
“Beri tahu kami siapa nama mereka nak.” lanjut kakek Parker.
Lila tersenyum dan menutup kedua buah hatinya itu, “Mereka akan ku beri nama Alexander Eliot A. untuk putraku dan Alexandria Elaina A. untuk putriku.” Jawab Lila
“Hum nama yang bagus. Tapi apa kamu boleh tahu apa arti huruf A di belakang nama mereka itu nak?” tanya kakek Parker.
“Itu adalah nama belakang ayah mereka kek. Aku tahu walau mereka terlahir di luar pernikahan tapi tetap saja mereka berhak mendapatkan nama ayah mereka setidaknya walau hanya singkatan saja.” ucap Lila tersenyum.
“Sudahlah nama mereka sangat bagus. Jangan tanya lagi. Biarkan saja seperti itu.” ucap nenek Saraswati.
“Terus mereka akan di panggil dengan apa nak?” sambung nenek Saraswati kemudian.
“Alex dan Alexa. Itu nama yang ku inginkan sebagai nama panggilan mereka.” ucap Lila.
“Bagus. Cantik.” Ucap nenek Saraswati.
Lila pun terdiam dan menatap kedua buah hatinya itu dengan tatapan lembut, “Mommy akan melakukan yang terbaik untuk kalian nak. Kita akan membangun kehidupan kita di sini dengan baik. Mommy akan melimpahkan kasih sayang yang banyak untuk kalian sampai kalian tidak akan bertanya di mana keberadaan daddy kalian. Mommy harap kalian tidak akan pernah menanyakan itu karena pertanyaan itu yang tak akan bisa mommy jawab nanti.” Batin Lila.
***
Sementara di Negara N, kini Melvin segera menelpon semua anak buahnya yang tersebar mencari di rumah sakit apa ada yang melahirkan hari itu di sana dengan atas nama Lila. Tapi sayang seribu sayang dia sudah mencari rumah sakit seluruh Negara N tapi tetap saja tidak menemukan keberadaan Lila. Dia bahkan sudah mencari sampai ke fasilitas kesehatan yang berada tersebar di pedesaan namun tetap saja tidak menemukan apapun.
“Ahh sial. Lila di mana kau pergi. Aku mohon pulanglah dan bawa anak kita bersamamu. Kau adalah istriku. Pulanglah dan kita akan menyempurnakan pernikahan kita. Aku mohon pulanglah sayang.” ucap Melvin di kamarnya.
Melvin lalu segera bangkit dan meraih jaketnya lalu turun ke lantai bawah rumahnya, “Mau kemana nak?” tanya mami Elea melihat putranya itu terburu-buru.
“Aku mau--” Melvin terhenti karena tiba-tiba ada pesan yang masuk ke ponselnya dari nomor baru. Melvin segera membuka pesan itu dan seketika dia terdiam melihat foto yang di kirimkan oleh nomor tidak di kenal itu.
Melvin mundur hampir saja terjatuh dan segera menghubungi nomor itu dengan cepat tapi sayang sudah tidak aktif, “Ck, sial. Lilaa..” teriak Melvin.
Mami Elea segera mendekati putranya itu yang kini sudah bersimpuh di lantai sambil memegangi ponselnya. Mami Elea segera membantu putranya itu berdiri, “Ada apa nak? Kenapa kau terlihat kesal dan frustasi begini?” tanya mami Elea pelan.
Melvin menangis dan memeluk maminya itu. Dia menangis dalam pelukan maminya, “Mih, dia mengirimkan foto anakku mih. Foto anakku. Mereka kembar. Dia melahirkan kembar mih. Lila--”
Ucap Melvin terbata dalam pelukan maminya itu. Mami Elea segera meraih ponsel putranya dan melihat foto yang di kirimkan oleh nomor tidak di kenal itu.
