My Secret With CEO

My Secret With CEO
68


“Delon, kau tidak ingin memberiku pelukan?” tanya Lila menatap sahabat nya itu.


Delon pun mendekat dan memeluk Lila sekilas karena dia tahu ada Melvin yang menatap nya tajam. Tapi tidak masalah bukan dia melakukan itu. Lagi pula Lila sendiri yang meminta nya. Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang dia punya karena dia tidak apa ini adalah kesempatan terakhir nya atau tidak.


“Terima kasih Delon sudah datang menolongku.” Ucap Lila tulus.


“Kau memang pelindungku sejak aku kecil hingga kini. Aku banyak berhutang padamu dan pada keluargamu.” Sambung Lila.


“Jangan katakan itu, nona Lila.” Ucap Delon.


“Kau masih saja memanggilku begitu padahal kau bukan bawahanku.” Ucap Lila tersenyum lalu menatap Yola yang memandang putra dan putri nya lekat. Yola memandangi kedua buah hati nya itu bergantian lalu kemudian memandang Melvin.


“Lila siapa mereka?” tanya Yola menunjuk Alex dan Alexa.


“Aunty!” sapa kedua nya ramah.


“Aunty? Kalian anak siapa nak? Kenapa kalian mirip tuan Mel--” ucap Yola menghentikan perkataan nya itu karena takut menyinggung Melvin.


“Tentu saja mirip aunty. Itu daddy kami.” ucap Alexa.


“Daddy?” tanya Yola lalu menatap Melvin. Kini otak nya itu berpikir dan mengingat kapan Melvin menikah hingga kini memiliki anak sebesar ini.


“Siapa mommy kalian nak?” lanjut Yola penasaran.


“Mereka ada anakku, La.” Jawab Lila.


Yola yang mendengar ucapan Lila itu pun seketika membelalakkan mata nya, “Kamu tidak sedang bercanda bukan. Ini maksud nya apa? Kapan kau dan tuan Melvin menikah?” tanya Yola kaget.


Lila hanya tersenyum saja menanggapi nya, “Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu itu La. Tapi memang itu kenyataan nya. Mereka ada kedua anak kembarku yang ku lahirkan lima tahun lalu. Mereka ada cahayaku sehingga kini aku bisa bertahan dan bisa bertemu kalian di sini.” Ujar Lila.


Yola pun diam dan kini otak nya mulai memikirkan semua nya. Mulai menyambungkan kejadian dan kejadian hingga dia mendapatkan satu kesimpulan, “Apa ini alasanmu menghilang? Kenapa tidak cerita padaku? Aku bisa membantumu atau mungkin ikut denganmu.” Ucap Yola.


Lila tersenyum, “Tenang saja La. Aku baik-baik saja. Aku hanya berlibur saja kok selama enam tahun ini di tempat mommy dan daddy membuatku.” Ucap Lila bercanda.


Yola yang mendengar candaan Lila itu bukan nya tertawa justru menangis, “Kau wanita kuat Lila. Kau sahabatku yang paling kuat. Aku saja belum tentu bisa sekuat dirimu jika menjalankan hal itu.” ujar Yola memeluk Lila.


“La, aku bisa minta tolong.” Tanya Lila.


“Katakan saja.” ucap Yola mengangguk.


“Tolong antar aku ke ICU. Aku ingin ke sana.” Pinta Lila.


Yola yang mendengar itu pun seketika menatap Melvin, “Kita akan ke sana.” Ucap Melvin tegas lalu tidak lama juga perawat mengantarkan kursi roda yang masih baru. Lila yakin kursi roda itu baru di beli. Pantas saja lama.


Melvin segera mendekati ranjang Lila dan menggendong Lila ke kursi roda itu, “La, bantu aku!” ucap Lila.


“Tuan Melvin bisa kah biar Yola saja.” ucap Lila melirik Melvin.


“Saya saja. Jangan menolak atau kamu tidak akan saya izinkan untuk melihat Luke.” Ancam Melvin.


