
Kini Lila dan Melvin sedang menikmati makan malam mereka di Negara S itu dengan memandangi pemandangan malam di Negara itu.
“Hubby, pemandangan di sini indah. Aku ingin jadi ingin melihat-lihat suasana sekitar. Tapi seperti nya tidak bisa karena kita datang ke sini untuk berobat.” Ucap Lila.
“Bisa kok. Kita akan jalan-jalan nanti. Untuk itu kau harus rajin berobat agar kita bisa segera jalan-jalan menikmati keindahan Negara ini.” ucap Melvin.
Lila pun mengangguk, “Kapan proses pengobatanku di mulai, by?” tanya Lila.
“Besok. Bukan kah dokter sudah mengatakan nya padamu. Kau bahkan sudah di periksa dan sudah di pastikan bahwa tubuhmu memang sudah siap untuk menerima penawar racun itu.” balas Melvin.
“Hum, benar. Aku juga mendengar nya tadi. Tapi aku masih ragu apa aku memang bisa sembuh atau tidak.” Ucap Lila.
“Percaya saja. Tuhan pasti akan memberkati orang yang mau berusaha. Kita sudah berusaha keras untuk hal ini. Jadi kita harus mencoba nya agar tahu bisa sembuh atau tidak. Tapi aku yakin kau bisa sembuh. Kau itu adalah wanita kuat, dear.” Ucap Melvin. Lila pun hanya mengangguk dan fokus dengan makanan nya kembali.
Lila, entah kenapa saat ini dia menjadi takut mati. Dia takut akan meninggalkan orang yang dia cintai dan juga dia sayang. Padahal sebelum nya dia tidak pernah memikirkan hal itu. Tidak pernah dia pikirkan apa yang akan terjadi nanti. Apa semua nya akan baik-baik saja atau tidak.
Harapan ingin sembuh pun semakin kuat karena memang harapan itu ada, datang pada nya seolah meminta untuk di genggam.
Selepas makan malam, Lila segera menuju ke kamar terlebih dahulu.
“Hubby .. aku istirahat lebih awal.” Ucap Lila yang memang sudah di pesan oleh dokter agar istirahat lebih awal. Karena pengobatan nya akan di mulai besok. Butuh energi yang cukup.
Melvin pun mengangguk, “Iya. Aku nanti akan menyusul. Masih ada urusan sebentar.” Ucap Melvin.
Lila pun hanya mengangguk membalas nya lalu dia segera berlalu masuk ke kamar.
***
Sementara Melvin segera menuju halaman belakang setelah mengirimkan pesan kepada seseorang.
“Hey, kakak ipar!” ucap Melvin.
“Ahh jangan seperti ini tuan Melvin. Jujur saja aku bingung mau memanggilmu apa.” balas Luke.
Melvin pun terkekeh lalu mereka segera duduk di salah satu bangku yang menghadap kolam renang kecil di sana. Kolam renang dengan ukuran dua kali tiga dengan kedalaman satu meter setengah.
“Panggil saja Melvin. Itu lebih baik. Lagi pula aku memang adik iparmu. Aku memang lebih tua darimu tapi karena kau lahir 10 menit lebih dulu dari istriku sudah sepantas nya aku menghormatimu dan memanggilmu kakak ipar.” Ucap Melvin.
“Tidak. Itu tidak sopan. Bagaimana pun jarak usia kita berjarak 5 tahun. Aku akan memanggilmu kakak saja. Ohiya, apa Lila sudah tidur?” tanya Luke.
Melvin menggeleng, “Belum. Tapi seperti nya akan tidur karena dokter memang sudah meminta nya untuk cepat istirahat. Dia sudah masuk ke kamar saat aku pergi ke sini menemuimu.” Balas Melvin.
“Apa dia tahu kau datang ke sini menemuiku?” tanya Luke.
Melvin menggeleng, “Mana mungkin dia tahu hal itu. Bukan kah kita sudah sepakat untuk merahasiakan hal itu dari nya.” ucap Melvin.
Luke pun mengangguk, “Yah, dia tidak boleh tahu dulu. Setidak nya sampai pengobatan nya berhasil. Aku ingin melihat nya tersenyum ceria seperti tadi menelponku mengabarkan kaki nya yang sembuh.” Ucap Luke terharu dan masih mengingat dengan jelas ekspresi adik nya itu.
“Kita akan usahakan hal itu. Aku pun tidak akan membiarkan nya kalah dengan racun itu. Lagi pula formula yang di buat dengan darahmu itu sudah berhasil. Aku yakin semua bisa di lakukan.” Ucap Melvin.
“Semoga saja. Semoga saja semua berjalan lancar untuk besok hari. Aku ingin segera melihat dia sembuh. Semoga formula ini berguna.” Ucap Luke.
Melvin mengangguk, “Tapi kau harus mengorbankan darahmu untuk itu.” ucap Melvin.
“Aku tahu dan aku tidak keberatan sama sekali. Dia sudah memberikan darah nya untukku saat aku sedang sekarat. Maka sudah seharus nya aku melakukan hal yang sama saat dia butuh. Aku adalah kakak untuk nya sudah seharus nya aku melakukan ini. Melindungi adikku.” Ucap Luke.
