
Alexa menggeleng, “Gak, aku ikut. Mommy selalu mengatakan di mana pun kakak pergi aku ikut. Kita sejak di dalam perut mommy sellau bersama maka sekarang pun begitu. Aku ikut kak.” Ucap Alexa.
Alex pun menarik napas panjang nya, “Baiklah sana. Cepat siap-siap. Jangan lama jika tidak mau kakak tinggal.” Ucap Alex tegas.
Alexa pun mengangguk lalu segera berlari menuju kamar nya. Papi Emran dan mami Elea yang menatap cucu laki-laki mereka itu pun segera mengangkat bicara.
“Boy, duduk lah.” Ucap mami Elea.
Alex pun segera menurut dan mendekati kakek dan nenek nya itu, “Kamu mau ke mana boy? Apa kakek dan nenek boleh tahu?” tanya papi Emran hati-hati karena memang mereka bisa melihat ekspresi berbeda di wajah cucu mereka itu dengan ekspresi yang semalam di tunjukkan nya.
Alex pun menatap kakek dan nenek nya itu lekat, “Aku mau mencari mommy kek. Mommy itu sangat menyayangi kami. Dia pasti ada di dekat sini mengawasi kami dari tempat jauh. Dia tidak mungkin meninggalkan kami begitu saja. Dia pasti sedang melakukan sesuatu yang berbahaya saat ini. Aku tidak tenang. Mommy itu selalu menyembunyikan kesedihan nya sendiri tapi aku tahu dia saat ini sedang sedih karena harus meninggalkan kami bersama daddy.” Ucap Alex.
“Lalu kamu mau mencari mommy di mana nak?” tanya mami Elea.
“Di mana saja. Aku yakin mommy pasti ada di suatu tempat.” Ucap Alex.
“Emm, begini boy. Kakek bukan tidak mau mengizinkanmu pergi untuk mencari mommymu tapi itu berbahaya. Lebih baik biarkan kakek dan daddymu yang melakukan itu.” ucap papi Emran.
Alex pun menatap kakek nya itu, “Kapan kakek dan daddy akan menemukan mommy? Aku tahu kakek dan daddy memang memiliki kekuasaan di Negara ini. Aku juga bukan meragukan kemampuan kakek dan daddy hanya saja itu adalah kenyataan nya. Kakek dan daddy tidak bisa menemukan mommy dan kami selama 6 tahun terakhir ini padahal punya kekuasaan.” Ucap Alex.
“Kakak, kau mengatakan apa. Kenapa kau jadi tidak punya rasa hormat begitu kepada orang yang lebih tua. Mommy selalu mengajari kita untuk menghormati orang yang lebih tua dari kita.” Ucap Alexa yang sudah siap.
“Maaf kek. Aku tidak bermaksud mengatakan itu hanya saja aku ingin segera menemukan mommy.” Ucap Alex lalu segera berdiri.
“Mau kemana boy? Jangan pergi nak. Bahaya di luar sana.” Tahan mami Elea menahan tangan cucu laki-laki nya itu.
“Kau benar boy. Kakek dan daddy memang tidak bisa menemukan mommymu. Itu adalah kekalahan terbesar kami.” ucap papi Emran.
“Tapi tetap saja saat ini kakek tidak bisa mengizinkanmu pergi nak. Mommy kamu sudah mempercayakan kalian kepada kami agar bisa menjaga kalian. Jadi kakek akan melakukan itu. Kakek akan menghalangimu pergi. Bukankah tadi kau mengatakan bahwa kemungkinan besar mommymu itu sedang melakukan hal yang berbahaya. Jadi kenapa kau tetap nekad mau pergi mencari mommymu.” Ucap papi Emran.
“Terus apa yang harus aku lakukan kek? Apa menunggu. Menunggu kematian mommy dan diam saja di sini. Aku tidak akan bisa tidur tanpa tahu bahwa mommy baik-baik saja.” ucap Alex menangis. Papi Emran pun segera mendekati cucu laki-laki nya itu dan memeluk nya erat.
