Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh

Tubuh Pengganti Seorang Pembunuh
Nadhira Gadis Biasa yang Bisa Malu Juga


Selamat Membaca...


•••


Nadhira duduk mengistirahatkan dirinya dan yang terpenting pikirannya yang berkeliaran memikirkan bagaimana nanti dia akan bertemu Ganendra, dia malu.


Jangan kira Nadhira tidak malu, dia juga seorang perempuan yang akan malu bertemu orang yang, dia suka? Mungkin, dia masih memastikannya dengan mengatakan perkataan yang membuat pikirannya kacau saat ini.


"Oh astaga mengapa disini sangat panas?" Gumam Nadhira sambil mengipasi wajahnya.


"Apakah aku pernah seperti ini baik di kehidupan lalu atau sekarang ya?" Nadhira tidak ingat kalau dia pernah jatuh cinta? Benarkah saat ini dia sedang malu-malu? Wah dirinya sedikit malu akan hal itu! Dimana Nadhira yang tidak pernah baper kalau di dekatin atau bahkan di tembak (bukan tembak pakai pistol ya)


"Ha ha, rasanya aneh?!" Gumam Nadhira sambil merasakan detak jantungnya mulai menormal setelah sebelumnya seperti habis lari maraton.


"Baiklah! Jadilah diriku yang biasanya! Semangat!" Nadhira pun kembali ke tempat acara berlangsung.


Dan ternyata acaranya sudah pada tahap foto dan...


"Itu dia! Ra kemana aja? Dicariin dari tadi juga!" Bibi Mayang menghapiri langsung menarik Nadhira menuju pelaminan.


"Kamu disini!" Bibi Mayang meninggalkan Nadhira di?


"Wahh apa-apaan bibi ini! Tidak tahu kah kalau jantungnya kembali berdetak dengan tak normal? Oh ya bibi kan tidak tahu! Oh ya Tuhan!" Batin Nadhira merutuki bibi Mayang yang meninggalkannya di samping Ganendra.


"Kenapa wajahmu merah? Apakah kamu demam?" Tanya Ganendra khawatir seraya meletakkan punggung tangannya ke leaning Nadhira yang langsung saja di tepis pelan oleh nya.


"A-aku tidak apa! Lihat ke depan saja!" Elak Nadhira dan ya benar saja karena saat ini mereka sedang berfoto bersama pasangan pengantin.


Setelah beberapa kali ber foto mereka pun turun karena yang lain juga ingin berfoto.


Setelah hampir larut malam, akhirnya acara pun berakhir dengan tempat acara yang bisa dibilang kacau, karena hanya tersisa bekas makanan, kursi yang kesana kemari dan sebagainya. Sedangkan para manusia nya sudah terbaring tak sadarkan diri alias tidur dengan sangat nyenyaknya.


...•••...


Sudah hampir dua bulan berlalu acara pernikahan Andara dan Alisya, sekarang waktunya cerita mengenai kedekatan Nadhira dengan Ganendra. Apakah meningkat? Tetap? Atau malah menurun?


Yang kenyataan nya hubungan mereka masih di satu titik, yaitu tidak ada perkembangannya.


...PoV Ganendra On...


Hah, ingin menyerah, tapi tak rela kalau pujaan bersama orang lain. Ingin maju sang pujaan tak peka atau memang dia sengaja? Entahlah mungkin aku harus lebih berusaha lagi.


Hari ini hari dimana aku akan menjemput Nadhira di kampusnya. Mengapa aku menjemput? Itu karena pernah suatu hari aku melihat seorang pria yang terlihat akrab dengan Nadhira. Mereka terlihat bercanda dan tertawa bersama meskipun disana ada teman perempuan Nadhira aku masih cemburu.


Dan saat katanya ternyata hanya teman, dan itu sedikit membuatku lega, akan tetapi kecemburuanku masih lah ada. Entah ini cinta atau obsesi, tapi setiap melihat Nadhira berdekatan dengan seorang pria, aku selalu cemburu meski dia terlihat akrab dengan kakak kandungnya.


Mahasiswa/i terlihat keluar masuk gerbang kampus, tapi Nadhira masih tak terlihat. Aku sudah menghubunginya, tapi pesanku masih belum di baca, entah apa yang dilakukannya saat ini.


Tut


Tut


Tut


Ganendra menelpon Nadhira, tapi masih tak diangkat.


...PoV Ganendra Off...


Ganendra pun turun dari mobilnya menggunakan masker, topi serta kacamata.


Sepanjang jalan Ganendra banyak pasang mata yang melirik, bahkan ada yang terang-terangan menggodanya, tapi bukan Ganendra jika menanggapinya. Mereka tidak tahu saja siapa orang di balik masker itu, kalau tahu dapat di pastikan mengangkat kepala pun mereka tak berani.


