My Secret With CEO

My Secret With CEO
123


Kini Melvin segera mendekati dapur mini yang ada di sana. Pelayan yang ada di sana pun segera mendekati Melvin, “Tuan … apa anda butuh sesuatu?” tanya pelayan.


“Saya ingin memasak pizza telur untuk istri saya.” jawab Melvin.


“Biar kami buatkan tuan. Tuan tunggu saja di sana.” Ucap pelayan itu.


Melvin pun tersenyum, “Saya sendiri yang akan membuat nya. Kalian cukup membantu saja jika saya butuh bantuan.” Ucap Melvin lembut tapi tegas. Pelayan itu pun hanya bisa mengangguk karena mereka tidak mungkin membantah perintah.


Melvin segera mengambil ponsel nya dari saku nya dan segera menghubungi mami nya.


Tuut … tuut … tuut …


“Halo … Mih!” ucap Melvin begitu tersambung.


“Iya nak. Ada apa? Apa kalian baik-baik saja? Bagaimana perkembangan Lila?” tanya mami Elea dari seberang.


“Kami baik-baik saja mih. Lila juga sehat. Aku menghubungi mami karena butuh bantuan mami sedikit.” Ucap Melvin.


“Bantuan apa nak?” tanya mami Elea.


“Mih … bisa kah memberitahuku bahan-bahan untuk membuat pizza telur?” tanya Melvin.


“Pizza telur? Siapa yang akan memakan nya nak? Kenapa tidak membeli saja.” ucap mami Elea.


“Lila mih yang menginginkan nya. Jika saja dia menginginkan hanya pizza telur saja maka aku pasti sudah memesan nya hanya saja dia ingin pizza telur buatan mami.” jelas Melvin.


“Buatan mami? Tapi bagaimana bisa nak mami mengirim nya ke sana?” tanya mami Elea.


“Kau akan membuatkan untuk nya? Kau yakin nak?” tanya mami Elea mendadak khawatir.


“Mih … percaya lah aku pasti bisa melakukan nya. Aku memang belum pernah membuat nya tapi aku bisa belajar. Lagi pula di sini ada pelayan yang akan membantuku.” Ucap Melvin yang menyadari bahwa mami nya itu meragukan nya.


“Begini saja nak. Demi kebaikan bersama maka lebih baik kamu serahkan ponsel nya ke pelayan biar mereka yang membuat nya untukmu.” Ucap mami Elea.


“Tapi mih aku ingin membuat nya sendiri dengan tanganku. Baru pertama kali itu istriku meminta di buatkan sesuatu maka aku akan berusaha. Mami tenang saja. Ayo lah mih dia akan segera selesai mandi dan akan segera keluar sarapan.” Ucap Melvin.


Terdengar bunyi helaan nafas, “Baiklah jika memang itu keinginanmu tapi ingat jika kau butuh bantuan maka segera meminta bantuan kepada pelayan. Ini pertama kali nya kamu memasak. Sekarang segera ubah ke mode video agar mami bisa melihat apa yang kau buat.” Ucap mami Elea memberikan perintah pertama nya.


Melvin pun segera menurut dan segera mengubah panggilan itu menjadi panggilan video. Setelah itu mami Elea segera menjelaskan bahan-bahan nya yang segera Melvin siapkan di bantu oleh pelayan juga untuk menemukan bahan-bahan nya.


“Sekarang pecahkan telur nya dulu.” Ucap mami Elea.


“Pecahkan? Seperti apa mih?” tanya Melvin.


Mami Elea pun menepuk kening nya mendengar pertanyaan putra nya itu, “Jika kau tidak tahu minta pelayan melakukan nya untukmu.” Ucap mami Elea.


Melvin pun mengangguk dan segera menurut memberikan nya kepada pelayan, “Sudah cukup. Aku sudah tahu. Aku akan melakukan nya sendiri.” Ucap Melvin saat pelayan hendak memecahkan telur yang kedua.


Melvin segera mengambil alih dan memecahkan telur selanjut nya yang syukur lah berlangsung dengan benar. Mami Elea pun segera melanjutkan intruksi nya yang di ikuti Melvin. Memasak sarapan pagi itu pun menjadi heboh dan dapur kecil itu jadi berantakan karena ulah Melvin.


“Hubby … apa yang terjadi di si--”