
“Sayang, aku pamit. Mih, titip istri dan anakku.” Ucap Melvin begitu keluar dari ruang kerja papi nya dan segera mendekati sang istri untuk pamit. Tidak lupa Melvin melabuhkan kecupan di kening untuk istri nya itu hingga membuat Lila sedikit malu karena canggung ada mami Elea di sana.
Mami Elea yang melihat nya hanya tersenyum ikut senang dengan apa yang di lakukan oleh putra nya kepada sang menantu yang bisa dia artikan bahwa hubungan kedua nya tidak sekaku pertama kali.
“Tentu saja mami akan menjaga mereka untukmu. Tidak perlu berpesan seperti itu. Lila bukan hanya istrimu dan menantu di keluarga ini tapi juga putri mami dan papi.” Jawab mami Elea yang mengundang haru di hati Lila yang mendengar nya.
Melvin pun tersenyum lalu dia benar-benar pamit dari sana dan segera meluncur ke tempat yang ingin dia tuju.
Sementara Lila pun dia segera menuju kamar utama karena memang sudah tidak ada lagi hal yang ingin di bicarakan dengan mami Elea untuk hari ini.
Lila segera meraih ponsel nya untuk menghubungi sang kakak. Entah kenapa dia merindukan kakak nya itu hari ini padahal kakak nya itu baru kemarin datang mengunjungi nya.
“Halo, kak!” ucap Lila cepat begitu sambungan telepon mereka tersambung.
“Iya dek!” jawab Luke dari seberang.
“Kakak ada di mana?” tanya Lila.
“Di apartemen. Emang di mana lagi?” tanya Luke balik.
“Kakak baik-baik saja kan sekarang?” tanya Lila lagi.
“Iya. Emang kenapa dek? Kenapa kau terdengar khawatir?” tanya Luke lagi.
“Gak. Aku hanya merasa tidak tenang saja. Ohiya, kenapa kakak tidak menghubungiku seharian ini. Bahkan tadi setelah acara di taman itu kakak tidak menyapaku.” Ucap Lila.
“Kata siapa kakak tidak menyapamu dek. Apa kau lupa kakak bahkan memberikanmu ucapan selamat.” Ucap Luke dari seberang.
“Kapan? Ahh aku lupa. Tapi kakak benar-benar baik-baik saja kan?” tanya Lila memastikan.
“Iya dek. Kakak baik-baik saja.” jawab Luke.
“Ubah panggilan nya ke panggilan video. Aku ingin melihat kakak.” Ucap Lila lalu segera mengalihkan panggilan.
“Lihat. Kakak baik-baik saja kan?” ujar Luke mempelihatkan diri nya.
Lila pun mengamati dengan seksama lalu dia mengangguk, “Aku hanya khawatir kak. Hanya kau saja keluargaku yang ku punya. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Sudah cukup kita terpisah selama ini.” ucap Lila.
Luke yang mendengar itu pun diam sejenak, “Tidak perlu pikirkan hal itu lagi. Semua baik-baik saja sekarang. Aku sudah memiliki keluarga yang menyayangimu. Kau tidak perlu ragu lagi dengan mereka. Kakak sangat yakin dan percaya bahwa keluarga suamimu itu menyayangimu dengan tulus.” Ucap Luke.
“Aku tahu kak. Aku juga merasakan hal itu.” balas Lila.
Luke pun tersenyum, “Baiklah jika memang begitu. Semua tidak perlu di khawatirkan lagi. Semua sudah baik-baik saja sekarang. Kau tinggal fokus saja dengan kesembuhanmu. Ingat lah ada keluargamu yang menantikan kau sembuh. Kakak, suamimu, dan juga kedua buah hatimu.” Ucap Luke.
Lila mengangguk mendengar ucapan kakak nya itu, “Kak, apa aku punya harapan untuk sembuh dari racun itu?” tanya Lila.
“Kau pasti akan sembuh. Kakak menjamin hal itu. Sekarang kau istirahat lah. Jangan pikirkan hal lain. Hari ini kau sudah melakukan banyak hal.” Ucap Luke.
Lila pun menurut dan sambungan telepon di antara mereka pun segera terputus.