Ganendra terus berjalan seraya matanya kesana kemari mencari keberadaan Nadhira.


Disisi lain yaitu di tempat Nadhira sekarang berada, sedang terjadi perdebatan seru akibat ada saja yang sirik dengan kedekatan Nadhira dengan Calvin. Bagaimana kejadiannya?


Flashback On


Nadhira duduk di bangku paling bawah di samping lapangan basket. Dia hanya duduk sendiri, tidak ada Alena. Dia disana menunggu Calvin selesai bermain basket.


Mengapa Nadhira menunggu? Calvin yang meminta. Mereka bagaikan sepasang insan yang sedang berpacaran, tapi sebenarnya mereka hanyalah bersahabat. Calvin adalah pacarnya Clara dan oleh sebab itu Calvin juga bersahabat dengan Nadhira, tapi sebelum Calvin dan Clara berpacaran pun Nadhira dan Calvin sudah berteman dekat akibat kejadian lampau.


Nadhira bersandar pada bangku dan menutup matanya. Bukannya tidak suka menonton basket, tapi dia bosan, jadi dia lebih memilih memejamkan mata seraya menenangkan diri.


Semua atensi teralih pada Nadhira karena memang Nadhira cukup terkenal di kalangan mahasiswa/. Di tambah wajah nya yang cantik dan damai nya yang membuat para kaum adam menatap penuh minat pada nya.


Tidak tahu saja ada seseorang yang sudah dibakar api cemburu. Dia adalah Ganendra. Cukup lama mencari akhirnya dia menemukan keberadaan Nadhira, dan saat itu juga dia melihat tatapan memuja dari kaum adam kepada pujaannya, membuatnya sangat ingin mencongkel mata mereka. Tapi saat ingin mendekati tiba-tiba Nadhira di datangi 3 orang perempuan.


"Heh ******!" 3 orang mahasiswi berpakaian ketat dan ber make up cukup tebal menghampiri Nadhira.


Nadhira menghembuskan nafasnya kasar. Tidak bisakah dia tenang sebentar saja. Segitu banyak kah orang yang membencinya di dunia ini.


Nadhira membuka matanya dan ia melihat 3 orang mahasiswi. Dia ingat, siapa mereka. 3 orang mahasiswi yang memanggil nya ****** ini, salah satunya adalah orang yang menyukai Calvin dan yang pasti suka sekali mengajaknya ribut, karena dirinya selalu dekat dengan Calvin. Dan 2 orang mahasiswi lainnya yaitu mahasiswi yang selalu mengikutinya kemana mana atau bisa dikatakan dayangnya?. Kalau tidak salah namanya Marsya. Sedangkan 2 dayangnya yang bernama Endang dan Tary.


Mereka merupakan mahasiswi yang sok berkuasa di kampus, meskipun benar mereka merupakan termasuk anak dari donatur, tapi mereka sudah keterlaluan. Mereka selalu membully anak dibawah mereka apalagi anak beasiswa.


Nadhira masih dengan muka malasnya menatap ke 3 mahasiswi pengganggu ini dengan 1 alisnya yang terangkat.


Marsya, Endang dan Tary sedikit takut dan was was. Mereka bukannya tidak tahu dengan orang-orang yang berani berurusan dengan Nadhira akan berakhir seperti apa, tapi karena kepercayaan diri mereka terlalu tinggi, terutama Marsya masih saja berani berurusan dengan Nadhira yang dekat dengan Calvin yang notabennya anak pemilik kampus.


Yang mereka juga tahu kalau Nadhira tidak menggunakan kedekatan nya dengan Calvin untuk melawan seseorang. Sosok Nadhira merupakan sosok misterius bagi semua orang, tapi tetap saja, ada saja yang sok sok an berani.


"Tumben sendiri, biasanya selalu nempel dengan Calvin?! Oh apakah Calvin sudah mencampakanmu? Uhhh kasihan!" Ucap Marsya kemudian mereka tertawa mengejek.


Mereka menjadi pusat perhatian semua orang. Yang di tengah lapangan pun yang awalnya bermain basket, berhenti dan menonton perdebatan para gadis.


Calvin sudah akan sampai di dekat Nadhira yang di pojokkan, tapi seseorang menahannya.


"Biarkan saja! Kalau kau kesana akan semakin memperpanjang masalah! Lihat bagaimana Nadhira menyelesaikan mereka!" Dia adalah Ganendra, dia menahan Calvin agar tak ikut campur, karena dia yakin kalau Nadhira dapat membantunya dengan baik.


¤


¤


¤


Semoga Suka...