
“Gimana?” tanya Gala pada Felix saat pria itu tiba di depan sebuah komplek perumahan.
Tadi pagi, Gala memerintahkan Felix mengawasi pergerakan Siska dan Aldo, Kakaknya yang hanya selisih satu tahun itu. Mereka berdua berkuliah di kampus yang sama sehingga tak sulit bagi Felix menemukan mereka. “Itu bener mobil mereka?”
“Bener. Gue ikutin dari pagi sampe mereka pulang ke rumah sekarang. Dan tambahan. Mobil yang dipakai Om Bambang ke luar hari ini terkesan decent. Tapi waktu dia kembali ke rumah beberapa menit lalu, tebak deh apa mobilnya.”
“Apa?”
“Ferrari 599 GTO baru. Hitungan gue, mobil mewahnya itu nggak kurang dari lima.”
“Tau dari mana?”
“Simpel, pembantunya gue bayar.”
“Lix! Kalo ketahuan gimana?!”
“Nggak bakal. Percaya sama gue. Lagian, gue cuma nyuruh dia ngasih informasi, bukan celakain."
Bambang dengan koleksi mobilnya. Ini baru yang ketahuan, bagaimana yang lainnya?
Gala sekarang memiliki motif yang cukup kuat untuk meyakini dugaannya. Dia sebenarnya tak pernah punya masalah dengan barang-barang mewah.
Gala sendiri punya Ferrari di Aussie dan itu adalah hasil usahanya sendiri saat berkarir bersama Black Ruby dan sebagai songwriter terkenal dulu, sebelum mobil itu akhirnya dibeli Lucas dan dia kembali ke Indonesia.
Yang jadi masalah adalah cara mendapatkan mobil itu. Halal atau tidak.
Gala meletakkan ponselnya di dashboard sambil meremas kemudinya. Dia pun memajukan mobilnya sampai ke sebuah rumah yang baru sempat didatanginya.
Pria itu turun dari mobilnya setelah benda itu terparkir sempurna sambil membawa sebuah paper bag berisi oleh-oleh.
Dengan sabar, Gala memencet bel dan menunggu sejenak. Sampai ada seorang wanita membukakan pagar.
"Oh. Ada Gala ..."
"Hai Er... Niko ada kan?"
"Ada! Ayo masuk ... Sayang? Gala dateng!" Gala mengikuti Erika hingga ke teras.
Dari ruang tengah, kepala Niko menyembul. "Suruh ke sini aja, Yang!"
Erika membuka lebar pintu rumahnya. "Duduk di ruang tengah aja ya... Anggap rumah sendiri. Gue ke dapur dulu." Wanita itu pun menghilang dari pandangan Gala.
Sementara Niko dan Gala mengobrol ringan, Erika meletakkan dua buah cangkir di coffee table, lalu meninggalkan mereka. "Gue di dapur kalo perlu apa-apa."
"Thanks, Er ..." jawab Gala. "By the way, ini buat anak-anak."
Erika menerima paper bag yang diberikan Gala tadi. "Wah, thank you ... Enjoy your time now!"
“Ngomong-ngomong, ikut reuni nggak, Sabtu ini?” tanya Niko sambil menekan remote TV, mengubah chanel-nya menjadi berita.
“Kayaknya sih ikut …” Gala menyesap Choco Hazelnut panas yang dibuat oleh Erika. “Ini rasanya mirip kayak di café-café gitu. Enak!”
Tangan Niko melayang dan menepuk dadanya dengan bangga. “Ya dong, bini siapa dulu! Makanya gue nggak bisa kurus lagi! Terus, gimana progress lo sama Gemma? Udah mulai tegur sapa belom? Atau Gemma-nya masih dingin sama lo?"
Mata Niko terbeliak. “Tetangga? Gimana maksudnya? Coba jelasin yang spesifik."
"Awalnya dia di tower sebelah. Tapi nggak nyampe seminggu, pindah ke tower apartemen gue. Satu lantai, sebelahan pula."
"Serius satu lantai? Gila, Man! Speechless gue.”
