My Secret With CEO

My Secret With CEO
23


“Siapa yang kau katai tidak bertanggung jawab nona.”


Itu bukan suara yang berasal dari pengacara Jay melainkan itu suara yang berasal dari luar. Lebih tepatnya berasal dari suara di belakangnya dari orang yang baru saja masuk dengan asistennya itu.


“Saya tanya siapa yang anda katai tidak bertanggung jawab itu nona?” ucap Melvin dengan tatapan yang mengintimidasi lawannya itu.


Aruna pun seketika terdiam begitu berbalik dan melihat pria tampan di hadapannya itu. Pria nomor satu yang di kenal sangat dingin kepada siapapun. Pria yang menjadi impian para wanita kelas atas untuk jadi kekasih, istri atau mungkin penghangat ranjang juga tentu saja bisa. Pria yang sangat dia inginkan untuk jadi suaminya karena selain kekayaan yang di milikinya, tentunya ketampanan juga sudah jadi urusan nomor satu.


“Tuan Melvin, silahkan duduk.” Ucap pengacara Jay mempersilahkan tamunya yang entah kenapa datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan itu.


Melvin dan Deo pun segera duduk di sofa yang ada di ruangan itu, “Jay, aku sedang bicara denganmu. Kenapa kau justru menerima tamu lain. Aku tahu tamu yang datang itu memiliki derajat yang lebih tinggi dari kami tapi tidak seharusnya kau memperlakukan aku seperti ini Jay. Aku ini istri mendiang Calvin yang harusnya tetap kau hormati walaupun dia sudah pergi.” ucap Linda kesal karena dia belum selesai bicara dengan pengacara Jay menuntut haknya. Kini justru datang orang-orang yang entah untuk apa ke sini.


Deo tersenyum mengejek mendengar ucapan Linda itu. Linda yang melihat Deo tersenyum mengejek itu pun seketika kesal dan memandang tajam ke arah Deo, “Kenapa kau tersenyum begitu, hah. Apa kau mengejekku. Dasar orang rendah tidak tahu diri. Hanya seorang asisten saja berani berbuat begitu padaku. Kurang ajar aku tidak terima. Dasar rendahan tidak tahu diri.” Ucap Linda mengumpat.


“Saya memang hanya seorang asisten nyonya tapi saya bukan penjilat seperti anda.” Ucap Deo tajam. Melvin hanya bersikap biasa saja mendengar asistennya itu.


“Tuan Melvin, asisten anda ini sangat kurang ajar. Tidak tahu sopan santun sama sekali. Dia tidak bisa menghormati orang yang lebih tua. Dia tidak pantas untuk jadi asisten anda. Pecat saja dia.” Ucap Aruna.


Melvin tersenyum sinis, “Siapa kau berani mengaturku? Sangat berani sekali kau memerintahku.” Ucap Melvin tajam.


Aruna pun seketika terdiam, “Bu-bukan begitu maksud saya tuan. Saya--”


“Terus apa maksudmu? Apa kau ingin mencoba mengatakan bahwa aku salah memilih asisten. Bahwa kau ingin membuktikan bahwa aku salah menjadikannya jadi asistenku. Sungguh kau telah melakukan kesalahan karena aku pun sebenarnya ingin mengatakan apa yang di katakan oleh asistenku itu. Dia tidak rendahan tapi kalian lah yang rendahan sesungguhnya.” Ucap Melvin datar namun sangat tajam dan menembus jantung Linda dan Aruna.


Linda yang mendengar itu pun menjadi kesal. Begitu juga dengan Aruna hanya saja dia mencoba menahannya karena untuk menarik simpati dari Melvin. Dia tidak ingin mempermalukan citranya itu di hadapan Melvin. Jadi sebisa mungkin dia harus mencegah maminya itu melakukan hal yang nantinya akan membuat Melvin ilfil padanya.


“Kenapa anda melakukan ini tuan? Kami tidak punya kesalahan kepada anda. Kami pun tidak pernah berbuat apapun yang bisa membahayakan anda.” Ujar Aruna dengan suara yang mendayu-dayu meminta di kasihani yang justru membuat Melvin dan Deo jijik.


“Sungguh kau memang gadis hebat bisa bertahan dengan dua wanita ular seperti mereka ini.” batin Melvin mengingat penderitaan yang mungkin di alami oleh Lila.


