
Ke esokkan hari nya, kini Melvin sedang sarapan dengan kedua orang tua nya dan juga kedua anak nya itu di meja makan.
“Boy, ayo makan ini.” ucap Melvin mengambilkan udang untuk putra nya itu yang dari tadi diam saja tidak mengatakan sepatah kata pun. Berbeda dengan sang putri yang sudah ceria menyambut nya pagi itu.
“Aku alergi dengan udang dad.” Jawab Alex dingin.
Melvin yang mendengar itu pun terdiam dan segera mengambil udang itu dari piring putra nya, “Maaf daddy gak tahu, boy.” Ucap Melvin.
Alexa memandang kakak dan daddy nya itu bergantian. Terlihat bahwa wajah daddy nya sedih, “Dad, berikan kepada Alexa saja. Aku tidak alergi udang.” Ucap Alexa memberikan piring nya kepada Melvin.
Melvin tersenyum lalu memberikan udang itu kepada putri nya, “Aku sudah kenyang.” Ucap Alex lalu segera turun dari duduk nya dan meninggalkan meja makan itu. Dia hanya menghabiskan makanan yang dia ambil saja yang hanya sedikit itu. Lila memang mengajarkan kepada kedua anak nya itu untuk selalu menghabiskan makanan.
Melvin pun menatap kepergian putra nya itu dengan tatapan sendu. Dia menarik nafas panjang, “Dad …” panggil Alexa lalu menggenggam tangan Melvin seolah mengatakan semua baik-baik saja. Daddy nya itu tidak perlu bersedih.
Papi Emran dan mami Elea pun hanya bisa diam melihat hal itu. Mereka juga tidak tahu mau melakukan apa. Akhir nya sesi sarapan yang lumayan menguras emosi itu selesai.
Kini Melvin segera bersiap menuju kantor nya, “Dad … jika sudah menemukan mommy maka kabari kami.” ucap Alexa mengantar daddy nya itu ke depan. Sementara Alex dia tetap di kamar nya tidak keluar-keluar lagi setelah tadi dari sarapan.
Melvin pun mengangguk lalu mengendong putri nya, “Dad … turunkan aku. Baju daddy nanti akan lecek karena menggendongku.” Pinta Alexa.
Melvin pun tersenyum lalu segera menurunkan putri nya dan mengecup kening putri nya itu lembut, “Apa kakakmu di kamar nya, girl?” tanya Melvin.
Alexa pun mengangguk, “Iya dad. Tenang saja dad. Kakak tidak marah padamu kok. Dia hanya sedang merindukan mommy saja. Aku yakin jika daddy bisa menemukan mommy secepat nya maka dia akan kembali baik kepada daddy. Aku dan kakak jujur saja aku adalah yang paling dingin dad. Kakak itu yang paling cerewet di banding aku. Jadi dia pasti akan kembali ceria lagi nanti.” Ucap Alexa.
“Daddy jangan sedih ya. Maafkan kakak yang tadi mengabaikanmu. Dia memang alergi udang sama seperti mommy. Tapi dia tidak bermaksud untuk menolak apa yang kau berikan. Nanti Alexa akan bicara kepada kakak. Sekarang daddy pergi lah ke kantor dulu. Kata mommy kantor daddy itu besar dan banyak orang di sana. Jadi daddy harus rajin bekerja untuk mereka. Kapan-kapan ajak kami ke sana ya dad. Kami ingin bermain di sana.” Sambung Alexa.
Melvin pun mengangguk, “Baiklah girl. Kapan-kapan daddy akan mengajak kalian kesana. Tapi untuk sekarang daddy harus mencari mommy kalian dulu.” Ucap Melvin.
Alexa pun mengangguk, “Semangat dad mencari mommy. Alexa doakan daddy berhasil.” Ucap Alexa.
Melvin pun kembali mengangguk dan tersenyum lalu mengusap kepala putri nya itu. Baru lah setelah itu dia menuju mobil.
“Pergi lah dad. Aku akan melihatmu dari sini.” Ucap Alexa.
