
Selamat Membaca...
•••••
Kasino terbesar ini terkenal dengan nama Kasino Gelap yang mana gedung nya ini berada di paling ujung pasar, paling jauh dan pastinya harus melewati gang sepi nan gelap apalagi kalau malam hari. Tidak hanya sepi dan gelap, tetapi juga berbahaya bagi perempuan berjalan hanya sendirian seperti Nadhira. Akan tetapi itu tidak membuat Nadhira takut untuk melewatinya dan dia sekarang telah berada di tempat tujuannya melewati gang itu.
Meski begitu, berbeda dengan namanya yang Gelap, akan tetapi dekorasinya sungguh bagus dan luar biasa sehingga membuat pengunjung seperti sedang tidak berada di tempat perjudian atau Kasino.
Di dalam kasino ini tidak ada perbedaan tingkatan derajat, apakah itu orang miskin, berstatus pejabat, tentara, militer atau apa pun itu. Selama memiliki uang, selama ingin berjudi, semuanya menjadi satu di Kasino ini.
Tidak ada batasan seberapa banyak ingin bertaruh, selama berani bertaruh, maka juga harus berani menanggung kekalahan dan bukan hanya kemenangan.
Pengunjung yang datang ke Kasino Gelap ini bermacam-macam, terlepas dari usia di atas dua puluh tahun baik itu pria atau wanita, semua bercampur menjadi satu.
Saat ini Nadhira tidak terburu-buru, jadi dia memperhatikan terlebih dahulu sebelum memulai permainan.
Menurut nya, hanya dengan mengamati permainan dan mengenali kemampuan lawan, maka alan dapat memenangkan setiap permainan dengan mulus.
Setelah beberapa saat, ketika pengamatannya terasa sudah cukup, Nadhira mulai memasang taruhannya, dia memasang sebanyak satu juta rupiah di angka besar.
"Ayo pasang taruhan anda di kecil atau pun besar!" Teriak Sang Bandar Judi, dan mangkuk kecil yang dipegang di kedua tangannya terus bergetar keatas kebawah hingga akhirnya mendarat di atas permainan.
"Cukup!" Teriak Bandar Judi lagi menandakan pasang taruhan dihentikan karena mangkuk yang berisi dadu permainan akan dibuka.
Semua orang gugup, Sang Bandar Judi pun membuka mangkuk yang ternyata didalamnya dadu-dadu permainan memperlihatkan angka besar.
"Besar menang!" Ucap Bandar Judi dengan suara lantang.
Setelah menang, sudut mulut Nadhira membentuk lengkungan samar. Seperti yang diharapkan, dia memenangkan permainan hanya dalam sekali mulai.
Beberapa waktu setelah taruhan pertamanya, pada taruhan berikutnya, Nadhira berpikir. "Aku harus lebih banyak memasang taruhannya," Batin Nadhira. Dia pun memasang sebanyak lima puluh juta modal awalnya.
Taruhan selanjutnya Nadhira kembali menang dan saat taruhan selanjutnya dia kadang menang namun juga kadang kalah.
Mengapa begitu? jawabannya, karena Nadhira memang sengaja mengalah di beberapa permainan agar tidak dikira sombong dan dicurigai oleh pemain lainnya. Tetapi walau seperti itu, uang yang di dapatnya sudah berkali-kali lipat dari modal awalnya yaitu lima puluh juta sekarang sudah dua ratus juta.
Dalam situasi seperti ini, bahkan jika Nadhira tidak ingin menjadi sorotan, akan tetapi pemain lain mungkin telah menyadarinya.
Oleh karena itu, setelah memenangkan beberapa kali permainan lagi, Nadhira memilih mencari permainan judi lainnya.
Nadhira memilih permainan kartu. Meski tidak terlalu ahli dalam permainan kartu dia masih percaya diri dapat memenangkan permainan dengan beberapa trik.
Tak langsung ikut, Nadhira seperti sebelumnya terlebih dulu memperhatikan jalannya permainan serta para pemainnya.
Kebetulan meja yang di tuju Nadhira penuh dengan pemain, masih belum ada yang berhenti.
Tapi satu yang membuat Nadhira tidak ingin beralih dari meja tersebut.
