My Secret With CEO

My Secret With CEO
92


Kini Lila sedang berada di kamar suami nya itu sendiri karena memang Melvin sudah berangkat ke kantor. Begitu juga dengan anak-anak nya yang memang sudah mulai sibuk dengan sekolah mereka. Lalu mertua nya juga sibuk dengan urusan mereka sendiri.


Lila yang bosan hanya sendiri dan tidak tahu mau mengerjakan apa, dia pun meraih ponsel nya dan bermain game di sana.


Lima belas menit kemudian, di saat Lila mulai tenggelam dalam game yang dia mainkan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar.


"Nyonya, ada teman nyonya di bawah." itu suara pelayan yang memang di tugaskan oleh Melvin untuk menjaga Lila jika dia tidak ada. Membantu Lila jika pengen keluar atau pun pengen buang air.


"Siapa?" tanya Lila. Pasal nya dia memang tidak membuat janji dengan siapa pun hari ini.


"Itu nyonya. Nona Yola." jawab pelayan itu lagi.


Lila yang mendengar jawaban pelayan itu pun bingung dan mengingat apa dia membuat janji dengan Yola. Tapi setelah berpikir cukup lama kita dia benar-benar yakin bahwa dia membuat janji temu dengan siapa pun hari ini. Lalu kenapa Yola datang? Apa ada masalah?


Untuk menemukan jawaban nya maka satu pilihan nya yaitu keluar dan temui Yola. Lalu tanyakan kenapa dia datang.


Lila pun segera mendorong kursi roda nya itu menuju pintu kamar lalu dia pun keluar. Pelayan di depan pintu kamar pun segera mengambil alih mendorong kursi roda milik Lila menuju lift yang ada di sana.


Kini Lila pun sudah di harapan sahabat nya itu yang berada di ruang keluarga. Yola tersenyum menatap Lila lalu segera mendekati Lila, "Kamu baik-baik saja kan?" tanya Yola mengamati Lila dengan lekat.


Lila yang mendengar ucapan sahabat nya itu pun tersenyum. Yola memang selalu seperti itu selalu menanyakan keadaan nya bila bertemu sehingga Lila pun tidak merasa aneh lagi.


Yola yang melihat raut wajah Lila yang memang terlihat sedang berbahagia itu pun akhirnya mengangguk, "Ehh ... Kau di sini mau apa? Bukan kah kau bekerja? Apa kau tidak masuk kerja?" tanya Lila menodongkan banyak pertanyaan kepada sahabat nya itu.


"Ck, kebiasaan deh. Selalu saja bertanya dengan menumpuk pertanyaan sebanyak itu. Aku jadi pusing kan mau menjawab yang mana. Mana otakku lagi tidak secerdas kau." ucap Yola pura-pura menggerutu.


Lila yang mendengar itu pun hanya terkekeh, "Ya sudah katakan saja kenapa kau bisa berada di sini padahal ini bukan hari libur dan masih jam kerja. Apa kau membolos?" ujar Lila bertanya sambil melihat ke arah jam dinding yang ada di dinding ruang keluarga itu.


Yola pun mengikuti arah pandangan Lila itu lalu dia tersenyum, "Hey, aku tidak membolos dari pekerjaanku. Aku di sini atas perintah bosku." ujar Yola.


"Bos? Apa suamiku?" tanya Lila memastikan.


Yola mengangguk dan tersenyum menggoda melihat Lila, "Yah, suamimu. Emang bosku siapa lagi." Ledek Yola.


"Ck, tidak perlu meledekku begitu." ucap Lila.


"Gak, aku hanya tidak menyangka saja kau sudah mengakui nya sebagai suamimu." Ucap Yola tersenyum.


"Bukan kah dia memang suamiku? Apa aku salah mengatakan nya?" tanya Lila. Yola yang mendengar jawaban yang di berikan Lila itu pun hanya bisa menarik nafas saja.