Lila pun diam saja dan menurut saja dari pada dia tidak bisa melihat Luke. Dia ingin memastikan keadaan nya sendiri.


Lagi-lagi sikap menurut yang Lila berikan itu membuat Melvin menggeram karena Lila menurut pada nya hanya ketika dia menggunakan Luke untuk mengancam nya.


Melvin segera mendorong kursi roda milik Lila itu menuju ruang ICU dengan di ikuti oleh Delon dan Yola dari belakang. Si kembar memilih tidak ikut dan memilih berada di ruangan Lila bersama kakek dan nenek nya.


“Boy … girl … apa kalian tahu siapa itu uncle Luke?” tanya mami Elea kepada kedua cucu nya itu.


Si kembar menggeleng karena mereka memang tidak tahu sama sekali akan hal itu. Jujur saja mereka juga baru tahu, “Apa mommy kalian tidak pernah mengatakan siapa dia kepada kalian?” tanya papi Emran.


Si kembar kembali menggeleng, “Gak pernah kek, nek. Emang ada apa? Siapa uncle itu?” tanya Alexa.


“Nenek sama kakek juga gak kenal nak. Maka nya bertanya pada kalian.” jawab mami Elea.


“Kakek … apa bawa tablet?” tanya Alex.


“Untuk apa boy?” tanya papi Emran.


“Tentu saja untuk mencari tahu uncle Luke itu. Dia membuat mommy terlihat sangat khawatir dan takut kehilangan nya. Seperti nya dia orang yang sangat berarti dalam hidup mommy.” Ujar Alex.


Papi Emran yang mendengar ucapan cucu nya itu pun seketika tersenyum, “Hum, ada di mobil boy. Tunggu sebentar kakek akan meminta seseorang untuk mengantarkan nya kepada kita.” Ucap papi Emran. Alex pun mengangguk saja.


Kembali ke sisi Lila, kini mereka sudah berada di depan ruang ICU.


Lila melihat dari kaca karena tidak di izinkan masuk karena kondisi nya yang memang tidak memungkinkan untuk masuk ke dalam sana. Cukup lama Lila memandangi Luke yang di mana terpasang banyak alat penunjang kehidupan di tubuh nya itu. Lila meneteskan air mata nya dan dada nya juga terasa sangat nyeri.


Melvin yang melihat itu pun ikut sedih dan semakin cemburu saja di buat nya, “Kita kembali ke ruangan perawatan saja ya. Nanti kita ke sini lagi untuk mengunjungi nya. Aku akan meminta dokter terbaik untuk menangani nya agar bisa segera sembuh.” Ucap Melvin membujuk Lila agar pergi dari ruangan itu.


Jujur saja keadaan Lila pun sedikit butuh pantauan apalagi diagnosa atas kaki nya itu belum juga keluar hingga kini, “Tolong pastikan dia sembuh tuan. Saya akan sangat berterima kasih jika dia bisa sembuh. Tidak masalah berapa pun biaya nya yang penting dia sembuh.” Ucap Lila memohon dengan linangan air mata di pipi nya.


Melvin yang melihat itu hati nya semakin nyeri saja. Dia sedih melihat Lila menangis dan dia juga cemburu karena banyak nya pertanyaan dalam otak nya yang juga tidak menemukan jawaban nya, “Aku akan mengusahakan yang terbaik. Yang terpenting kamu sehat dulu dan memperhatikan kesehatanmu.” Ucap Melvin lembut.


Lila pun mengangguk, “Saya janji akan menurut selama Luke bisa sembuh seperti sedia kala.” Ucap Lila.


Melvin pun tersenyum lalu mengangguk. Mereka pun segera meninggalkan ruangan ICU itu. Delon dan Yola masih saja mengikuti dari belakang. Tapi begitu tiba di ruang perawatan Lila, Yola di tahan oleh Delon untuk masuk ke dalam.


“Ada apa?”