
Semua peserta yang duduk di sana menatap Nadhira aneh. "Kau juga peserta?" Tanya seorang peserta yang duduk di sebelah Nadhira.
Pria, bertubuh besar, kekar Dan berwajah sangar, berbadan hitam mania, tapi suaranya tak menggambarkan tubunnya.
"Hm!" Jawaban Nadhira hanya beralasan deheman.
"Wahhh, kau tidak takut? Aku saja sedikit gugup!" Ucapnya lagi.
"Tidak!" Jawab Nadhira.
"Perkenalkan namaku Derry. Biasa di arena tarung dipanggil 'D'! Namamu siapa? Dan julukanmu?" Tanya nya antusias.
"Saya harap anda jangan memberitahukan nama anda kesembarang orang, karena bisa saja berakibat fatal terhadap orang terdekat anda!" Peringat Nadhira.
"Julukanku Red Spider. Kalau mau tahu nama saya, setelah keluar dari area ini baru saja beri tahu," lanjut Nadhira.
"Ya kau benar! Aku lupa. Entah mengapa berada di dekat mu aku merasa dapat mengeluarkan semua yang ada dalam hati ku," ucap Derry.
Pertarungan terus berlangsung dan Derry selalu mengajak Nadhira berbincang dan ditanggapi seadanya oleh Nadhira.
"Nanti kau mampir ke rumah ku ya?! Di rumah ada Diki anakku, pasti dia juga suka dekat denganmu! Jangan salah paham ya! Aku hanya senang berbicara denganmu, serasa jadi muda lagi, aku tahu kau masih muda. Sekitar 20 an mungkin?" Derry terus berbicara walau selalu ditanggapi Nadhira seadanya dan terakhir sebelum Derry turun untuk bertarung dia berkata.
"Aku berharap aku bisa pulang ke rumah dan bertemu dengan anak dan istriku. Kalau aku berhasil kau harus berkunjung ke rumahku ya!" Derry begitu ingin mengajak Nadhira kerumahnya. Dia yakin anak Dan istrinya akan menyukai Nadhira sepertinya.
Derry ikut dalam tarung bebas ini karena perlu uang. Kehidupan ekonomi keluarga tidaklah baik, dia hanya bekerja kalau ada orang yang mengajaknya.
Sudah dikatakan, hidup di Kota A tidaklah mudah! Sebenarnya kebutuhan sehari-hari itu sama setiap orang atau pun keluarga di setiap kota, akan tetapi harganya dari barang itu yang mahal.
"Kau pasti bisa!" Bagaimana cara menyemangati seseorang? Dia masih bingung dengan caranya. Dia hanya bisa pasti apa yang dia katakan, karena dia melihat kalau Derry, pria beristri dan pinta anak, yang umurnya 30 Tahunan memiliki kelebihan tersendiri di dalam tubunnya yang tidak mengatakan orang miliki.
Dia melihat kekuatan yang mengalir di tangan kanannya yang kalau sekali pukul dapat membuat orang biasa pingsan.
Kata Derry, pertarungan ini yang pertama baginya yang mana bertarung sampai mati.
Ya! Pertarungan bebas yang illegal ini bertarung sampai lawan mati. Oleh sebab itu pertarungan ini di larang dan hanya di tempat tersembunyi seperti hutan ini biasanya dilakukan atau tempat tersembunyi lainnya.
"Semangat!" Ucap Nadhira menirukan bagaimana biasanya teman-temannya menyemangatinya dalam hal apa pun.
Meski yang pertama, tapi bukan pertarungan pertamanya. Dia sering ikut tarung bebas juga tapi tidak sampai mati. Dan karena ini sangat terdesak, dia terpaksa ikut, karena biarpun dia mati, uang ansuransi akan tetap di berikan pada pihak keluarga petarung.
Booomm!!!
Suara seseorang menghatam tanah begitu terdengar nyaring. Dia adalah D atau Derry yang membuat lawannya melayang beberapa meter kedepan dan menghantam tanah dengan kerasnya.
Sudah Nadhira katakan, kalau Derry memiliki kelebihan yang tidak banyak orang miliki. Entah Derry menyadarinya atau tidak, tapi Nadhira dapat melihat itu.
"Mati!" Teriak Wasit.
Gemuruh tepuk tangan penonton terdengar begitu ramai setelah sebelumnya banyak yang meremehkan Derry yang merupakan orang baru di pertarungan bebas illegal ini.
'Wah hanya beberapa kali pukulan, dia dapat membunuh lawannya?! Menakjubkan!'
'Luar biasa!'
'Kekuatannya mengerikan!'
'Aku harus merekrutnya menjadi anak buahku!'
'Mimpi! Aku yang akan lebih dulu merekrutnya!'
Pendapat-pendapat para penonton terus terdengar meskipun Derry sudah masuk ke dalam.
Pertarungan terus berlanjut dan Nadhira pun sudah masuk ke babak final begitu pun Derry.
Dan sudah Nadhira duga dia akan berhadapan dengan Derry.
"Mari kita sebut dua juara bertahan kita malam ini!" Sorak-sorak penonton terdengar antusias. Apakah mereka tidak memikirkan nyawa-nyawa sebelumnya? Memang pasti ada manusia yang mementingkan kesenangan pribadi daripada memikirkan kehidupan orang lain.
Nadhira dan Derry keluar dari tempatnya, begitu juga dengan Derry.
"Tak perlu menunggu lama, mari kita saksikan pertarungan nya!"
Suara antusias para penonton semakin riuh. Ada yang mendukung Nadhira dan Ada juga yang mendukung Derry.
Tapi keamtusiasan itu tak berlangsung lama, karena Nadhira dan Derry masih berdiri pada tempat masing-masing. Mereka terlihat sedang berbicara.
"Aku tidak ingin melawanmu! Kau orang yang baik!" Ucap Derry.
Bukan hanya Derry, Nadhira pun tidak ingin melawan Derry. Dia tidak ingin membuat seorang istri kehilangan suaminya dan seorang anak kehilangan ayahnya.
"Aku juga! Bagaimana kalau aku mengaku kalah saja?" Ucap Nadhira.
"Tidak! Tidak! Lebih baik aku yang mengeluh kalah! Aku bisa mencari uang dengan cara lain. Kalau kau pasti sangat membutuhkan uang ini," ucap Derry.
Derry berpikir alasan seorang gadis muda ini ikut tarung bebas ini karena dia sangat memerlukan uang, jadi dia tidak boleh egois.
Tapi kenyataan nya perkiraan Derry salah! Karena alasan Nadhira ikut itu hanya karena dia ingin menyalurkan kekuatan nya.
Dan untuk membunuh, dia tidak ragu, karena para lawannya bukanlah orang-orang baik, kecuali Derry tentunya.
Nadhira dapat menebak dari gaya, sifat dan sikap semua lawannya.
Tanpa meminta persetujuan dari Derry, Nadhira melambaikan tangannya pertanda menyerah.
Para penonton yang mendukung Nadhira marah dan memaki Nadhira. Mereka awalnya berpikir kalau Nadhira akan menang, karena dari kehebatannya melawan para lawannya di waktu yang lalu.
"Tidak bisa! Kalian harus bertarung dan yang bertahan pemenangnya! Bukan dengan cara menyerah seperti ini!" Wasit tak menerima penyerahan Nadhira dan para penonton menyetujuinya.
Seeetttttt ...
¤
¤
¤
Semoga Suka...