
Selamat Membaca...
•••••
Ketiga pria tambun itu mengaduh kesakitan. Meski badannya gemuk tapi pukulan Nadhira tepat di area sensitif yang akan terasa sakit jika di pukul dengan keras. Nadhira tidak mengeluarkan tenaga penuhnya juga untuk memukul mereka bertiga akan tetapi memang mereka nya saja yang memang lemah. Tubuh mereka yang gemuk juga membuat mereka sulit bangun setelah mendapat pukulan dari Nadhira.
"Ck! Sangat lemah namun masih berani pergi merampok orang? Apakah kalian ingin masuk penjara?" Dengan ejekan yang pedas Nadhira mencibir ketiga pria yang tengah terkapar di tanah.
Mengetahui target mereka bukanlah perempuan biasa, ketiga pria itu secara alami merasa takut. Yang pertama merespon adalah pria berbaju hijau yang ditendang perut bagian bawahnya.
Pria berbaju hijau segera bangkit dan berlutut seraya memohon belas kasihan.
"Nona, kami mengaku bersalah. Kami mohon tolong jangan bawa kami ke kantor polisi. Di rumah, aku masih memiliki Ibu berusia 80 tahun dan...," perkataan pria berbaju hijau ini di sela oleh Nadhira.
"Apa kau pikir aku seorang anak berusia 3 tahun? Apa kau pikir permohonan bodoh mu ini akan berguna padaku? tidak bisakah kau mengucapkan kalimat permohonan yang baru? Aku sering mendengar permohonan seperti itu!" Nadhira menyela ucapan pria berbaju hijau itu.
Permohonan atau alasan kuno seperti ini membuat Jiang Xing Yu tidak bisa menahan diri untuk tidak mendesah lelah, dia sering mendengarnya dulu dan lebih parahnya dia juga sering menyaksikan kalimat itu di film-film.
Pria berbaju hijau terkejut, dia tidak pernah menduga kalau Nadhira akan langsung mengetahui kebohongannya bahkan mengucapkan kata-kata seperti itu.
Sadar kebohongannya di ketahui pria berbaju hijau tidak merasa malu, dua teman lainnya juga merasa malu karena memiliki teman sebodoh dia.
Tak kehabisan akal, dia memikirkan sesuatu kemudian mengubah kata-katanya.
"Nona, bukan ibuku tapi nenekku. Sekarang nenekku sedang sakit parah di rumah dan menungguku untuk merawatnya. Jadi aku sungguh tidak bisa masuk penjara dan membiarkannya sendirian di rumah. Jika aku masuk penjara maka...,"
Nadhira memijit pelipisnya yang berdenyut mendengarkan semua rayuan pria berbaju hijau ini.
"Cukup! Jika aku sampai melihat kalian bertiga merampok lagi, ku pastikan kalian akan lebih menderita daripada masuk penjara!" Ucap Nadhira yang sudah kehilangan rasa ingin bermainnya.
Nadhira tidak tahan lagi, dia juga kurang tertarik meladeni orang-orang bodoh ini. Lagipula ketiga pria bodoh ini tidak memenuhi syarat menjadi lawannya. Apalagi sejak awal Nadhira hanya berniat bermain-main saja dengan mereka.
Selanjutnya Nadhira ingin pergi makan sebelum kembali ke hotel. Namun seringkali rencananya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.
Tetapi sesaat ketika matanya melihat dua orang yang tak asing baginya membuatnya mengurungkan niatnya untuk makan dan kembali ke hotel.
"Ternyata mereka belum keluar dari pasar barang antik ini setelah pergi dari Kasino Gelap sebelumnya?!" Gumam Nadhira tersenyum kecil.
Seketika juga Nadhira mengubah rencananya, yang dia inginkan sekarang bukan balas dendam besar, tetapi hanya ingin memberi sebuah pelajaran kecil pada musuh-musuhnya itu.
Bagi Nadhira yang merupakan seorang pembunuh profesional di kehidupan sebelumnya dan sekarang merupakan petarung, sangat mudah untuk membunuh musuhnya. Akan tetapi jika berdasarkan logikanya, membuat hidup musuhnya lebih buruk dari kematian adalah metode balas dendam terbaik.
Melihat suasana disekitarnya sangat ramai, Nadhira tidak buru-buru memulainya. Apalagi dengan penampilannya yang sekarang, bukan hanya tidak akan dikenali oleh Aldo dan Jesica, tetapi juga tidak akan membuat mereka ketakutan dan mendapat kan pelajaran. Oleh karena itu, Nadhira terlebih dahulu mengikuti mereka berdua kemanapun mereka pergi.
