
“Apa anda sungguh ingin tahu hal itu?”
Melvin pun mengangguk karena dia memang sangat penasaran dengan singkatan di mana kedua anak nya itu.
Lila tersenyum mendengar ucapan Melvin yang memang terlihat sangat penasaran, “Itu adalah nama belakang anda tuan. Tidak bisa saya pungkiri mereka tetap lah memiliki darah keluarga anda. Tapi kenapa saya menyingkat nya. Itu semua demi kerahasiaan mereka dan harga diri mereka.” Jelas Lila.
Melvin yang mendengar itu pun tersenyum senang dan terharu atas jawaban yang di berikan Lila. Dia tidak menyangka ternyata Lila memberikan nama belakang nya untuk kedua buah hati nya itu, “Jadi nama mereka adalah Alexander Eliot Al Berto dan Alexandria Elaina Al Berto?” tanya Melvin memastikan.
Lila pun mengangguk dan tersenyum, “Singkat nya memang begitu tapi itu hanya nama yang saya berikan saja tidak menutup kemungkinan akan di ubah.” Ujar Lila.
Melvin menggeleng, “Aku tidak akan mengubah nya tapi sudah pasti setelah kita menikah. Aku akan mengurus identitas mereka lengkap dengan tidak ada singkatan apapun. Terima kasih tetap memberikan nama belakangku kepada mereka dan maafkan atas semua kesalahan yang sudah ku lakukan.” Ucap Melvin.
“Jika kau tidak bisa berjalan maka aku akan menjemputmu. Kau tidak perlu berjalan menghampiriku karena aku yang akan menghampirimu. Aku hanya butuh persetujuanmu saja. Untuk semua nya tidak perlu kau pikirkan karena aku yang akan memikirkan nya sendiri.” Ujar Melvin.
“Baiklah anggap saja saya sudah setuju lalu apa orang tua anda setuju memiliki menantu lumpuh seperti saya?” tanya Lila. Jujur saja itu yang dia khawatirkan. Dia bisa melihat ketulusan itu dari Melvin yang kemungkinan akan menerima keadaan nya. Tapi bagaimana dengan orang tua Melvin yang pasti nya menginginkan menantu yang normal. Tidak seperti diri nya yang lumpuh dan di seluruh tubuh nya terdapat racun yang tidak di kenali.
Apalagi Melvin ada satu-satu anak yang mereka miliki. Pewaris dari perusahaan raksasa yang mereka miliki. Jadi mana mungkin mereka memilih nya untuk jadi menantu sementara di luar sana pasti banyak orang yang bisa menjadi opsi pilihan untuk mereka jadikan menantu. Menantu yang normal dan tidak penyakitan seperti diri nya. Menantu yang tidak akan menyusahkan mereka.
“Kau tidak perlu khawatir menantu. Kami tidak mempermasalahkan keadaanmu sama sekali. Kami menerimamu sebagai menantu sejak enam tahun lalu. Jadi kenapa kau mengajukan pertanyaan seperti itu. Pernikahan kalian akan terjadi tiga hari lagi dengan restu kami. Ini bukan karena kau sudah melahirkan cucu untuk kami tapi memang keinginan kami yang menginginkan kau jadi menantu kami. Apalagi kau adalah gadis yang di cintai oleh putra kami. Lalu alasan apa yang membuat kami harus menolakmu?” ucap papi Emran tiba-tiba saja masuk dengan di samping nya ada mami Elea ikut dan tersenyum menatap Lila.
Mami Elea segera mendekati Lila dan memeluk gadis itu penuh kasih, “Kau terlalu berpikir panjang nak. Kami selalu menyukaimu dan menginginkanmu jadi menantu. Baik itu dulu, saat ini maupun nanti. Jangan merasa minder dengan keadaanmu itu. Karena kami menyukaimu.” Ucap mami Elea lalu memberikan kecupan hangat di kening Lila.