Di sana ada dua orang mantan temannya yang mana sang pria duduk bermain, sedangkan sang wanita berdiri di belakang, menyemangati sang pria. Mereka berdua adalah Jesica dan Aksi.
Tak berapa lama...
"Akh, sialan! Mengapa aku kalah terus," ucap seorang pria dengan marah seraya berdiri dan pergi.
"Kita kedatangan pemain baru! Mari-mari pasang taruhan anda!" Ucap Bandar Judi.
Nadhira tanpa banyak omong memasang taruhan sebanyak lima puluh juta.
Permainan di mulai. Bandar Judi membagi kartu kepada setiap pemain. Masing-masing mendapat tiga.
Permainan kartu ini hanya mencari nilai tertinggi dari tiga kartu yang kita dapat dan kita hanya boleh menunjukkan dua kartu sedangkan satunya harus di singkirkan.
Dengan mata ajaibnya, Nadhira melihat semua kartu lawan. Dia mendapat nilai cukup tinggi, akan tetapi tidak lebih tinggi dari salah satu dari mereka.
Permainan awal Nadhira mengalami kekalahan, akan tetapi dengan trik serta bantuan mata ajaibnya dia mampu memenangkan setiap kali dia memasang taruhan tinggi dan untuk taruhan yang rendah, dia akan sengaja kalah.
Terlihat wajah Aldo yang kesal karena kalah terus-terusan. Sebelum Nadhira ikut main, dia lebih banyak menang daripada kalah akan tetapi sekarang hampir terus-terusan.
"Sial!" Umpatan Aldo terdengar merdu di telinga Nadhira.
"Berhentilah bermain! Kita pergi saja!" Ucap Jesica di sampingnya.
"Ya, uangku juga sudah habis untuk main!" Ucap Aldo. Mereka pun pergi dengan kesal.
Berbeda dengan Nadhira yang terlihat senang. "Tunggu saja permainan sesungguhnya dariku untuk kalian semua! Khususnya untuk kalian berdua!" Batin Nadhira.
Dia juga memilih menghentikan permainannya. Uangnya sudah banyak sekarang. Dia tidak ingin membuat dirinya menjadi sorotan karena memenangkan uang begitu banyak. Hampir lima ratus juta dia dapatkan dalam dua permainan hanya dengan modal lima puluh juta.
Akan tetapi tanpa Nadhira sadari, ada dua pasang mata yang memperhatikannya akibat dari permainan yang luar biasa selalu memenangkan permainan meski beberapa kali kalah, akan tetapi lebih banyak kemenangannya.
Dua orang itu berada di lantai dua, tepat di atas meja saat Nadhira memainkan permainan judi kartu. "Gadis ini memiliki keberuntungan yang bagus," suara lembut seorang pria berbicara dengan nada bercanda.
Pria itu mengenakan pakaian santai berwarna coklat, wajah tampannya seperti ukiran yang dipahat oleh ahli profesional. Penampilannya tampak playboy, namun cahaya matanya membuat siapapun yang melihatnya tidak bisa tidak terpikat olehnya.
Pria ini bernama Leo. Dia adalah pemilik Kasino Gelap ini.
Memiliki latar belakang tak biasa, yang mana merupakan anak dari seorang pejabat pemerintahan tak membuatnya takut menjalankan bisnis judi ini.
Malahan kebanyak tamu VIP nya adalah para tokoh-tokoh penting dalam pemerintahan.
Dia usia dua puluh dua tahun dia bukan saja pemilik dari Kasino Gelap ini, akan tetapi juga termasuk anggota King Mafia yang mana dia merupakan tangan kanan sekaligus sahabat ketua dari King Mafia.
Di seluruh pasar barang antik, tidak ada yang tidak mengenal Leo sebagai pemilik Kasino Gelap ini, hanya saja tidak ada yang tahu kalau dia anggota King Mafia.
Dia menjadi incaran para gadis, baik itu puteri-puteri teman-teman ayahnya maupun gadis di luaran sana.
Dia play boy? Tentu saja, meskipun begitu dia hanya main-main saja, tidak ada yang bertahan sampai satu bulan dengan nya. Karena dia akan cepat merasa bosan. Meski begitu para gadis tetap mengantri untuk menjadi pacarnya.
¤
¤
¤
Semoga Suka...