Melvin tersenyum lalu melambaikan tangan kepada putri nya itu yang di balas lambaian tangan oleh putri nya itu juga. Setelah itu tidak lama mobil Melvin pun segera keluar dari halaman kediaman utama itu dan begitu dia keluar ada juga mobil yang baru saja keluar dari kediaman sebelah rumah nya itu yang segera meluncur menuju suatu tempat.
***
Alexa segera masuk kembali ke dalam rumah dan mendekati nenek nya yang duduk di ruang keluarga, “Apa daddy sudah pergi?” tanya mami Elea melihat kedatangan cucu perempuan nya itu.
“Kakek? Dia ada di ruang kerja nya.” Jawab mami Elea.
“Ada apa girl? Kenapa mencari kakek?” tanya papi Emran yang baru saja keluar dari ruang kerja nya itu dan mendengar cucu nya bertanya tentang nya.
Alexa hanya menggeleng, “Gak ada apa-apa kek. Aku hanya ingin bertanya saja.” jawab Alexa.
Papi Emran pun tersenyum lalu segera mendekati cucu nya itu dan langsung memangku nya, “Apa kakek bisa menanyakan sesuatu kepadamu?” tanya papi Emran.
Alexa pun mengangguk, “Tanyakan saja kek. Jika memang kakek ingin bertanya. Alexa akan menjawab jika memang Alexa tahu.” Ucap Alexa tersenyum.
Papi Emran pun tersenyum, “Baiklah pertanyaan pertama, apa kalian benar tinggal di Negara Y selama lima tahun terakhir ini?” tanya papi Emran.
Alexa pun mengangguk, “Benar kek. Kami tinggal di Negara Y. Kami tinggal hidup dengan nenek Saraswati dan kakek Parker yang baik hati. Kami juga sekolah di sana.” Jawab Alexa.
“Sekolah? Sekolah apa?” tanya papi Emran karena mengingat umur mereka belum cukup untuk masuk sekolah dasar.
“Tentu saja sekolah taman kanak-kanak kek. Mommy menyekolahkan kami di sekolah terkenal dan termahal di sana yang banyak anak orang kaya di sana.” ucap Alexa.
“Wah, hebat dong. Berarti kamu dan kakakmu punya teman banyak dong.” Ucap mami Elea ikut menanggapi pembicaraan cucu dan suami nya itu.
Alexa pun dengan perlahan mengangguk, “Awal nya begitu. Semua orang menyukai kami tapi kemudian ada seorang anak gadis yang mengetahui bahwa kami tidak punya daddy karena hanya mommy yang mengantar dan menjemput kami. Mereka akhirnya membully kami mengatakan kami tidak punya daddy dan sampai akhirnya mommy pun meminta surat pindah dan kami datang ke sini.” Jawab Alexa.
Papi Emran yang mendengar cerita cucu nya itu pun menggenggam erat tangan nya kesal karena ternyata walaupun dia memiliki kuasa tapi dia tidak bisa melindungi cucu nya itu dari bullyan, “Katakan nama sekolah kalian itu nak?” pinta papi Emran.
Alexa pun segera menyebutkan nama sekolah nya itu, “Emang kakek mau apakan sekolah itu? Kenapa menanyakan nya?” tanya Alexa.
Papi Emran hanya tersenyum lalu menggeleng, “Gak, kakek memang gak mau ngapain nak. Hanya ingin tahu saja.” jawab papi Emran.
Alexa pun hanya mengangguk lalu seketika dia turun dari pangkuan papi Emran melihat Alex yang keluar dari kamar nya, “Kakak!” panggil Alexa.
Alex pun menatap adik nya itu, “Kau mau kemana kak? Kenapa rapi sekali begini?” tanya Alexa menatap pakaian kakak nya itu.
“Kakak mau keluar sebentar.” Jawab Alex datar.
“Kemana? Aku ikut.” Ucap Alexa.
Alex menggeleng, “Kamu di sini saja.” tolak Alex.