
Selamat Membaca...
•••
Andara dan Alisya baru saja masuk dan mendapati hanya ada Nadhira sudah duduk anteng di sofa sambil makan keripik dan nonton TV.
"Adik ipar gak ada akhlak," batin Alisya menatap kesal Nadhira yang dengan nyamanya duduk di sofa sambil Nonton TV dan makan cemilan.
"Sudah datang? Mana tepungnya?" Tanya Puspa kepada Andara yang baru datang dari arah dapur.
Andara pun menyerahkan satu kantung plastik berisikan tepung kemudian bergabung dengan Nadhira.
"Eh ada Alisya juga! Ayo duduk. Tuh Nadhira nya lagi nonton TV," ucap Puspa.
"Iya bu! Emm...ibu mau buat kue?" Tanya Alisya.
"Iya! Mau bantu? Di dapur juga ada bibi Mayang!" Puspa.
"Boleh bu!" Alisya pun tidak bergabung nonton TV bersama Nadhira dan Andara. Selain dia ingin membantu, alasan lainnya yaitu dia masih dag dig dug kalau berdekatan dengan Andara dan batal lah rencana ke Mall.
"Kue nya sudah jadi, silahkan di cicipi!" Bibi Mayang datang membawa sepiring kue brownis coklat dan dibelakangnya ada Puspa yang membawa kue brownis rasa lain dan seterusnya Alisya pun juga membawanya.
Mereka pun duduk bersama sambil bercanda dan datanglah Sinta dari sekolah dan Paman Aryo dari cabang bisnis barunya.
Sampai lupa waktu Alisya sempat makan malam di apartment Nadhira dan pulang malam. Dia sudah di tawari untuk menginap tapi karena memang besok pagi ada kelas, jadi tidak bisa menginap dan terpaksa dia menahan dag dig dug jantungnya karena Andara mengantarkannya.
...•••...
Malam yang tidak gelap karena banyaknya lampu di setiap sudut kota menerangi malam itu membuat jalanan tampak indah dengan cahaya lampu yang berbagai macam warna.
Mobil, sepeda motor bahkan pejalan kaki berlalu lalang, meski keadaan malam itu sedang gerimis, tak menyurutkan orang-orang untuk menikmati malam minggu tak terkecuali dengan seorang gadis yang sedang duduk di balkon lantai dua rumahnya sambil menikmati keindahan malam dengan di temani gerimis hujan yang menerpa wajah putih mulusnya.
Dia adalah Nadhira, dia sekarang sedang bersantai karena tidak ada yang bisa dia lakukan! Melihat ke arah jam tangannya masih menunjukkan jam 9 malam, masih tak terlalu malam kalau hanya untuk berjalan-jalan dan dia pun memutuskan untuk jalan-jalan sebentar untuk merileks kan pikirannya karena besok adalah mid-test dan sebentar lagi akan ada libur semester, dia tidak sabar menunggunya, karena Bagas Dan Clara akan berlibur di Kota A dan Nadhira meminta mereka selama di Kota A mereka akan tinggal di rumahnya.
"Oh astaga!" Nadhira benar-benar terkejut kali ini. Bagaimana tidak! Lihatlah di bawahnya saat ini, tergeletak tak berdaya seseorang.
Dengan malas Nadhira menatapnya dan beralih menatap orang itu berasal. Disana terjadi perkelahian sengit. Ada perempuan nya juga.
Mood nya sekarang benar-benar turun drastis, tadinya yang ingin menenangkan, merilekskan pikiran malah jadi turun.
"HEI KALIAN!" Semua pasang mata menatap orang yang suaranya terdengar menakutkan?
Perkelahin berhenti dan mata Nadhira fokus ke satu orang yang dia kenal. Calvin! Yang dia Calvin. Entah apa yang dia lakukan sampai-sampai terlihat perkelahian. Setahu Nadhira, Calvin tidak termasuk dalam sebuah geng apa pun itu.
"Hei ngapain?" Tanya Nadhira.
Yang ditanya malah melamun dan yang lainnya tengok kanan kiri mencari orang yang Nadhira ajak bicara.
"Hoi Calvin, aku bicara denganmu! Kau memikirkan apa?" Kesal Nadhira.
Terlanjur kesal, keluar sudah sifat bar-bar Nadhira. "Hei kalian! Ngapain kelahi? Emang enak pukul-pukulan?"
Tang
Nadhira melempar batu tepat mengenai tiang listrik yang tak jauh dari sana.
"BUBAR!" Entah apa yang memasuki mereka mereka kocar-kacir berlarian tanpa arah yang penting pergi dari sana.