“Ini adalah anakmu tuan. Mereka kembar dan sangat mirip denganmu. Aku sampai iri dengan hal itu. Aku yang mengandung dan melahirkan mereka dengan bertaruh nyawa tapi begitu lahir mereka justru mirip denganmu. Namun tidak masalah aku bahagia mereka lahir dengan selamat. Setidaknya dengan adanya mereka aku tidak perlu merindukan idolaku karena wajah idolaku sudah ada di hadapanku dalam dua wujud sekaligus. Terima kasih sudah menitipkan benihmu di rahimku. Terima kasih sudah membuatku tidak kesepian karena kehadiaran mereka. Jangan mencari kami. Aku akan menjaga mereka dengan baik dan tidak akan mengganggumu. Kau bisa melanjutkan hidupmu dengan baik. Hiduplah dengan baik karena aku pastikan kau tidak akan pernah melihat kami. Ini pertama dan terakhir kalinya aku mengirim foto padamu sebagai ucapan selamat untukku. Sebagai ucapan terima kasih dariku juga. Terima kasih sudah menjaga perusahaanku dan terima kasih juga sudah mengusir dua wanita ular itu dari rumah mommyku. Aku pasti akan pulang nanti tapi tidak janji kapan dan apa aku akan membawa mereka bersamaku atau tidak. Kita lihat saja apa yang akan terjadi di masa depan. Aku mengagumimu. Aku tidak membencimu sama sekali. Hiduplah dengan baik.” begitulah isi pesan panjang Lila itu lalu ada satu foto di mana ada kedua bayi mungil yang sedang terlelap.
“Pih, segera lacak nomor itu. Aku mau cucuku secepatnya. Mereka sangat tampan. Sangat mirip kita.” Ucap mami Elea segera mendekati papi Emran di ruang tamu. Melvin memang perpaduan wajah antara papi Emran dan mami Elea.
“Tenang mih. Nugraha sedang melacak nomor itu. Kita akan segera tahu di mana mereka berada. Kita akan segera menjemputnya.” Ucap papi Emran.
“Melvin kerahkan semua anak buahmu juga untuk mencarinya. Kita harus tahu di mana dia. Dari pesannya dia sepertinya punya mata-mata untuk mengawasi perusahaan milik daddynya itu.” lanjut papi Emran setelah membaca pesan Lila itu.
“Dia pasti tidak sebodoh itu pih. Aku yakin dia tidak mungkin melakukan kesalahan dengan menghubungiku lalu membiarkan kartu yang dia gunakan bisa di lacak. Buktinya nomor itu dengan cepat tidak aktif padahal baru saja mengirimiku pesan.” Ucap Melvin.
“Kau mau menyerah saja? Kau tidak ingin menemukannya?” tanya mami Elea kesal.
“Aku harus bagaimana untuk menemukannya mih. Aku sudah melakukan yang terbaik. Aku hanya bisa menunggu. Aku akan percaya dia akan kembali. Sekali dia kembali maka aku pastikan dia tidak akan lepas dariku. Aku akan menemukan kedua anakku itu. Setidaknya aku tahu dia baik-baik saja dan sudah melahirkan kedua anak sama tampannya seperti diriku. Aku yakin cepat atau lambat aku akan menemukannya. Biarkan saja waktu yang akan mempertemukanku dengannya.” ucap Melvin pasrah.
“Kau bodoh! Pih, lakukan yang terbaik untuk menemukannya. Kita harus segera membawa cucu kita dengan cepat kesini. Aku tidak akan membiarkan Melvin menyerah begitu saja.” ucap mami Elea.
Melvin hanya menutup matanya, “Mih, aku tidak menyerah. Aku hanya mencoba berdamai dengan waktu. Semakin aku melawan waktu semakin aku pula kehilangannya. Jika di tanya siapa yang paling menginginkan dia kembali maka aku lah orang itu. Aku ingin dia kembali dengan membawa anak-anakku dengan selamat. Tapi dia sudah memilih untuk menyembunyikan anakku itu aku hanya akan menunggu waktu yang baik membongkar semuanya dan memberiku kesempatan.” Ucap Melvin.
Drt … drt … drt …
Papi Emran segera menjawab panggilan dari asistennya itu, “Bagaimana?” tanya papi Emran begitu tersambung. Papi Emran meloudspeaker panggilannya karena mami Elea ingin mendengar juga.