“Gue juga bingung kenapa Tuhan bikin apartemen gue dan Gemma sebelahan. Dan yang lebih membingungkan lagi, ternyata Indra, suaminya dia itu salah satu Manager di perusahaan ekspedisi kami.”
“Ha? Terus-terus??” kata Niko memajukan tubuhnya, menampilkan ekspresi yang semakin penasaran.
“Gue mau beri tahu sesuatu. Rahasia tapi!”
“I always keep my mouth shut. You know me…”
Sejenak, Gala jadi teringat adegan Jack saat dia diseret keluar dari kamar karena dituduh mencuri berlian di hadapan Rose di film Titanic.
Lalu dia menceritakan garis besar masalah dan rencananya untuk mengatasinya. Hal itu membuat pria di depannya tak henti-hentinya merasa terkejut.
“Jadi kesimpulan lo, ada dugaan korupsi besar-besaran di kantor lo yang libatin keluarga jauh lo dan juga suami Gemma itu? Dan … Indra itu tukang main perempuan?”
“Dugaan sementara gue gitu, dan nggak mungkin ini dilakukan sama satu orang. Kalo soal Gemma, gue masih tahan dulu.
Feeling gue, dia udah tau sama kelakuannya Indra tapi dia masih nutupin. Entah karena emang nggak mau cerita, atau ada tekanan dari Indra. Lo tau sendiri kan, Gemma orangnya gimana?”
“Taulah! Udah dingin, jutek lagi, hampir nggak kesentuh sama sekali. Dia berubahnya cuman pas sama lo doang. Kalo dia sampai dapat tekanan dari Indra, lo mikir nggak sih kalo Gemma mungkin diikat dalam hubungan nggak sehat kayak sama Bapaknya dulu?
"Secara, Gemma tetap bertahan dalam pernikahan dengan orang yang nyakitin dia selama 15 tahun. Entah apa yang bikin Gemma tahan selama itu, apakah dia udah maafin suaminya, atau bertahan karena anaknya aja. Tapi… Gue bukan ngomporin lo ya. Bukannya itu jadi kesempatan buat lo ngerebut dia?”
“Itu dia … Gue sebenarnya udah background check ke Indra. Awalnya gue kepengen banget misahin mereka. Tapi…” Gala menyesap minuman panas itu lalu melanjutkan. “Ini belum saatnya nge-drop bom itu. Gue pengen Gemma sendiri yang pergoki Indra, sehingga mereka nanti bisa bercerai secara natural tanpa ada gue sebagai orang ketiga.
"Biar dia nggak terlalu ngerasa bersalah karena yang selingkuh di sini cuma Indra. Gue nggak pengen ambil keuntungan dari sini walaupun sebenarnya gue emang banyak diuntungkan. Lagi pula …”
Niko mengangkat alisnya. “Lagi pula?”
“Semua pasti akan ada waktunya. I’m a hundred percent sure kalo perselingkuhan Indra itu pasti ada hubungannya sama perusahaan kita. Karena ceweknya adalah asisten Indra.
Dan dengar-dengar, Indra per Januari akan naik jadi CFO, dan asistennya bakal diboyong jadi sekretaris setelah sekretaris lama mengundurkan diri bulan ini.”
Niko menutup mulutnya yang sedari tadi membuka tanpa sadar. Berita yang dia dengar dari Gala benar-benar suatu rahasia besar yang harus dia jaga.
Gala bercerita pada Niko karena dia adalah orang yang paling bisa menjaga rahasia. Erika saja tak pernah tahu menahu apa yang Gala ceritakan pada suaminya.
Berbeda dengan Diana dan Febri, tidak ada rahasia di antara mereka berdua dan resiko Diana marah akan membuat semua hal jadi runyam. Maka Niko adalah orang yang paling tepat untuk Gala berbagi.
Lagi pula, Gala memang punya alasan khusus kenapa Nikolah yang dipilihnya untuk mengetahui rahasia ini. Dia hanya berjaga-jaga untuk semua kemungkinan terburuk di kemudian hari. Entah kenapa perasaannya begitu terasa negatif sekarang.
Semoga saja, apa yang dia dibayangkan Gala terhadap Gemma sekarang benar-benar salah.
...****************...