"Eits," Nadhira menarik kerah belakang baju Calvin yang juga akan pergi dari sana.
"Mau pergi kemana?" Calvin masih trauma dengan rasa sakit di tangannya akibat pelintiran Nadhira, dia tidak ingin merasakannya lagi.
Calvin berbalik menatap wajah Nadhira dan berakhir di matanya membuatnya terpaku dan terdiam.
Dag dag dag
Detak jantungnya tiba-tiba mencepat dan tak dapat dinkontrol.
"Hei Calvin," panggil Nadhira sambil menepuk keras bahu Calvin yang melamun.
"Ah i-iya?!" Calvin tidak sadar bahwa dia tadi sedang terpaku, tenggelam kedalam mata indah Nadhira.
"Kenapa ikutan berkelahi tadi?" Tanya Nadhira.
"Gak sengaja keseret!" Jawab Calvin sambil memperbaiki penampilannya yang acak-acakan.
Mereka berdua pun berakhir berjalan berdampingan di trotoar. Tak ada yang berbicara, mereka asik dengan pemikiran mereka masing-masing.
"Maaf!" Ucap Calvin tiba-tiba.
"Untuk?" Tanya Nadhira tak mengerti.
"Untuk perlakuanku sebelumnya!" Jawab Calvin.
" Hmm, tak masalah. Santai aja, sudah sering mengalaminya, jadi sudah terbiasa! Aku juga minta maaf untuk tanganmu yang cedera!" Ucap Nadhira.
"Ya, tidak apa!"
Mereka pun berjalan-jalan tanpa arah, duduk di depan supermarket sambil minum kopi dan berpisah di tikungan.
...•••...
Nadhira, Calvin, Alena dan Alisya saat ini sedang duduk santai di kantin dan jangan lupa Erwin dan Karan yang masih memesan pesanan mereka semua.
"Kalian ada acara apa saat libur semester ini?" Tanya Nadhira.
"Kau tahukan kalau aku akan melakukan apa saat libur?" Ucap Alisya malu.
"Hm ya! Kalian?" Nadhira.
"Aku tidak ada rencana," Alena.
"Bisnis keluarga!" Jawab Karan dan Erwin lesu. Mereka sangat ingin liburan bersama, tapi apakah daya mereka yang harus mengerjakan urusan kantor, karena mereka pewaris dari usaha keluarga mereka.
"Tidak ada!" Calvin.
"Wah hidupmu sangat santai ya Vin!" Karan.
"Kalian saja yang lamban dan malas. Aku sudah mengerjakan tugasku sebagai pewaris setiap harinya, jadi waktu liburan, aku tidak akan mengurusi lagi, palingan mengawasi," jelas Calvin yang mendapatkan ancungan jempol dari semua.
"Kalau begitu mau ikut aku liburan ke pantai?" Tanya Nadhira.
Calvin dan Alena mengangguk. "Boleh!" Alena.
Setelah beberapa waktu berlalu tersisa Nadhira, Alena dan Calvin saja yang masih duduk di kantin, sedangkan yang lain nya sudah pulang.
Mereka bertiga masih membahas pantai yang akan mereka tuju nantinya.
"Baiklah kalau begitu kita sepakat untuk pergi ke pantai 'Asmara'. Oh ya aku akan mengajak temanku yang datang dari kota B juga. Kalau kalian ingin mengajak orang, ajak saja," Nadhira.
"Tidak ada!" Calvin.
"Iya, tidak ada sih!" Alena.
...•••...
Hari yang di tunggu-tunggu sudah tiba, Bagas dan Clara juga sudah berada di Kota A, mereka sampai malam hari kemarin.
Sayang sekali, Karan dan Erwin tidak bisa ikut, padahal wajah mereka sudah sangat lelah, tapi tugas mereka sebagai pewaris masih belum selesai. Sedangkan Alisya, tidak bisa ikut karena lagi proses Fitting Gaun pengantinnya.
Dengan siapa?
Ya tentunya dengan Andara.
Eh kapan mereka dekatnya?
Entah kapan pastinya, tapi semenjak Andara mengantarkan pulang Alisya, mereka mulai dekat. Mulai dari saling kirim pesan, kencan, dan lainnya yang biasa dua orang sedang PDKT.
"Sudah lama?" Tanya Calvin yang baru sampai.
Nadhira, Bagas, dan Clara sudah sampai Beberapa waktu yang lalu, tapi mereka masih belum terlalu masuk ke area pantai, karena menunggu yang lainnya.
¤
¤
¤
Semoga Suka...