“Kami tidak bisa melacaknya tuan. Dia menggunakan nomor sekali pakai dan nomor itu terdeteksi di Negara Y tapi jika di lihat dari nomornya itu adalah nomor Negara Z. Jadi sekarang hanya ada dua kemungkinan saja bahwa nona Lila berada di dua Negara itu. Tapi kami tidak bisa memastikannya dia berada di Negara mana.” Ucap Nugraha.
“Menurutnya apa yang dia lakukan ini adalah yang terbaik untuk semuanya tapi dia tidak tahu bahwa yang dia lakukan ini justru menyiksa putra kita. Dia tidak bermaksud untuk menghukum putra kita karena putra kita itu idolanya. Hanya saja dia melakukan ini entahlah pasti ada alasannya sendiri. Namun satu hal yang aku mengerti sepertinya dia punya mata-mata. Itu pasti orang terdekat yang bisa melaporkan semuanya dengan mudah. Jay? Hum sepertinya dia tersangka satu-satunya.” Ucap papi Emran.
Sementara Melvin kini dia segera memarkirkan mobilnya di gedung hukum di mana pengacara Jay berada. Melvin segera masuk ke dalam ruangan pengacara Jay, “Tuan Melvin.” Ucap pengacara Jay kaget akan kedatangan Melvin itu. Di lihat dari ekspresi yang di tunjukkan Melvin sepertinya pria muda itu sedang marah tapi kenapa? Apa penyebabnya? Apa dia melakukan suatu kesalahan?
“Ada apa tuan?” tanya pengacara Jay gugup karena dia tahu bahwa Melvin itu datang dengan amarahnya. Wajah tidak bersahabat.
“Di mana Lila? Katakan dengan jelas?” tanya Melvin mencoba mengontrol kemarahannya.
Pengacara Jay jadi bingung sendiri, “Lila? Bukankah dia pergi tuan. Kita tidak menemukannya.” Ucap pengacara Jay jujur.
“Brengsek, jangan mencoba menipuku. Kau pikir aku tak tahu kau yang menyembunyikannya. Dia tahu semua perkembangan perusahaan dan dia juga tahu aku mengusir ibu dan saudari tirinya itu dari kediaman mommynya? Jika bukan kau siapa yang mengatakan itu kepadanya? Jangan membohongiku lagi. Cepat katakan di mana dia berada. Aku mohon. Aku ingin melihat kedua anakku yang sudah lahir. Aku mohon pengacara Jay. Seorang ayah sedang memohon padamu. Memohon agar di pertemukan dengan anaknya.” Ucap Melvin melepas kerah pengacara Jay dan bersimpuh di hadapan pengacara Jay.
Pengacara Jay jadi bingung sendiri, “Tuan berdirilah. Sungguh saya tidak tahu apa yang anda bicarakan. Saya tidak terhubung sama sekali dengan Lila. Dia melahirkan saja baru saya dengar dari anda. Saya bersumpah tuan bahwa saya tidak tahu sama sekali keberadaan Lila saat ini. Sungguh.” Ucap pengacara Jay jujur sejuju-jujurnya.
Melvin pun segera bangkit dan menatap pengacara Jay dan dia melihat bahwa pengacara Jay itu tidak berbohong sama sekali, “Ck, lalu siapa orang itu.” ucap Melvin frustasi.
“Sebenarnya apa yang terjadi tuan?” tanya pengacara Jay hati-hati.
“Dia menghubungi lewat pesan dan mengirimkan gambar kedua anakku yang sudah lahir.” ucap Melvin.
“Jika memang begitu kita lacak tuan.” Ucap pengacara Jay.
“Dia menggunakan nomor sekali pakai. Itu terdeteksi di Negara Y tapi nomor itu milik Negara Z di lihat dari format nomornya. Kini hanya dua kemungkinannya dia ada di dua Negara itu.” ucap Melvin frustasi.
Pengacara pun diam tidak tahu harus menanggapi apa. Jujur saja dia kasihan melihat Melvin yang seperti ini tapi dia juga tidak tahu bagaimana harus menemukan Lila, “Pengacara Jay, apa dia memiliki teman dekat selain Yola?” tanya Melvin.