“Kakek janji boy akan menemukan mommymu. Tapi tolong beri kami waktu untuk itu. Kakek juga senang untuk menemukan mommymu agar kalian bisa hidup bersama daddy kalian dan juga mommy kalian secara bersama-sama. Mommy kalian itu adalah menantu idaman kakek dan nenek. Hanya dia yang kami inginkan untuk jadi istri daddy kalian. Jadi kakek mohon boy jangan pergi.” ucap papi Emran mendekap cucu nya itu.
“Bagaimana jika mommy terluka kek?” tanya Alex.
“Kakek janji mommy kalian akan baik-baik saja. Tapi kamu jangan pergi ya.” Ucap papi Emran lalu melepas pelukan nya itu dan menghapus air mata di pipi Alex.
Alex pun akhir nya mengangguk menurut.
***
Sementara di sisi Melvin, kini dia sudah di perusahaan nya dan segera menanyakan perkembangan pencarian Lila kepada Deo.
Deo menggeleng, “Belum tuan.” Jawab Deo sambil terus menatap laptop nya yang sedang melacak keberadaan Lila.
Melvin pun menarik nafas panjang, “Waktuku tinggal enam hari lagi Deo. Jika aku tidak bisa menemukan nya maka aku gak tahu apa yang akan di lakukan putraku itu. Dia mendiamiku. Mungkin dia akan membenciku.” Ucap Melvin menutup mata nya.
Lalu tiba-tiba dia teringat sesuatu. Melvin pun segera meraih ponsel nya dan menghubungi seseorang. Tidak lama panggilan pun tersambung.
“Halo, selamat pagi tuan Melvin. Apa ada yang bisa saya bantu?” tanya pengacara Jay dari seberang.
“Apa Lila sudah menemui anda?” tanya Melvin to the point.
“Lila? Belum tuan. Dia hanya menelpon tiga hari lalu tapi saat ini kami belum bertemu juga padahal saya sudah mempersiapkan berkas semua nya seperti yang ada katakan.” Jawab pengacara Jay.
“Emang ada apa tuan?” lanjut pengacara Jay bertanya.
“Dia menghilang lagi setelah mempertemukan aku dan kedua anakku.” Jawab Melvin.
“Menghilang? Lagi? Bagaimana bisa?” tanya pengacara Jay kaget.
“Aku juga gak tahu. Aku pusing. Tolong tuan Jay jika dia menemui anda atau pun menghubungi anda maka beritahukan kepada saya.” ucap Melvin lalu segera memutuskan panggilan itu begitu pengacara Jay mengatakan iya.
“Siapa yang menelpon ayah?” tanya istri pengacara Jay.
“Melvin. Lila menghilang lagi.” Jawab pengacara Jay.
“Apa? Katakan lagi apa yang ayah katakan itu. Siapa yang menghilang?” tanya Delon yang tiba-tiba saja turun dari kamar nya dan mendengar ucapan ayah nya. Yah, Delon itu adalah putra bungsu pengacara Jay.
“Lila. Dia menghilang lagi.” Jawab pengacara Jay.
“Tidak mungkin.” Ucap Delon sambil menggeleng.
“Apa maksud ucapanmu itu nak?” tanya pengacara Jay.
“Lila tidak mungkin pergi dari sini. Aku baru bertemu dengan nya kemarin di mall bersama anak-anak nya. Tidak mungkin. Ini pasti ada sesuatu.” ucap Delon sambil berpikir.
“Apa maksudmu itu Delon? Apa kau tahu dia sudah tiba di sini? Anak-anak? Apa maksud nya itu?” tanya pengacara Jay menatap putra nya itu.
“Yah, aku sudah bertemu dengan nya sejak dia baru tiba. Dia mengirimiku pesan. Aku bermain dengan anak-anak nya kemarin. Anak tuan Melvin itu kembar ayah. Alex dan Alexa, itu nama anak Lila. Benih yang tuan Melvin titipkan di rahim Lila enam tahun lalu.” Ucap Delon.
“Kenapa kau tahu ini Delon?” tanya pengacara Jay lagi karena memang Melvin sudah menceritakan ini tapi dia tidak menceritakan kepada siapapun lagi walaupun itu keluarga nya.
“Tentu saja aku tahu karena aku yang membantu nya menghapus rekaman CCTV di club dan di hotel.” Ucap Delon lalu segera keluar dan tidak lama mobil pun meninggalkan kediaman nya itu.