“Tapi tentu dia memiliki pendapat yang berbeda tentang ini. Aku yakin jika dia tahu nanti maka dia akan menghentikan pengobatan nya.” ucap Melvin.
“Untuk itu kita harus mencegah nya.” balas Luke.
Melvin pun mengangguk, “Apa darahmu baru saja di ambil?” tanya Melvin melihat tanda pengambilan darah di tangan kembaran istri nya itu.
Luke mengangguk, “Tenang saja. Aku sudah di berikan formula untuk mempercepat perkembangan darahku sehingga aku tidak perlu khawatir akan kehabisan darah.” Ucap Luke.
“Aku akan berhutang budi padamu untuk ini. Aku bangga pada kalian yang saling menyayangi satu sama lain seperti ini. Aku janji akan melakukan yang terbaik untuk menjaga nya dan memastikan kesembuhan nya.” ucap Melvin.
Sementara di atas sana, Lila yang belum bisa tidur setelah memenjamkan mata nya memaksa untuk tidur pun memilih bangkit dari ranjang nya dan menuju balkon kamar yang tepat mengarah ke halaman belakang.
Lila menatap langit malam yang di penuhi oleh bintang. Langit sangat cerah malam itu seolah bintang-bintang itu datang untuk menemani nya merayakan kesembuhan atas kaki nya.
Lila pun memenjamkan mata nya dan membuat permohonan dengan di saksikan langit malam yang indah dan cerah itu, “Mom … dad … aku sudah sembuh dari lumpuhku itu. Kini tinggal racun dalam tubuhku yang belum menemukan obat nya. Tapi suamiku dan juga kakak sedang mengusahakan yang terbaik untuk penawar racun itu. Besok aku akan memulai pengobatan nya. doakan aku agar aku bisa sembuh dan semua usaha mereka tidak sia-sia. Aku masih ingin hidup mom .. dad. Aku masih ingin merasakan bahagia itu bersama orang-orang yang aku cintai. Tolong ridhoi harapan putri kalian ini. Bukan kah aku sudah menemukan putra kalian yang hilang dan mengenalkan nya kepada kalian. Jadi aku mohon kabulkan harapanku ini. Aku ingin hidup bersama kakak, suamiku, kedua anakku dan semua orang yang aku sayangi dan juga menyayangiku.” Gumam Lila sambil membuka mata nya perlahan.
“Eeh itu bukan kakak?” tunjuk Lila yang melihat siluet Luke dan suami nya yang seperti sedang berpamitan. Yah, benar. Melvin kini terlihat masuk ke dalam rumah.
“Tunggu … kakak? Apa aku tidak salah lihat? Tidak, itu kakak. Yah, kakak. Aku yakin itu. Tapi mana mungkin dia ada di sini. Bukan kah aku tadi menghubungi nya dan dia ada di kantor? Aku mungkin salah lihat. Tetapi itu terlihat seperti punggung kakak.” Ucap Lila yang kini pikiran nya itu sedang berperang.
Lila segera masuk kembali ke kamar begitu mendengar pintu di buka yang dia tebak itu adalah suami nya.
“Sayang, kenapa belum tidur? Kamu dari mana?” tanya Melvin.
“Hum, belum mengantuk by. Sudah mencoba untuk tidur tetap tidak bisa. Jadi aku memutuskan ke balkon untuk melihat langit malam yang indah karena banyak nya bintang bertaburan.” Jawab Lila.
Melvin pun mengangguk mengerti walaupun kini dia was-was dengan pikiran apa istri nya itu melihat nya bertemu dengan Luke atau tidak. Semoga saja istri nya itu tidak melihat nya.
“Hubby … kau menemui siapa tadi di bawah. Aku melihatmu bicara dengan seseorang. Dia terlihat mirip kakak. Tapi setelah aku pikir-pikir itu tidak mungkin kakak. Karena mana mungkin dia ada di sini padahal tadi baru saja bicara denganku dan berada di kantor. Namun, aku bingung kenapa dia sangat persis terlihat seperti kakak. Postur tubuh nya terlebih punggung nya. Aku sangat hafal punggung kakak. Tapi sayang aku tidak bisa melihat wajah nya. Apa itu kakak? Apa kakak ada di sini?” tanya Lila menatap suami nya itu.
Deg
Jantung Melvin seketika berdetak dengan cepat tapi kemudian dia mencoba untuk menormalkan dekat jantung nya itu. Dia tidak ingin jika Lila bisa tahu dengan apa yang dia pikirkan dari sikap nya yang tegang. Untung saja Lila hany melihat punggung Luke saja tidak dengan wajah nya. Lain kali tidak boleh menemui Luke di sana. Entah kenapa juga dia lupa bahwa tempat itu bisa di lihat dari balkon kamar. Benar-benar bodoh. Bisa hancur berantakan apa yang sudah mereka rencanakan jika begini hasil nya.