Pengacara Jay pun berpikir lalu mengingat dan kemudian menggeleng, “Saya hanya tahu dia punya teman dan itu Yola saja.” ucap pengacara Jay.
“Lalu siapa yang membantunya selama ini. Tidak mungkin dia sendiri yang melakukan itu. Itu tidak mungkin.” Ucap Melvin. Melvin kenapa tidak mencurigai Yola karena dia memang sudah menyelidiki seluk beluk Yola dan tidak menemukan hal aneh apapun. Yola itu ada spesifik manusia yang biasa aja. Tidak memiliki apapun selain apa yang sudah dia usahakan.
Setelah itu Melvin pun segera pulang dengan wajah lesu karena harapannya hanya pengacara Jay tapi kini dia tidak tahu harus kemana lagi agar bisa segera menemukan keberadaan Yola itu.
Saat Melvin naik mobilnya ada seseorang yang tersenyum, “Sekarang kita sama. Dia menghilang dariku karena kehamilannya itu dan sampai saat ini kau pun kebingungan mencarinya. Setidaknya aku punya teman menderita menunggu dia pulang.” Ucapnya.
***
Tiga hari kemudian di sisi Lila, hari ini dia di perbolehkan pulang dan dia pun segera di jemput oleh kakek Parker dan kini mereka sedang dalam perjalanan pulang.
Sekitar setengah jam kemudian mereka tiba dan Lila pun tersenyum melihat dekorasi penyambutannya dan kedua buah hatinya itu yang di buat oleh nenek Saraswati dan karyawan toko.
“Nenek, kenapa lelah-lelah menyiapkan ini semua?” ujar Lila sungkan.
“Kenapa lelah. Gak lelah nak. Nenek menyambut cicit tampan dan cicit cantikku. Jadi jangan larang nenek melakukan ini untuk mereka.” ucap nenek Saraswati lalu segera membawa Alex dalam gendongannya dan Lila pun segera ikut masuk ke dalam bersama Alexa dalam gendongannya.
Acara penyambutan yang di buat oleh nenek Saraswati itu berlangsung meriah. Nenek Saraswati dan kakek Parker semangat memperkenalkan kedua buah hatinya itu pada karyawan yang di sambut mereka dengan bahagia juga tanpa mempertanyakan di mana ayah dari kedua anaknya itu.
Acara itu di tutup dengan makan bersama lalu setelah itu Lila dan kedua buah hatinya pun segera masuk ke kamar. Lila segera menyusui kedua buah hatinya itu bergantian sampai mereka terlelap.
“Anak-anak mommy pintar deh. Mommy sayang kalian nak. Jangan pernah bertanya di mana daddy kalian yaa nanti. Satu hal yang pasti daddy kalian itu sangat hebat. Dia idola mommy.” Ucap Lila tersenyum.
Dia merapikan pakaiannya dan juga pakaian kedua buah hatinya itu di lemari mereka yang sudah dia sediakan saat dia masih mengandung.
“Maafkan mommy yang memisahkan kalian dengan daddy kalian. Jangan membenci mommy karena itu tapi hanya itu yang bisa mommy lakukan agar kalian bisa hidup dengan bahagia. Daddy orang baik dan mommy tidak ingin melukainya dengannya keberadaan kita.” Ucap Lila menatap kedua buah hatinya itu.
“Aku merasa bersalah telah mengirimkan foto kalian padanya nak. Seharusnya aku tidak melakukan itu. Bagaimana jika dia berubah pikiran dan mencari kalian karena melihat kalian yang sangat mirip dengannya.” ucap Lila.
Lalu sedetik kemudian Lila menggeleng, “Gak, itu gak boleh terjadi. Dia tidak boleh menemukan kita. Mommy akan pastikan itu. Kalian adalah anak mommy walaupun dalam darah kalian mengalir darahnya. Tapi mommy tidak akan biarkan dia mengambil kalian dari mommy.” Ujar Lila mengangguk.