Sangat membosankan kan sebenarnya mengikuti mereka, karena mereka hanya keluar masuk toko barang antik dan toko lainnya.
Tapi setelah beberapa saat akhirnya mereka berjalan menuju gang yang menuju ke luar.
Nadhira menjaga jarak hingga lima sampai tujuh meter dari mereka agar mereka tidak curiga kalau Nadhira terus mengikuti mereka.
"Pak tolong ikuti mobil hitam itu!" Pinta Nadhira sambil menunjuk mobil hitam yang baru saja berangkat.
Tanpa banyak tanya pak supir mengikuti perintah perempuan yang menaiki taxi nya.
Agak jauh, karena kalau terlalu dekat akan menimbulkan kecurigaan.
Setelah lumayan lama mengikuti, akhirnya mobil Aldo dan Jesica berhenti disebuah bar.
Bagi Nadhira ini adalah kesempatan terbaik untuk memulai aksinya. Di tempat seperti itu kejahatan memang lumrah terjadi bukan?
Nadhira terus mengikuti dibelakang hingga Aldo dan Jesica memasuki bar dan duduk di salah satu meja. Nadhira juga ikut duduk di salah satu kursi yang tidak terlalu jauh dari mereka berdua.
"Maya sudah mati, bagaimana kita bisa menemukan benda itu?" Tanya Jesica kepada Aldo.
"Aku juga tidak tahu! Yang pastinya jangan sampai ada yang tahu kalau sebelumnya benda itu berada di tangan Maya!" Peringat Aldo.
"Harus! Karena malau sampai ada yang tahu, maka dapat di pastikan kita akan kewalahan menghadapi para musuh, pasalnya mereka tahu kita pernah berteman dengan Maya," ucap Jesica.
Nadhira mendengar pembicaraan mereka teringat dengan benda yang mereka maksud. Benda itu berupa sebuah kalung liontin giok. Liontin giok ini merupakan benda yang telah di jaga di dalam sebuah kuil yang letaknya berada di tengah hutan.
Untuk mencapai ke sana pun tidak mudah, karena hutan itu di jaga oleh para binatang mistis yang terkenal tak terlihat akan tetapi siapa pun yang berniat memasuki nya dengan niat buruk maka seluruh tubuh seperti tercakar dan kalau tidak mampu menahannya makan akan sampai kehilangan nyawa.
Liontin giok ini dipercaya mengandung ilmu kekebalan tubuh dan bagi pengguna atau pun pemiliknya akan memiliki kekebalan tubuh yang luar biasa bagi yang mengerti cara penggunaannya. Dari penjaga kuil mengatakan bahwa siapa saja yang mampu mengambilnya dan membawa liontin giok itu dari dalam kuil dan hutan ini maka dialah pemilik yang telah di takdir kan.
#Flashback Maya mendapatkan Liontin Giok#
Saat itu Maya sedang menjalankan misi di dekat sebuah mension mewah yang dekat dengan hutan mistik itu.
Dan saat itu pula tanpa Maya duga dia ketahuan oleh para penjaga mension yang berjumlah hampir ratusan orang.
Saat itu tanpa pikir panjang, Maya berlari ke dalam hutan, sampai dia menemukan sebuah kuil.
Kuil itu sangat bersih, akan tetapi tidak ada penjaranya. Maya pun bersembunyi ke dalam kuil tersebut, padahal orang-orang yang mengejarnya telah berhenti di depan hutan. Entah mengapa Maya tidak menyadari itu dan terus masuk ke dalam hutan hingga menemukan kuil.
Saat di dalam kuil dia mendapati sebuah liontin giok yang sangat cantik, dia mengambilnya dan menyimpannya. Tidak tahu liontin apa itu, Maya tetapi mengambilnya karena menurutnya cantik.
Maya tidak mengetahui kalau hutan yang dia masuki itu merupakan hutan yang sangat berbahaya karena dia tidak mengalami kesulitan apa pun saat memasukinya, jadi dia tidak menyadarinya.
Maya juga tidak tahu mengenai liontin giok yang dia ambil merupakan peninggalan yang di lindungi oleh kuil tersebut dan memiliki kekuatan, dia mengambilnya hanya karena ingin.
¤
¤
¤
Semoga Suka...