“Itu dokter kok sayang. Aku membicarakan semua terkait hal yang akan di lakukan besok. Aku tidak ingin ada kesalahan. Aku ingin memastikan bahwa semua nya aman. Jadi aku memanggil dokter itu ke sana dan mendiskusikan semua nya.” jawab Melvin tenang. Sudah seperti pembohong sejati karena terlihat sangat professional.
“Hum, mungkin saja memang aku salah lihat. Atau aku yang terlalu merindukan kakak. Aku akan menghubungi nya lagi nanti. Di sana sudah tengah malam. Jadi besok saja jika sudah selesai dengan pengobatan.” Ucap Lila.
Melvin pun mengangguk, “Ya sudah. Ayo Hubby. Kita istirahat. Kau juga lelah kan. Sudah perjalanan panjang dan belum istirahat sejak tiba.” Sambung Lila mengajak suami nya itu.
Melvin kembali mengangguk dan segera ikut bergabung di ranjang bersama Lila. Tapi sebelum nya dia mengelus dada nya yang tadi nya merasa sangat tegang itu.
Melvin segera berbaring di samping istri nya itu dengan telentang. Lila menggeser tubuh nya mendekat ke arah Melvin lalu dia meletakkan tangan nya di dada suami nya itu yang membuat Melvin kaget tentu saja. Jarak ini terlalu dekat untuk nya.
“Hubby, kenapa aku merasa bahwa detak jantungmu sangat cepat. Seperti orang berlari saja.” ucap Lila lalu dia mendekatkan telinga nya itu di dada suami nya.
“Dear, itu karena kamu terlalu dekat denganku. Hingga membuat kesehatan jantungku itu tidak aman.” Balas Melvin.
Lila yang mendengar itu pun tersenyum, “Ouh begitu. Jadi itu alasan nya?” tanya Lila yang di balas anggukan oleh Melvin.
“Jika begitu aku akan membuat kesehatan jantungmu itu semakin parah.” Ucap Lila lalu segera membaringkan kepala nya itu di dada suami nya dengan manja.
Melvin pun terkekeh dengan apa yang di lakukan oleh istri nya itu. Sungguh, dia sangat senang dengan apa yang di lakukan Lila saat ini pada nya. Istri nya itu tidak lagi menjaga jarak dengan nya. Seperti nya kejadian tadi membuat semua nya berubah 180 derajat. Istri nya itu jadi suka menggoda nya. Tapi dia menyukai hal itu.
Jika di bandingkan dengan Lila yang sebulan lalu dia lebih menyukai Lila yang versi ini. Tapi tentu saja dia menyukai semua versi istri nya itu. Lila adalah gadis yang apa ada nya. Dia tidak suka berbasi basi terkait apa yang dia rasakan.
Melvin segera memiringkan tubuh nya dan membawa Lila ke dalam pelukan nya. Pasangan suami istri itu pun saling memeluk satu sama lain. Kedua terlelap dengan posisi seperti itu. Itu adalah hal yang pertama mereka lakukan satu sama lain selama ini. Selama mereka sudah menjadi pasangan suami istri yang sah di mata Tuhan dan Hukum. Biasa nya Lila menjaga diri tapi kini dia yang berinisiatif.
***
Keesokkan pagi nya, Melvin terbangun lebih dulu dan dia tersenyum melihat Lila yang berada di pelukan nya.
“Kau sangat cantik, dear! Aku jatuh cinta lagi padamu. Aku tidak menyangka bahwa ada saat nya aku bisa tidur bersama dengan wanita yang ku cintai dan terbangun langsung melihat wajah nya.” gumam Melvin lalu segera bangun dan turun dari ranjang. Tidak lupa dia memberikan kecupan selama pagi di kening istri nya itu. Melvin merapikan selimut di tubuh istri nya.
Lalu setelah itu dia segera keluar menuju luar untuk berolahraga ringan di pagi hari sebelum nanti melakukan aktivitas sehari ini, di mana dia akan menemani Lila dalam pengobatan nya.
Sementara Lila terbangun begitu sepuluh menitan Melvin bangun. Lila membuka mata nya perlahan dan melihat bahwa dia tinggal sendiri di ranjang itu.
“Dia sudah bangun? Kenapa tidak membangunkan aku?” tanya Lila menghirup aroma tubuh suami nya yang tertinggal di ranjang dan juga di pakaian nya.
“Aku menyukai parfum nya.” ucap Lila lalu segera bangun dan turun dari ranjang. Dia segera menuju kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi. Dia membiarkan ranjang itu berantakan dan belum merapikan nya. Karena dia melihat di salah satu postingan bahwa merapikan tempat tidur di pagi hari ini tidak baik. Justru membuat debu atau pun kuman di selimut maupun di ranjang itu tidak keluar dan justru terjebak di dalam yang akhirnya membuat kesehatan terganggu.
Jadi demi kebaikan bersama tidak mulai memilih untuk tidak merapikan tempat tidur sejak saat itu. sejak melihat postingan itu. Dia lebih memilih untuk membuka jendela lebar-lebar agar udara segar bisa masuk dan membuat suasana kamar lebih nyaman lagi karena memang hal itu juga yang di anjurkan. Itu lah sekilas pengetahuan yang dia dapat dengan menonton postingan itu sekilas. Dia mendapatkan pengetahuan.