***
Sementara Melvin, dia bukan nya langsung menuju kantor tapi ke suatu tempat dulu.
“Dia mengkhawatirkanmu Luke.” Ucap Melvin. Yah, ternyata Melvin berada di apartemen kakak ipar nya itu.
“Yah, dia seperti mendapatkan firasat bahwa aku terluka.” Ucap Luke melihat luka di lengan nya yang tadi tak dia tunjukkan ke kamera.
“Kenapa kau harus melukai tanganmu juga hanya untuk tahu racun nya?” ucap Melvin.
“Itu harus aku lakukan. Jika tidak kita tidak akan pernah tahu jenis racun itu. Racun itu hanya bisa di ketahui dengan campuran darah kami yang belum terkontaminasi dengan racun.” Ucap Luke.
“Apa kau yakin akan melakukan ini demi kesembuhan nya?” tanya Melvin.
Luke yang mendengar nya pun mengangguk, “Hum, aku akan melakukan apapun agar dia bisa sembuh dan terbebas dari racun di tubuh nya itu. Jika tidak bisa di sembuhkan dari racun maka setidak nya racun itu ternetralisir dan tidak akan membahayakan tubuh nya lagi.” Ucap Luke.
“Tapi kau tahu apa resiko nya bukan?” ucap Melvin.
“Tidak masalah apapun asal dia bisa sembuh.” Ucap Luke.
“Tidak, kau pun harus selamat atas hal ini. Aku tidak ingin membuat nya membenciku karena mengorbankan kakak nya untuk kesembuhan nya. Aku tidak akan egois. Percaya lah dia tidak akan bisa menerimaku jika kakak nya menghilang dari nya.” ucap Melvin.
Luke yang mendengar itu pun terkekeh, “Anda seperti nya memang sangat takut dia membenci anda tuan.” Ucap Luke.
“Ck, aku serius Luke. Aku tidak sedang bercanda saat ini.” ucap Melvin.
“Aku tahu itu. Anda tenang saja. Lakukan saja kewajiban anda sebagai seorang suami untuk nya dan saya pun akan melakukan hal yang sama sebagai seorang kakak yang ingin melindungi adik nya. Tenang saja saya akan baik-baik saja. Itu akan saya pastikan. Saya pun masih ingin melihat adik saya bahagia.” Ucap Luke.
Melvin yang mendengar nya pun tersenyum, “Terima kasih Luke. Aku mengagumi persaudaraan kalian. Aku pasti akan jadi orang yang sangat berterima kasih padamu jika Lila bisa sembuh.” Ucap Melvin.
“Santai saja tuan.” Balas Luke.
“Luke, kunjungi lah Lila sebelum kau pergi ke Negara itu terlebih dahulu. Aku yakin dia pasti akan mencarimu jika kau tidak mengunjungi nya dalam beberapa hari ke depan.” Ucap Melvin.
Luke mengangguk, “Tentu saya akan lakukan hal itu. Jika tidak dia akan menggerakkan kekuasaan nya sendiri untuk mencari tahu.” Ucap Luke.
Melvin pun tersenyum mendengar ucapan Luke itu, “Aku tidak menyangka akan mendapatkan istri yang memiliki kekuasaan yang setara denganku Luke. Dulu ku pikir akan mendapatkan istri yang lembut dan mudah saja ku tindas kapan saja. Tapi seperti nya Tuhan tidak mengabulkan nya.” ujar Melvin terkekeh.
“Dia adalah wanita hebat tuan. Adikku sangat hebat. Aku pun mengakui nya.” ucap Luke.
“Kau juga hebat Luke hanya saja kau terlambat menyadari nya. Gen yang mengalir dalam tubuh kalian itu sama. Aku yakin kau sama hebat nya dengan nya.” ucap Melvin.
Luke pun hanya tersenyum saja, “Setelah masalah ini selesai. Kau cari lah pasangan untukmu Luke.” Ucap Melvin.
“Aku belum memikirkan hal itu.” timpal Luke.
Melvin pun tersenyum lalu mereka menikmati anggur bersama di sana sebelum Melvin benar-benar pamit kembali ke kantor.