“Tuan Jay. Saya kesini ingin membicarakan hal penting kepada anda. Jadi tolong usir dulu dua ular ini dari hadapan saya.” ucap Melvin beralih menatap pengacara Jay.


“Saya sudah mengusir mereka tuan. Tapi sepertinya mereka sangat tidak tahu diri. Jadi terserah pada anda mau melakukan apa pada mereka. Saya tidak peduli karena saya memang tidak punya urusan pada mereka.” ucap pengacaya Jay.


“Deo!” ucap Melvin.


“Iya tuan.” Jawab Deo yang langsung paham apa yang di ingin oleh tuan mudanya itu. Tidak lama dua orang bodyguard masuk ke ruangan itu.


“Bawa dua wanita itu dari sini. Usir sejauh mungkin dari rumah warisan istriku.” Ucap Melvin membuat semua orang di sana terkejut. Jika Deo terkejut karena tidak menduga tuan mudanya itu akan mengakui Lila sebagai istrinya. Maka lain halnya dengan pengacara Jay, Linda dan Aruna yang bertanya-tanya siapa yang di maksud istri oleh Melvin itu.


Dua orang bodyguard itu pun segera menyeret Linda dan Aruna tapi mereka menolak, “Lepasin. Aku harus tahu apa maksudnya. Kenapa dia mengatakan rumah warisan istri. Istri siapa yang dia maksud.” Ucap Linda.


Melvin pun melihat dua wanita itu dengan tajam dan memberi isyarat pada dua orang bodyguardnya untuk melepaskan Linda dan Aruna, “Kalian mau tahu siapa istriku. Baiklah aku akan berbaik hati mengatakannya. Mohon di dengar dengan baik-baik karena aku tidak akan mengulanginya lagi. Jadi pasang kuping kalian dengan baik. Nama lengkap istriku adalah Greyila El Bara putri kandung mendiang Calvin El Bara dan Dhara Caroline.” Ucap Melvin tegas.


“Tidak mungkin. Bagaimana itu mungkin. Tidak mungkin Lila menikah dengan anda.” Ucap Aruna menggeleng menolak mendengar kenyataan yang ada di hadapannya itu.


“Terserah mau percaya atau tidak. Tapi itu memang kenyataanya. Maka dari itu aku sebagai suaminya wajib menjaga warisan milik istriku itu. Aku memberi kalian waktu 1x24 jam untuk berkemas dari kediaman istriku itu. Ingat jangan mencoba-coba untuk membawa satu pun barang berharga yang ada di sana.” Ucap Melvin.


Linda pun semakin kesal mendengar itu, “Siapa kau berani mengusirku dari rumah suamiku sendiri. Kau orang asing yang tiba-tiba saja datang dan mengaku jadi suami Lila. Tidak mungkin Lila menikah denganmu. Kau pasti hanya ingin menguasai harta peninggalan suamiku itu. Kau pencuri sebenarnya.” Ucap Linda penuh amarah.


“Pencuri? Apa itu tidak sebaliknya nyonya? Apa itu perkataan untuk anda sendiri. Tuan muda saya ini adalah suami dari nona Greyila.” Ucap Deo.


“Tidak mungkin. Jika iya maka mana buktinya.” Ucap Aruna.


“Iya mana buktinya. Jangan hanya omong kosong saja.” timpal Linda.


Melvin pun segera memberi kode kepada Deo dan Deo segera mengangguk dan memberikan dokumen yang dia pegang sejak tadi, “Itu adalah surat-suratnya.” Ucap Deo.


Aruna langsung membacanya dan seketika dia syok, “Tidak mungkin. Ini pasti palsu. Bagaimana bisa Lila yang gembel begitu bisa jadi istri anda.” Ucap Aruna.


“Tentu saja bisa selama aku menginginkannya.” Ucap Melvin.


“Tidak ini pasti palsu. Ini pasti akal-akalan anda saja. Ini pasti sudah rencana anda untuk menguasai harta suamiku.” ucap Linda tidak terima juga.


“Kenapa kita berdebat hal yang tidak penting jika di sini ada pengacara Jay yang bisa memastikannya sendiri apa berkas nikah itu palsu atau tidak.” Ucap Melvin segera melihat pengacara Jay.